Teknologi
Limbah Bir Bisa Jadi Energi Terbarukan Bir basi dapat menghasilkan energi. (Foto: Unsplash/Tatiana Rodriguez)

SELAMA pandemi ini, jutaan liter bir telah ditemukan basi di bar dan klub di seluruh Australia. Namun daripada semuanya dibiarkan menjadi sia-sia, bir yang sudah kadaluwarsa ini diubah dan diproses menjadi energi terbarukan. Bertujuan untuk membantu menjalankan pabrik pengolahan air limbah.

Mengubah bir menjadi energi ternyata tidak serumit yang bisa kamu bayangkan. Bir akan terurai di bawah suhu tinggi di dalam sebuah tangki digester berukuran besar. Caranya adalah dengan menggunakan proses bakteri alami yang akan melepaskan biogas. Pada gilirannya, biogas ini akan menghasilkan listrik.

Baca juga:

Aspal dari Daur Ulang Ban Bekas

1
Proses mengubah bir menjadi energi tidaklah rumit. (Foto: Pixabay/tookapic)

Di SA Water’s Glenelg Wastewater Treatment Plant, tepat di sebelah barat Adelaide, bir-bir tersebut dikombinasikan dengan jenis limbah lain, seperti kotoran dari selokan. Secara bersama-sama, campuran menciptakan biogas yang kuat yang digunakan untuk memberi daya pada seluruh fasilitas.

Pabrik air limbah telah merencanakan menggunakan kembali 150.000 liter bir kadaluwarsa setiap minggu yang cukup untuk menghasilkan energi bagi 1.200 rumah secara total. Sebagai hasilnya, pembangkit listrik telah menyaksikan peningkatan pembangkit energi terbarukan menjadi 654 megawatt jam dalam satu bulan.

“Program pencernaan bersama Glenelg menambah limbah organik berkekuatan tinggi hasil industri menjadi lumpur melalui proses pengolahan limbah,” jelas Manajer Senior SA Water Lisa Hannant.

Baca juga:

Rambut Manusia dan Bulu Anjing Mampu Atasi Tumpahan Minyak

bir
150.000 liter bir basi akan digunakan kembali setiap minggu. (Foto: Unsplash/mnm all)

Melansir dari laman Euro News, mengkonfirmasi jika proses tersebut memicu pembangkit energi yang mencapai rekor di fasilitas air limbah.

"Memanfaatkan kekuatan biogas melalui mesin gas kami di lokasi, menciptakan energi terbarukan untuk pabrik pengolahan dan alternatif berkelanjutan untuk limbah industri yang sulit untuk dibuang dan diolah," kata Hannant.

Menggunakan bir untuk menciptakan energi terbarukan hanyalah salah satu contoh tindakan adaptif yang harus diambil industri di tengah pembatasan COVID-19.

"Industri ini tetap tangguh dan beradaptasi untuk memastikan sumber daya mereka tidak terbuang sia-sia, sambil memungkinkan hasil bagi lingkungan," Hannant menyimpulkan. (lgi)

Baca juga:

Proyek Ini Mengubah Emisi CO2 Menjadi Pakan Ternak

Penulis : Leonard Leonard
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Gara-Gara Pandemi, Aturan Oscar 2021 Diubah
ShowBiz
Gara-Gara Pandemi, Aturan Oscar 2021 Diubah

Oscar akan digelar pada 28 Februari 2021.

Ini Tanda-Tanda Orangtua Terlalu Protek
Fun
Ini Tanda-Tanda Orangtua Terlalu Protek

Terkadang orangtua malah menjadikan anaknya seperti boneka kaca.

Mengkritik Grup Idola K-Pop Terkenal, Berani?
ShowBiz
Mengkritik Grup Idola K-Pop Terkenal, Berani?

Melihat budaya ini, banyak orang jadi tidak berani berpendapat karena takut dikira haters dan dirundung sama para penggemar.

Rihanna: Album Terbaru Bakal Terinspirasi dari Musik Reggae
ShowBiz
Rihanna: Album Terbaru Bakal Terinspirasi dari Musik Reggae

Rihanna Mengklaim Album Terbarunya Tidak Akan Membuat Penggemar Kecewa

Playstore Hilangkan Aplikasi Barcode Scanner
Fun
Playstore Hilangkan Aplikasi Barcode Scanner

Playstore melakukan ini karena menemukan malware.

Ratu Elizabeth II Punya Alasan Kerap Memakai Sarung Tangan
Fun
Ratu Elizabeth II Punya Alasan Kerap Memakai Sarung Tangan

Ratu Elizabeth II dikenal selalu mengenakan sarung tangan ketika tampil di publik.

Hampir Tamat, Bagaimana Akhir Cerita ‘The Uncanny Counter’?
ShowBiz
Hampir Tamat, Bagaimana Akhir Cerita ‘The Uncanny Counter’?

Jalan cerita dan para pemain bikin penggemar menunggu sekuel keduanya.

Buka Pariwisata di Masa New Normal, 3 Negara ini Berikan Insentif
Travel
Nilai Kehidupan yang Bisa Dipetik dari Serial Bridgerton
ShowBiz
Nilai Kehidupan yang Bisa Dipetik dari Serial Bridgerton

menceritakan tentang kehidupan para aristokrat Regency London yang sedang memasuki musim perjodohan.