LIPI Tegaskan Masker Kain Sulit Terurai, Beda dengan Masker Medis Ilustrasi. (Foto: HO)

Merahputih.com - Sampah alat pelindung diri (APD) seperti masker perlu diolah secara khusus karena sulit terurai secara alami, untuk mencegah terjadinya pencemaran lingkungan.

"Masker kain itu karakternya mirip dengan baju dan itu lebih sulit terurai. Yang relatif agak sedikit terurai lebih cepat itu sebenarnya sampah masker medis," kata peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Muhammad Reza Cordova, Selasa (23/6).

Masker medis yang memiliki lapisan kapas akan cepat hancur di alam, tetapi jika menggunakan polimer berbahan plastik maka penguraian secara alami akan relatif lebih lama.

BACA JUGA:

Menjemur Masker di Sinar Matahari Tak Cukup

Bahkan, bukan tidak mungkin bisa menjadi sumber mikroplastik yang baru. Selain itu, kata anggota tim peneliti sampah LIPI itu, dengan bertambahnya penggunaan masker berbahan kain, seperti polyster, maka ada risiko munculnya sumber mikroplastik dari benang-benang tersebut.

Tim peneliti sampah LIPI melakukan studi di dua muara sungai di Jakarta selama pandemi COVID-19, yaitu Cilincing dan Marunda, tempat di mana mereka melakukan penelitian jenis sampah pada 2016.

Mereka menemukan sampah APD, seperti masker, pelindung wajah, dan bahkan baju pelindung dalam jumlah signifikan di kedua lokasi itu, dari sebelumnya nihil pada Maret-April 2016 naik menjadi 16 persen saat periode yang sama pada 2020.

Reza mengatakan sampah APD itu dapat memberikan tekanan tambahan terhadap ekosistem lingkungan hidup.

"Yang jadi masalah berikutnya adalah ketika mikroplastiknya lebih banyak dan kemudian ditambah di Teluk Jakarta di perairan dan sedimennya itu logam beratnya cukup tinggi, mikroplastik itu bisa berasosiasi positif dengan logam berat yang ada," kata dia.

masker kain
Sesuaikan motif masker dengan tampilan keseluruhan. (foto: Instagram @maskerkaindila)

Jika mikroplastik dari sampah masker dimakan ikan dan terdapat mikroba patogen, kata dia, ada risiko manusia memakan ikan yang sudah memiliki patogen dan logam berat.

Dia menegaskan pentingnya sampah APD, seperti masker kain dan bedah yang dipakai masyarakat untuk beraktivitas, dikelola secara khusus dan tidak dibuang langsung.

Hal itu sesuai dengan edaran Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Nomor SE.2/MENLHK/PSLB3/PLB.3/3/2020 tentang Pengelolaan Limbah Infeksius (Limbah B3) dan Sampah Rumah Tangga dari Penanganan COVID-19.

Selain mengatur limbah medis yang dihasilkan oleh rumah sakit, edaran itu juga menyebutkan pentingnya limbah rumah tangga dengan orang dalam pemantauan (ODP), seperti masker dan baju pelindung, yang harus dikumpulkan dalam wadah tertutup dan dipisahkan dari sampah lain untuk dimusnahkan di fasilitas pengolahan limbah B3.

Masker yang digunakan orang sehat, sebagaimana dikutip Antara, setelah digunakan harus dipotong dan dikemas dengan rapat sebelum dimasukkan ke tempat sampah. (*)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
PKS Duga Pasal "Pesanan" Jadi Pemicu Pembahasan Kilat Omnibus Law
Indonesia
PKS Duga Pasal "Pesanan" Jadi Pemicu Pembahasan Kilat Omnibus Law

Mardani Ali Sera mengatakan pihaknya menolak RUU Ciptaker karena banyak aturan yang dibuat masih bertentangan dengan norma konsitusi.

Tak Masalah Bakal Diklarifikasi 'Kerumunan Petamburan', Wagub DKI Siap Hadir di Polda Metro
Indonesia
Tak Masalah Bakal Diklarifikasi 'Kerumunan Petamburan', Wagub DKI Siap Hadir di Polda Metro

Semua pejabat Pemprov DKI wajib datang memenuhi panggilan Polda Metro

Pangdam Jaya Beberkan Kondisi Terkini Oknum TNI yang Karang Cerita Dipukuli
Indonesia
Pangdam Jaya Beberkan Kondisi Terkini Oknum TNI yang Karang Cerita Dipukuli

Mantan Gubernur AKMIL ini pun mengatakan kondisi Prada Ilham belum stabil.

Minta Warga Tak Panik, Mahfud MD Sebut Corona Layaknya Penyakit lain
Indonesia
 Temui Belasan Tokoh Senior PDIP Solo, Gibran: Saya Harus Belajar Dari Mereka
Indonesia
Temui Belasan Tokoh Senior PDIP Solo, Gibran: Saya Harus Belajar Dari Mereka

"Pertemuan ini atas perintah Ketua DPC PDIP Solo, FX Hadi Rudyatmo. Saya diminta harus belajar dulu dengan para senior PDIP di Solo," ujar Gibran.

Tangkap Djoko Tjandra, Polisi Diminta Jangan Takabur
Indonesia
Tangkap Djoko Tjandra, Polisi Diminta Jangan Takabur

Pasalnya, persoalan korupsi di Indonesia disebut Jerry sebagai extraordinary crime alias kejahatan luar biasa yang perlu sinergitas antar institusi penegak hukum.

Pengelola Bioskop Ajukan Proposal, Pemprov DKI: XXI Belum Revisi Protokol Kesehatan
Indonesia
Pengelola Bioskop Ajukan Proposal, Pemprov DKI: XXI Belum Revisi Protokol Kesehatan

Proposal itu diajukan oleh mereka pada 3 September 2020 lalu. Proposal tersebut nantinya akan dibahas terlebih dahulu oleh Gugus Tugas Penanganan COVID-19 DKI Jakarta.

Susah Terapkan Protokol Kesehatan, MUI Minta Shalat Idul Adha Tidak di Lapangan
Indonesia
Susah Terapkan Protokol Kesehatan, MUI Minta Shalat Idul Adha Tidak di Lapangan

Masjid Raya Baiturrahman, Kota Semarang, yang memiliki kapasitas sampai 3.000 orang lebih, nantinya jemaah yang bisa ikut Shalat Idul Adha hanya sekitar 750 orang.

Dugaan Hoaks di Akun Youtube Anji, Sosiolog Hingga Ahli Pidana Diperiksa Polisi
Indonesia
Dugaan Hoaks di Akun Youtube Anji, Sosiolog Hingga Ahli Pidana Diperiksa Polisi

Hari ini pihak kepolisian juga memeriksa satu terlapor lain yakni Hadi Pranoto

Kabarnya KPK Mau Geledah Ruang Sekjen PDIP Hasto, Ini Jawaban Djarot
Indonesia
Kabarnya KPK Mau Geledah Ruang Sekjen PDIP Hasto, Ini Jawaban Djarot

"Kita tidak menolak, kita menghormati semua proses hukum. Partai tidak akan mengintervensi," kata Djarot.