Lima Tipe Orang di Kelompok Belajar ini Pasti Pernah Kamu Temui! Ada saja di dalam kelompok belajar orang-orang yang berbeda dengan yang lainnya. (Foto: Pixabay/StockSnap)

MUNGKIN karena lima tipe orang inilah, Batman lebih suka untuk bekerja melindungi Gotham seorang diri. Lima tipe orang yang ada di kelompok belajar ini pasti pernah kamu temui semasa hidupmu. Entah itu pada zaman SMP, SMA, atau mungkin semasa kamu kuliah.

Orang-orang ini selalu ada, mungkin ada yang terlihat normal. Tapi begitu beberapa pertemuan, mereka akan melakukan hal ini. Atau mungkin ada juga orang yang memang terkenal oleh cibiran karena memang malas ataupun suka ngatur.

Inilah lima tipe orang di kelompok belajar yang rasanya "enggak banget" jika berada di kelompok kamu.


1. Orang yang kasat mata

belajar
Terkadang ada anggota yang tidak menampakan dirinya. (Foto: Pexels/Pixabay)


Orang ini selalu ada di waktu bersama guru ataupun dosen kamu. Namun ketika ia disuruh untuk kerja kelompok, Ada saja alasannya. Entah yang mau pergi bersama keluarga. Bisa jadi karena memang waktu ia untuk belajar lebih sempit daripada waktunya untuk kerja. Kalaupun ada wujudnya di dalam meeting kelompok, ia akan benar-benar tak terlihat atau bisa dibilang sibuk sendiri.


2. Diam seribu bahasa

belajar
Ada tipe yang hanya diam saja tak pernah bersuara. (Foto: Pixabay/Alexas_Fotos)

Biasanya orang ini akan selalu 'dikacangin' ketika berada dalam diskusi kelompok. Apalagi jika amit-amitnya, orang ini akan dilaporkan ke dosen atau gurunya karena tidak ada kontribusi. Padahal bisa jadi dia memiliki banyak ide yang bisa didiskusikan bersama teman-temannya.

Kata-kata seperti "ansos" maupun "freak" pun sudah menjadi label untuk orang-orang ini, namun mau dikatakan apalagi? Kita itu di kelompok belajar itu memang harus lebih proaktif dalam berdiskusi, selain menambah ilmu pun orang-orang di kelompokmu akan lebih bisa mengerti apa yang ingin kamu bagikan ke mereka.

3. Ambil inisiatif awal, mengumpulkan belakangan

belajar
Awalnya berinisiatif mengambil tugas namun dikumpulkan belakangan. (Foto: Pixabay/StockSnap)


"Aku mau mengerjakan soal nomor ini ya?" kata-kata tersebut terlonar lewat mulutnya sesaat ia menerima tugas. Namun apa yang terjadi setelahnya? Hingga hari H kamu ingin mengumpulkan tugasnya, soal tersebut belum dia selesaikan. Bahkan ia mengerjakan soal tersebut di hari itu juga. Orang-orang seperti ini biasanya memang harus 'digeber' agar bisa langsung mengerjakan tugas tersebut, jika tidak mungkin sudah menjadi bencana untuk kamu.


4. Yang penuh janji manis di mulut

belajar
Yang hanya janji-janji manis tanpa realisasi. (Foto: Pexels/Startup Stock Photos)

"Aku janji akan membawa alat musik ini untuk belajar bermusik bersama kalian?" janji ini, janji itu. Namun pada saat pertemuan selanjutnya, ada saja alasannya. Apalagi dengan kata ‘maaf’ pun sudah biasa didengar lewat mulut manisnya. Mari kita berpikiran kritis dalam kerja kelompok, lakukan apapun yang kita bisa. Jika kamu tidak bisa melakukan hal ini, lebih baik kamu mengerjakan hal itu. Jadi kamu tidak harus berjanji kepada orang lain untuk hal ini itu yang memang kamu benar-benar tidak bisa lakukan.


5. Tukang ngatur

belajar
Ada saja orang yang suka mengatur. (Foto: Pexels/LinkedIn Sales Navigation)


Inilah orang yang paling tidak disukai bahkan memang sering dicibir oleh orang lain karena sifatnya yang suka mengontrol. Orang ini akan selalu aktif dan bahkan saat santai pun ia habiskan untuk mengontrol teman kelompoknya. Mungkin maksudnya baik ia peduli dengan temannya dan tugas kelompok tersebut. (dnz)


Tags Artikel Ini

Paksi Suryo Raharjo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH