Listrik Sering Padam, Bondowoso Terbitkan Aturan Main Layangan Layangan yang nyangkut di kabel PLN. (Foto: PLN).

MerahPutih.com - Pemerintah Kabupaten Bondowoso berencana menerbitkan aturan khusus untuk bermain layangan. Hal ini akan direalisasikan sebab pemadaman listrik akibat layangan tersangkut sering terjadi.

Ketua Komisi I DPRD Bondowoso Tohari mengatakan, rencana penerbitan aturan tersebut karena sudah lama pihaknya beberapa bulan lalu menyorot terkait bermain layangan di sembarang tempat. Untuk itu aturan bermain layangan sangat perlu diterbitkan.

"Yah rencananya, Pemerintah Kabupaten Bondowoso menerbitkan surat edaran mengenai aturan bermain layangan itu karena adanya kasus oemadaman listrik gara-gara layangan nyangkut yang cukup mengganggu," ujarnya saat dikonfirmasi Jumat (16/10) malam.

Baca Juga:

Mati Listrik, DPR Sebut PLN Suplier Tunggal Tapi Banyak Kelemahan dan Kurang Fokus

Namun, pihaknya masih melakukan pengecekan lagi keberadaan surat edaran tersebut. Jika surat edaran itu belum diterbitkan, pihaknya akan berinisiatif berupaya menggali informasi dari PLN terkait gangguan listrik padam karena layangan. Kemudian pihaknya akan menindaklanjuti.

"Yah saatnya sekarang ini agar segera menerbitkan, SE itu yang sudah sifatnya menjadi penting," tandasnya.

Sementara itu, Tim K3 PLN ULP Bondowoso Cosmastomo Arnandi menyampaikan, sejak April hingga pertengahan Oktober, sudah terjadi lima kasus layangan tersangkut di kabel listrik.

"Kasus yang terjadi ada di Kecamatan Tamanan, Maesan, Tenggarang, Jambesari, dan Pujer. Efenya, hampir seluruh wilayah di kecamatan itu listriknya padam selama 1 jam. Selain itu, material PLN rusak dan timbul percikan api dari tiang listrik," tegasnya.

Bahkan, lanjut Arnandi, ada sejumlah layangan menyangkut di kabel PLN dan benangnya bermaterialkan kawat.

"Kalau seperti itu yang sudah sangat berbahaya. Apalagi pemain layangan, bakal tersengat aliran listrik," imbuh Arnandi.

Benang dari kawat tersebut juga membahayakan pengendara motor jika memainkan layangan di lokasi yang banyak warga mondar-mandir.

"Kami sudah memetakan daerah yang rawan terjadi gangguan layangan. Daerah tersebut meliputi Kecamatan Tamanan, Pujer, Tenggarang, Curahdami, dan Bondowoso, di daerah tersebut nampak padat jaringan PLN," imbuhnya.

Untuk mendistribusikan aliran listrik di Kabupaten Bondowoso, PLN memiliki rentang jaringan tegangan menengah (JTM) 439,865 kms, rentang jaringan tegangan rendah (JTR) 785,507 kms, dan gardu distribusi sebanyak 573 unit. (Andika Eldon/Jawa Timur).

Baca Juga:

PLN Kian Terpuruk


Tags Artikel Ini

Alwan Ridha Ramdani

LAINNYA DARI MERAH PUTIH