Litbang Kompas Temukan Pemilih Berpendidikan Tinggi Lebih Suka Prabowo Prabowo Subianto saat debat kedua (MP/Rizki Fitrianto)

MerahPutih.com - Survei Litbang Kompas mengungkapkan Capres Petahana Joko Widodo (Jokowi) ternyata unggul di kalangan pemilih berpendidikan rendah, sebaliknya para pemilih berpendidikan tinggi lebih condong ke Capres Nomor Urut 02 Prabowo Subianto.

Temuan itu ditunjukkan survei Pilpres 2019 yang diselenggarakan Litbang Kompas pada 22 Februari-5 Maret lalu. Dikutip dari hasil survei, elektabilitas Jokowi di kalangan pemilih berpendidikan tinggi turun dari 44,9% di Oktober 2018 menjadi 39,4% di Maret 2019, sehingga sukses disalip Prabowo.

Sebaliknya, untuk kalangan pemilih berpendidikan rendah, Jokowi-Ma'ruf unggul 52,2%. Sementara Prabowo-Sandi 30,8%. Adapun, responden berlatar belakang pendidikan rendah yang merahasiakan pilihan mereka saat pencoblosan 17 April mendatang ada 14%.

Persaingan ketat terjadi di kalangan responden pemilih berpendidikan menengah. Pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin unggul tipis 46,5%, sedangkan Prabowo-Sandiaga meraup 41%. Responden yang merahasiakan pilihannya ada 12,5%.

Pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin, Foto: ANTARA



Namun, di kalangan responden berpendidikan tinggi Prabowo-Sandi melejit hingga 46,1%. Sebaliknya, petahana Jokowi-Ma'ruf hanya mendapat suara 39,4% responden, dengan 14,5% masih merahasiakan pilihan mereka di Pilpres mendatang.

Dalam survei yang sama, Pasangan Jokowi-Ma'ruf berhasil mengungguli Prabowo-Sandi untuk semua kategori responden berdasarkan kelas ekonomi. Namun, Litbang Kompas melansir, persaingan alot masih terjadi di kalangan responden kelas menengah dan atas.

Tercatat untuk kalangan kelas menengah Jokowi- Ma'ruf mendapat 47,3 persen, unggul tipis 5% dari Prabowo-Sandi yang meraup suara 40,5% responden. Sedangkan kategori kelas atas, Jokowi berhasil unggul dengan selisih kurang dari 6%, dengan peroleh dukungan 47,3% responden dan Prabowo-Sandi hanya meraup 41,9%.

Survei Litbang Kompas ini melibatkan 2.000 responden yang dipilih secara acak menggunakan metode pencuplikan sistematis bertingkat di 34 provinsi Indonesia. Margin of error survei ini plus-minus 2,2 persen dengan tingkat kepercayaan 95%. (Knu)


Tags Artikel Ini

Wisnu Cipto

LAINNYA DARI MERAH PUTIH