Lima Hal yang Harus Dilakukan Real Madrid Agar Tetap Jadi Tim Juara Para pemain Real Madrid rayakan Juara Piala Super Eropa (Foto: Twitter @realmadrid)

MerahPutih.Com - Real Madrid belum melakukan apa-apa di busra transfer yang sebentar lagi akan berakhir. Tak ada mega transfer atau pemain bintang baru yang masuk daftar skuat Zinedine Zidane.

Sementara sebelum musim kompetisi 2017/2018 bergulir, Real Madrid dibebani sejumlah prestasi gemilang di musim lalu. Juara Liga Spanyol, Juara Liga Champions dan terbaru, Juara Piala Super Eropa. Nah, apa yang harus dilakukan Real Madrid agar tetap menjaga posisi kampiunnya di La Liga dan Liga Champions musim ini?

Berdasarkan catatan ESPN FC Rabu (9/8) setidaknya ada lima hal yang harus dilakuan Cristiano Ronaldo dan kawan-kawannya agar tetap menjadi klub terbaik di benua biru.

Pertama: Pertahankan Gelar. Saban orang bilang lebih mudah meraih posisi puncak daripada mempertahankannya. Salah satu hal penting dan memabukan dalam olahraga adalah bagaimana berjuang menjadi juara dan mempertahankannya. Setiap kemenangan selalu memberikan sensasi baru bagi siapa saja.

Real Madrid berhasil mematahkan dominasi Barcelona sejak tahun 2008. Dan ancaman terbesar Real Madrid dalam mempertahankan gelar tentu saja datang dari Barcelona. Jadi saat ini, prioritas utama Real Madrid yakni menjaga gelar juara La Liga agar tetap berada di Santiago Barnebeu. Barcelona bersama Lionel Messi pastinya tidak ingin Real Madrid kembali meraih gelar juara La Liga musim 2017/2018. Sementara bagi manajer, pemain dan fans El Real, pertahankan gelar juara adalah keharusan dan pembuktian sebagai klub terbaik dunia.

Kedua: Tunjukan Kesabaran. Mungkin saat ini seluruh skuat dan fans Real Madrid begitu tenggelam dalam euforia kemenangan dan sukacita menjadi sang juara. Tapi jangan lengah dan terbuai sebab era kepelatihan Zinedine Zidane masih seumur jagung dan belum teruji. Meski sudah meraih sejumlah tropi dalam waktu 16 bulan masa kepelatihannya, Zidane memiliki sejumlah pekerjaan rumah yang rumit. Renegenasi skuat dan perang bintang antar pemain butuh kesabaran ekstra dalam menanganinya.

Perhatikan juga perbedaan visi starting eleven antara Presiden Florentino Perez dan sang manajer Zinedine Zidane. Sejumlah pemain muda yang coba diorbitkan Zidane ke tim utama sering dilego dan dijual sang presiden. Padahal salah satu sumber kekuatan tersembunyi Real Madrid saat ini terletak pada investasi para pemain mudanya.

Pelatih Real Madrid Zinedine Zidane

Pelatih Real Madrid Zinedine Zidane (Foto: Twitter @realmadrid)

Ketiga: Harus Sapu Bersih El Clasico. Bermain dalam sebuah kompetisi dengan salah satu rival abadi seperti Barcelona, pilihan logis bagi Real Madrid yakni sapu bersih laga El Clasico. Kemenangan atas Barcelona selain mengeliminir dominasi raksasa Catalan itu juga meningkatkan kepercayaan diri serta motivasi para pemain muda Los Merengues.

Faktanya setiap kali Real Madrid berhasil kandaskan Barca, kans klub ibu kota Spanyol itu untuk menjadi juara semakin besar. Secara strategis, Zidane tahu bagaimana meredam Messi cs.

Keempat: Tingkatkan produktivitas gol. Musim lalu produktivitas gol Real Madrid kalah dari Barcelona di ajang La Liga. Trio MSN terlalu perkasa dibandingkan trio BBC di Madrid. Kalah produktivitas gol dari Barca di musim lalu justru sekarang diperparah dengan hengkangnya Alvaro Morata dan James Rodriguez. Zinedine Zidane harus cepat mencari pengganti Morata jika ingin timnya mengejar bahkan melampaui koleksi gol pemain Barca. Kylian Mbappe bisa menjadi solusi atas masalah ini.

Selain pemain baru, Real Madrid harus bekerja keras mengolah mesin golnya melalui sosok talenta muda seperti Lucas Vazquez, Marco Asensio dan Mateo Kovacic. Semua tahu dalam diri para pemain muda ini selalu muncul gol telat yang mencengangkan.

Kelima: Kebahagiaan Zidane Adalah Kunci. Sudah jadi rahasia umum keperkasaan Real Madrid mendominasi Spanyol dan Eropa di musim ini tidak terlepas dari sentuhan tangan dingin Zinedine Zidane. Tak ada yang menyangka bahwa legenda hidup Prancis dan Real Madrid itu begitu cepat menorehkan prestasi gemilang sebagai pelatih. Padahal Zidane ditunjuk memimpin Ronaldo dan kawan-kawan hanya bermodalkan asisten pelatih.

Kejeniusan, motivasi, keseimbagan dan profesionalisme yang disuntikan Zidane kepada skuatnya benar-benar membuahkan hasil luar biasa. Kharima dan kepemimpinan pria berdarah Aljazair itu mampu meredam ego “kebintangan” pada sejumlah pemainnya seperti Ronaldo, Bale dan Benzema. Salah satu kesuksesan Zidane adalah bisa membujuk Ronaldo duduk di bangku cadangan di beberapa pertandingan La Liga dan itu tak pernah bisa dilakukan para pelatih sebelumnya.

Jadi jika Real Madrid ingin mempertahankan gelar dan tetap menjadi klub terbaik di Spanyol serta Eropa maka pertahankan Zinedine Zidane dan tetap membuatnya bahagia sebagai manajer klub para bintang. Dan semua itu tergantung Florentino Perez.

Sumber: ESPN FC



Eddy Flo

YOU MAY ALSO LIKE