Literasi Media Sebagai Pendekatan Abad ke-21 Memahami literasi media dengan baik agar tak tersandung di abad baru ini. (Foto: Pexels/brotiN biswaS)

CENTER for Media Literacy mendefinisikan literasi media sebagai pendekatan abad ke-21 untuk pendidikan. Artinya, literasi media menyediakan kerangka kerja untuk mengakses, menganalisis, mengevaluasi, membuat, dan berpartisipasi dengan pesan dalam berbagai bentuk mulai dari media cetak, video, hingga Internet.

Literasi media membangun pemahaman tentang peran media dalam masyarakat serta keterampilan yang penting untuk penyelidikan yang diperlukan bagi warga negara demokrasi.

Baca Juga:

Literasi Penting di Era Digital

literasi
Membantu individu untuk memahami informasi yang disajikan di luar media. (Foto: Pexels/Stas Knop)

Literasi media sebenarnya juga membantu individu untuk memahami informasi yang disajikan di luar media. Literasi media penting untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis, memahami bagaimana pesan media membentuk budaya dan masyarakat kita.

Kemudian mengidentifikasi strategi pemasaran target, mengenali apa yang pembuat media ingin kita percayai atau lakukan, mengenali bias, putaran, informasi yang salah, dan kebohongan. Bahkan dapat digunakan untuk menemukan bagian dari cerita yang tidak diceritakan, dan mengevaluasi pesan media berdasarkan pengalaman, keterampilan, keyakinan, serta nilai kita sendiri.

Literasi media mengajarkan kamu cara mengenali apakah berita tersebut palsu atau tidak, lebih tepatnya untuk mengetahui apakah sumber berita tersebut memiliki informasi yang kredibel dan akurat. Mengutip dari thelibrary.org, The International Foundation of Library Associations and Institutions merekomendasikan beberapa hal yang harus kamu pikirkan saat mengonsumsi informasi dari media.

Penting bagi kamu untuk mengetahui sumber dari mana sebuah media berasal. Cara terbaik untuk belajar tentang sumber berita adalah dengan mengunjungi situs utama media tersebut. Dari sana kamu bisa mengetahui asal usul media, visi misi dan informasi atau kontak yang bisa dihubungi.

Selain itu, setiap perusahaan pasti memiliki bias, begitu juga penulis. Agar kamu tidak terjebak pada informasi yang bias, kamu bisa sering mencari nama penulis pada artikel yang kamu baca untuk melihat bahan publikasi mereka sebelumnya pada media tersebut.

Baca Juga:

Literasi Bukan hanya Baca Tulis

literasi
Pahami waktu berita dipublikasikan. (Foto: Pexels/Budgeron Bach)

Cara lain untuk mencari informasi lebih lanjut tentang seorang penulis adalah dengan mengetikan nama mereka di mesin pencari dan melihat hasil apa yang muncul. Kamu dapat menunjukkan atau memahami bias penulis dengan melihat riwayat publikasi mereka, kritik dari orang lain, dan lain sebagainya.

Kapan sebuah berita ditulis juga sangat berkaitan dengan bagaimana dan mengapa hal tersebut ditulis. Sebuah artikel atau berita lama bisa saja memiliki informasi yang ketinggalan jaman atau sudah tidak relevan dengan kejadian terkini. Sebagian besar artikel memiliki tanggal pertama kali artikel tersebut diterbitkan serta waktu dan tanggal artikel itu diperbarui atau diedit.

Agar kamu tidak terjebak pada informasi yang salah, baca artikelnya secara menyeluruh dan bukan hanya judulnya. Kamu juga dapat menilai apakah artikel tersebut mencoba untuk mengungkapkan keseluruhan cerita atau hanya sebagian kecil saja.

Dari sini kamu dapat melihat artikel berita lain untuk dicocokkan atau dibandingkan. Judul biasanya juga bisa mempengaruhi isi berita. Jika judulnya terlalu sensasional ketahuilah bahwa terkadang informasi itu bisa saja bukan cerita nyata dan hanya dibuat untuk hiburan.

Suatu organisasi media dan penulis yang bijak biasanya akan mencantumkan sumber dari informasi yang mereka ambil. Misalnya dengan meletakkan tautan ke artikel atau pernyataan yang ditulis dalam artikel tersebut. Jika tautannya tersedia, kamu bisa mengklik tautan untuk memastikan apakah sumbernya valid atau tidak. (Tel)

Baca Juga:

Pentingnya Literasi Digital untuk Para Pekerja

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Cegah Hoaks di Masyarakat, Kominfo Gencarkan Literasi Digital
Fun
Cegah Hoaks di Masyarakat, Kominfo Gencarkan Literasi Digital

Kementerian Kominfo kian gencar melakukan literasi digital

Berkompetisi di Gim Elden Ring, Kamu Berkesempatan Dapat Tanah di Skotlandia
Fun
Berkompetisi di Gim Elden Ring, Kamu Berkesempatan Dapat Tanah di Skotlandia

Setiap pemenang nantinya akan dinobatkan sebagai Elden Lord dan Elden Lady.

'PUBG: New State' Rilis 11 November
Fun
'PUBG: New State' Rilis 11 November

Game akan berlatar tahun 2051.

Aplikasi Pembayaran Digital Mempermudah Ekosistem UMKM
Fun
Aplikasi Pembayaran Digital Mempermudah Ekosistem UMKM

Aplikasi pembayaran digital menggunakant teknologi kecerdasan buatan yang semakin memudahkan UMKM.

Xbox Design Lab Tambahkan Banyak Opsi
Fun
Xbox Design Lab Tambahkan Banyak Opsi

Memungkinkan pemain menggunakan banyak fitur yang dapat disesuaikan.

Pergikuliner Festival Ramadan 2022 Hari Pertama Dipadati Pengunjung
Fun
Pergikuliner Festival Ramadan 2022 Hari Pertama Dipadati Pengunjung

Pergikuliner Festival Ramadan 2022 diserbu pengunjung.

Galau Soal Isu Lingkungan, Sebastian Vettel Pertimbangkan Pensiun?
ShowBiz
Galau Soal Isu Lingkungan, Sebastian Vettel Pertimbangkan Pensiun?

Sebastian Vettel sebut isu lingkungan semakin parah.

Apakah Anjing Bisa Menjadi Vegan?
Fun
Apakah Anjing Bisa Menjadi Vegan?

Peneliti Inggris dan Australia menemukan bahwa anjing dengan pola makan vegan.

Kenali Bahan Terbaik untuk Masker
Hiburan & Gaya Hidup
Kenali Bahan Terbaik untuk Masker

Masker wajib digunakan ketika beraktivitas di luar ruangan.

Lahirnya Badan Siber dan Sandi Negara, Lembaga Pertahanan Negara
Fun
Lahirnya Badan Siber dan Sandi Negara, Lembaga Pertahanan Negara

Mengenal tentang asal muasal Badan Siber dan Sandi Negara