Lima Faktor Yang Bikin Pinjol Ilegal Menjamur di Tanah Air Ilustrasi uang rupiah. (Foto: Antara)

MerahPutih.com - Satgas Waspada Investasi (SWI) terus memberantas pinjaman online (pinjol) ilegal dengan menutup 116 entitas pinjol ilegal yang ditemukan dalam patroli siber masih beroperasi di internet dan aplikasi di jaringan telekomunikasi seluler di bulan November 2021. Sejak tahun 2018 sampai. Oktober 2021, SWI sudah menutup sebanyak 3.631 pinjol ilegal.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) RI mengungkap sejumlah faktor mengapa pinjaman daring (pinjol) ilegal masih menjamur di Indonesia. Setidaknya ada lima hal yang menjadi faktor dari isu tersebut.

Baca Juga:

Siasat AFTECH Berantas Menjamurnya Pinjol Ilegal

"Ada lima faktor kenapa pinjol ilegal ini bisa subur di Indonesia. Pertama, adalah dari sisi peminjam. Ada faktor bahwa mereka terdesak untuk kebutuhan-kebutuhan yang ditunda, dan memenuhi gaya hidup. Itu menjadi pemicu mereka masuk (ke pinjol ilegal)," kata Menurut Deputi Direktur Pengaturan, Perizinan, dan Pengembangan Fintech OJK Munawar Kasan, Rabu (1/12).

Munawar mengatakan, faktor kedua adalah mudahnya membuat situs dan aplikasi di internet. Meskipun pemerintah telah memblokir ribuan situs dan aplikasi pinjol ilegal, upaya ini masih berat karena banyak situs ilegal baru yang bermunculan.

"Yang diblokir 3.600-an lebih tapi itu nanti tumbuh lagi, dan lagi, karena terlalu mudah untuk dibuat. Tinggal dimasukan Google PlayStore sudah bisa running. Kami bersama Kominfo sudah berkoordinasi dengan Google dan mudah-mudahan ini bisa lebih efektif. Tapi, yang kita lihat, membuat aplikasi dan situs itu mudah sekali," papar dia.

Faktor ketiga adalah kemudahan berutang. Jika dibandingkan sebelum adanya tekfin, masyarakat cenderung malu dan enggan untuk berutang terus-terusan ke tetangga, saudara, dan kerabat dan lebih gampang berutang ke Pinjol.

Selanjutnya, adalah faktor rendahnya literasi keuangan dan digital. Menurut Munawar, masih banyak orang yang tidak tahu apakah sebuah aplikasi atau situs pinjol ini legal atau tidak.

"Mereka tidak tahu dan masuk saja. Masyarakat dapat SMS, langsung klik (tautannya), terpapar iklan di YouTube, mereka klik, dan itu lebih gampang. Sudah ada berbagai upaya di kanal edukasi yang sudah kami lakukan namun masih ada yang terjebak," katanya.

Baca Juga:

Presiden Jokowi hingga Puan Maharani Digugat ke Pengadilan Gegara Pinjol

Adapun faktor kelima adalah dukungan piranti hukum yang belum memadai. Munawar mengatakan, sampai sekarang, masih belum ada undang-undang yang mengatur tentang tekfin peminjaman (fintech lending).

Ia menegaskan, pemerintah memiliki aturan yang mendekati isu tersebut melalui UU No. 9 Tahun 2016 tentang Pencegahan dan Penanganan Krisis Sistem Keuangan (UU PPSK).

"Kalau nanti di UU PPSK ini (isu pinjol ilegal) bisa masuk, ada kita usulkan bahwa pelaku/penyelenggara pinjol wajib berizin di otoritas. Kalau tidak patuh, maka akan dinyatakan ilegal dan dipidana," kata Munawar. (Asp)

Baca Juga:

Satgas Waspada Investasi Sudah Blokir 3.631 Pinjol Ilegal

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Langkah Airlangga Hadapi Krisis Pangan Global
Indonesia
Langkah Airlangga Hadapi Krisis Pangan Global

Pemerintah akan memberikan bantuan beras tahun 2022 untuk 19,14 juta Keluarga Penerima.

DPR Desak Pemerintah Jelaskan soal FIR dengan Singapura
Indonesia
DPR Desak Pemerintah Jelaskan soal FIR dengan Singapura

Anggota Komisi 1 DPR RI dari Fraksi PKS, Sukamta mendesak pemerintah untuk bersikap transparan menjelaskan detail isi kesepakatan yang telah ditandatangani.

[HOAKS atau FAKTA]: Bank Permata Tawarkan Pinjaman Rp 500 Juta Tanpa Agunan
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Bank Permata Tawarkan Pinjaman Rp 500 Juta Tanpa Agunan

Beredar informasi sebuah pesan berantai melalui SMS mengenai Permata Bank yang kini tengah menawarkan pinjaman dana mulai dari Rp 5 juta hingga Rp 500 juta tanpa agunan/survei.

[HOAKS atau FAKTA]: Ilmuwan Pembuat COVID-19 Akhirnya Ditangkap
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Ilmuwan Pembuat COVID-19 Akhirnya Ditangkap

Beredar unggahan video di media sosial Facebook yang menampilkan seorang pria yang ditangkap oleh pihak kepolisian dan diliput oleh banyak wartawan.

Anies Sebut Formula E Kuatkan Peran Jakarta sebagai Pusat Perekonomian
Indonesia
Anies Sebut Formula E Kuatkan Peran Jakarta sebagai Pusat Perekonomian

"Formula E diharapkan bisa makin menguatkan peran Jakarta sebagai salah satu pusat perekonomian," kata Anies di pendopo Balai Kota Jakarta, Senin (29/11).

Polri Pamer Sejumlah Pencapaian di Usia Ke-76 Tahun
Indonesia
Polri Pamer Sejumlah Pencapaian di Usia Ke-76 Tahun

Kepolisian Republik Indonesia (Polri) tepat berusia 76 tahun hari ini, 1 Juli 2022.

Korban Pelecehan Herry Wirawan Dinilai Sulit Dapat Ganti Rugi dari Negara
Indonesia
Korban Pelecehan Herry Wirawan Dinilai Sulit Dapat Ganti Rugi dari Negara

ICJR memandang para korban berpotensi kesulitan untuk memperoleh ganti rugi tersebut.

Odong-odong Dilarang Beroperasi di Jalan Umum
Indonesia
Odong-odong Dilarang Beroperasi di Jalan Umum

Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri pun mengeluarkan larangan pengoperasian odong-odong di jalan.

Tak Penuhi Syarat, Ribuan Penumpang Kereta Jarak Jauh Gagal Berangkat
Indonesia
Tak Penuhi Syarat, Ribuan Penumpang Kereta Jarak Jauh Gagal Berangkat

Adapun ketentuan perjalanan penumpang kereta api jarak jauh (KAJJ) mulai 3 Januari 2022 kembali mengacu pada Surat Edaran Kementerian Perhubungan Nomor 97 Tahun 2021

Giring Mainkan Politik Identitas, Pengamat Ungkap Dua Ancaman bagi PSI
Indonesia
Giring Mainkan Politik Identitas, Pengamat Ungkap Dua Ancaman bagi PSI

Terkait gaya kritiknya itu, Umam menilai ada dua ancaman yang berpotensi akan dihadapi oleh PSI.