LIPI: Coronavirus Lebih Lambat Mutasinya Dibanding Influenza Virus Ilustrasi (Foto: pixabay/geralt)

Merahputih.com - Peneliti dari Pusat Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Sugiyono mengatakan virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 lebih lambat mengalami mutasi dibandingkan dengan virus influenza.

"Di antara RNA virus, coronavirus sebetulnya cenderung lebih lambat mutasinya dibandingkan dengan infuenza virus," kata Sugiyono dikutip Antara, Kamis (7/5).

Baca juga:

Militer Amerika Akan Hadirkan Robot Pembunuh Virus Corona

Sugiyono menuturkan ada korelasi antara semakin pendek genom maka kecepatan mutasinya semakin tinggi. Sebaliknya, semakin panjang ukuran genom maka semakin rendah kecepatan mutasinya.

Sebagai perbandingan, ukuran genom SARS-CoV-2 isolate Wuhan Hu-1 adalah 29.903 basa sedangkan ukuran genom H1N1 influenza virus adalah kurang dari setengahnya, yaitu sekitar 13.500 basa.

"Harapannya, lebih lambatnya mutasi SARS-CoV-2 ini memang disebut potensial untuk melakukan pengembangan vaksin dengan efektivitas yang lebih tahan lama, paling tidak dibandingkan dengan influenza virus," ujarnya.

Ilustrasi (Foto: pixabay/geralt)

Pada umumnya, virus yang memiliki material genetik berupa RNA memiliki kecepatan mutasi (mutation rate) yang tinggi dibandingkan dengan virus dengan material genetik DNA atau dibandingkan dengan organisme lain seperti bakteri dan protozoa.

"Secara general mutasi virus memang bagian dari siklus hidupnya," tuturnya.

Sugiyono menuturkan mutasi belum tentu berdampak pada karakteristik virus karena ada mutasi yang tidak selalu menyebabkan virus menjadi lebih infeksius atau lebih tinggi virulensinya. Itu dinamakan "silent mutation", yang berarti mutasi memang terjadi tetapi tidak memiliki efek pada karakteristik virus.

Baca Juga:

India Wajibkan Semua Pekerja Gunakan Aplikasi Pelacak COVID-19

"Biasanya kalau mutasinya signifikan itu baru menimbulkan efek atau berpengaruh terhadap karakteristik virus tersebut," tuturnya.

Kecepatan mutasi juga menjadi pertimbangan dalam pembuatan vaksin. Bagi virus yang cepat bermutasi, maka vaksin harus ditinjau dalam jangka waktu tertentu seperti vaksin influenza. Apabila efektivitasnya turun, maka vaksin influenza perlu diperbarui agar efektif memberikan proteksi terhadap yang divaksin. (*)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
JHL Group Serahkan Ratusan APD ke RSUD dan Gandeng PSSI Pers
Indonesia
JHL Group Serahkan Ratusan APD ke RSUD dan Gandeng PSSI Pers

Di antaranya adalah RSUD Kabupaten Tangerang dan RSUD Kota Tangerang

Wakapolri Instruksikan Anak Buahnya Sikat Penyebar Hoaks COVID-19
Indonesia
Wakapolri Instruksikan Anak Buahnya Sikat Penyebar Hoaks COVID-19

Kepolisian akan turun tangan dalam merespons regulasi ini

LIPI: Jangan Sampai Orang Terpapar COVID-19 Meningkat Tajam Setelah Pilkada
Indonesia
LIPI: Jangan Sampai Orang Terpapar COVID-19 Meningkat Tajam Setelah Pilkada

Karena minim kontak langsung, bisa menjauhkan kebiasaan praktik buruk pilkada sebelum-sebelumnya

Selain Prasetijo, Propam Cari Keterlibatan Anggota Lain Terkait Djoko Tjandra
Indonesia
Selain Prasetijo, Propam Cari Keterlibatan Anggota Lain Terkait Djoko Tjandra

"Siapa pun nanti kalau yang terlibat pasti ditindak lanjuti,” ujar Argo.

Basarnas Fokus Cari Korban Kecelakaan Bus Maut di Pagaralam 6 Km dari TKP
Indonesia
Basarnas Fokus Cari Korban Kecelakaan Bus Maut di Pagaralam 6 Km dari TKP

Mereka akan melakukan penyelaman termasuk di sekitar bus yang masuk jurang

Masyarakat Terkesan Malas Laporkan Pelanggaran Calon Kepala Daerah ke Media Sosial
Indonesia
Masyarakat Terkesan Malas Laporkan Pelanggaran Calon Kepala Daerah ke Media Sosial

“Partisipasi masyarakat yang melapor masih kurang. Padahal caranya mudah,” ucapnya

Ayah Yodi Prabowo: Masa Iya Orang Bunuh Diri Bajunya Bersih
Indonesia
Ayah Yodi Prabowo: Masa Iya Orang Bunuh Diri Bajunya Bersih

Terkait jasad Yodi yang baru ditemukan dua sampai tiga hari kemudian, Suwandi merasa tak bisa dijadikan alibi.

Datangi UEA, BPOM Awasi Langsung Pengembangan Vaksin COVID Sebelum Disuplai ke Indonesia
Indonesia
Datangi UEA, BPOM Awasi Langsung Pengembangan Vaksin COVID Sebelum Disuplai ke Indonesia

Kepala Badan POM Penny K Lukito langsung melakukan kunjungan kerja di Uni Emirat Arab (UEA).

Akumulasi Kekecewaan Pada Jokowi
Indonesia
Akumulasi Kekecewaan Pada Jokowi

Peristiwa penolakan UU Cipta Kerja merupakan akumulasi dari kekecewaan masyarakat terhadap periode kedua pemerintahan Joko Widodo, tidak bisa dilihat semata-mata karena UU Omnibus Law.

Aplikasi Nabung Tanah, Mudahkan Warga Dapat Rumah
Home Lifestyle
Aplikasi Nabung Tanah, Mudahkan Warga Dapat Rumah

Aplikasi ini dilatarbelakangi oleh tingginya kebutuhan akan hunian, namun harga rumah dan tanah terus melambung.