Limun Oriental, Bertahan di Tengah Gempuran Minuman Modern Limun Oriental cap Nyonya yang sudah masuk pada lima generasi. (Foto: instagram@hildafah6)

MUNGKIN tidak ada yang mengenal Limun Oriental cap Nyonya yang berasal dari Kota Pekalongan. Padahal minuman berkarbonasi ini usianya jauh lebih tua dari minuman ringan yang sama yang dikenal oleh masyarakat.

Limun Oriental cap Nyonya sudah ada sejak awal tahun 1920-an. Minuman yang diproduksi di Kota Pekalongan ini surut namanya di tahun 1980-an. Namun minuman ringan ini tidaklah mati seperti rekan-rekannya yang lain. Malahan terus bertahan.

1. Minuman yang ada di meja para priyayi dan bangsawan

limun oriental cap nyonya
Limun Oriental cap Nyonya yang jadi minuman bangsawan di zamannya. (Foto: instagram@limunoriental)

Pada zamannya Limun Oriental cap Nyonya ini adalah minuman kaum priyayi, bangsawan dan pembesar lainnya. Minuman bergengsi kala itu. Wajar saja pada waktu itu hanya kaum berduit saja yang mampu membelinya.

Minuman ringan yang diformulasikan dari asam sitrat, sari buah dan karbondioksida itu dikenal oleh warga Kota Pekalongan sebagai limun beruap. Njoo Giek Lien, orang yang paling bertanggungjawab terciptanya resep Limun Oriental cap Nyoya ini. Kelebihan limun ini adalah racikan yang tepat gula yang digunakannya.

2. Lima generasi pembuat Limun Oriental cap Nyonya

limun oriental cap nyonya
Banyak pilihan rasa untuk menikmati minuman ringan ini. (Foto: instagram@marhaenirumiasih)

Generasi kelima yang saat ini memproduksi limun itu masih bertahan dengan konsep yang sama. Limun ini memproduksi jenis minumannya seperti nanas, moka, frambos, sirsak, lemon dan air soda. Harga jual sekarang hanya sekitar Rp7 ribu dengan botol dibawa pulang. Sedangkan menghabiskan di tempat hanya membayar Rp.5 ribu.

Pabriknya masih berada di lokasi lamanya di Panjang Wetan, Pekalongan Utara, Kota Pekalongan. Bangunan pabriknya mudah dikenali masih berarsitektur kolonial. Sedangkan rumah pemiliknya berada dalam satu kompleks. Kalau kamu mau dapat berkunjung ke pabrik ini setiap hari kecuali hari Jumat dan hari-hari besar. Kamu dapat melihat semuanya masih dikerjakan dengan tangan tanpa mesin. (psr)

Kredit : paksi

Tags Artikel Ini

Paksi Suryo Raharjo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH