Image
Author by : Agus Darmawan/Agus Pea (Sumber: Facebook/MP/fachruddinchalik)

Agus Pea pernah membentuk sebuah geng yang diberi nama, Boltacos. Anggotanya anak-anak. Menurut keterangan Agus, Bol, berarti dubur. Untuk arti Tacos, dari kata Tai (kotoran) dan usus.

Anggota Boltacos rata-rata berusia di bawah 13 tahun. Mereka biasa berkumpul di sebuah bedeng, tempat tinggal Agus Pea, sambil pesta narkoba.

"Mereka kumpulin uang Rp20 ribu, Rp30 ribu, dan Rp50 ribu, untuk urunan ngeganja sama nyabu. Koordinatornya Agus," ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (9/10).

Polisi memeriksa anak-anak geng Boltacos dan menemukan bukti bahwa Agus Pea selain membunuh PNF, ia pernah mencabuli T, perempuan usia 15 tahun. Saat itu, T menginap di bedeng Agus Pea.

"Ada lagi U bercerita pada T, bahwa saudari Y pernah hamil tiga bulan dan digugurkan atas perintah Agus," kata Krishna.

 

Image
Author by : Tim DVI mengambil barang bukti setelah olah TKP di kediaman tersangka pencabulan, Agus Pea, Kalideres, Jakarta Barat, Jumat (9/10). (Foto: MerahPutih

Kejahatan lain Agus adalah menkonsumsi Narkoba. Bahkan, ia juga kerap melakukan pesta barang haram itu bersama anak-anak didikannya.

"Waktu itu dipanggil ke belakang rumah Om Agus, saya disuruh pakai ganja, terus disuruh minum jamu (sejenis miras) terus juga disuruh make shabu-shabu. 'enggak mau ah', tapi dipaksa, om Agus terus bilang 'katanya mau jadi jagoan tapi sama kaya gini enggak kuat'," terang A menirukan ucapan Agus Pea saat disambangi beberapa wartawan di kediamannya Jalan Peta Barat, Kalideres, Jakarta Barat, Jumat (9/10) malam.

Agus juga kerap keluar masuk penjara.Hal itu terungkap dari curhatan Agus di media sosial Facebook. "Terjebakku dalam narkoba sampai ku terpenjara," begitu kicau Agus Pea dalam akun Facebooknya yang dirilis pada 5 oktober 2011 silam.

 

 

Image
Author by : Warga menyaksikan olah TKP di kediaman tersangka pencabulan, Agus Pea, Kalideres, Jakarta Barat, Jumat (9/10). (Foto: MerahPutih/Fachruddin Chalik)

Agus Pea (39) membunuh bocah PNF alias Eneng dengan amat sadis. Anak pasangan Asep Saepuloh dan Ida Fitriyani itu ditemukan dalam kondisi tertelungkup ditemukan di dalam kardus di Kampung Belakang Jalan Sahabat RT 06/05 Kelurahan Kamal, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat pada Jumat malam sekira pukul 22:30 WIB. Kemaluan dan mulut korban berdarah serta tangan diikat lakban. Korban PNF ditemukan di dalam kardus tanpa mengenakan busana. Polisi mengungkapkan PNF meregang nyawa setelah dijerat oleh kabel charger HP dan Agus melakukan itu setelah memakai sabu-sabu. 

Image
Author by : Polisi melakukan olah TKP di kediaman tersangka pencabulan, Agus Pea, Kalideres, Jakarta Barat, Jumat (9/10). (Foto: MerahPutih/Fachruddin Chalik)

Tersangka pembunuh PNF alias Eneng, Agus Darmawan alias Agus Pea memilih tinggal di gubug dibandingkan dengan rumah mewahnya berlantai dua di Kampung Rawa Lele, Kalideres, Jakarta Barat.

Agus menjadi Broken Home setelah dikucilkan oleh keluarganya, karena sering keluar masuk penjara terlibat kasus narkoba. Ketua RT 04, Dadang mengatakan sudah lima bulan Agus tinggal di gubuk yang dijadikan tempat berkumpul anak-anak sekaligus tempat menghabisi nyawa Eneng.

"Kalau orang tuanya lama tinggal di sekitar sini. Si Agus juga tinggal bareng tadinya. Tapi gara-gara narkoba, saya sih denger-denger aja dia diusir gara-gara narkoba," kata Dadang dilokasi, Minggu (11/10/2015).

 

 

Image
Author by : Polisi melakukan olah TKP di kediaman tersangka pencabulan, Agus Pea, Kalideres, Jakarta Barat, Jumat (9/10). (Foto: MerahPutih/Fachruddin Chalik)

Ketua RT 04 Kampung Rawa Lele, Kalideres, Jakarta Barat, Dadang menuturkan, rumah keluarga Agus letaknya tak jauh dari gubug atau bedeng yang biasa ditempati Agus. Di dalam rumah tersebut, ada ibu kandung Agus, ayah tirinya, dan istri Agus serta anaknya.

Meski keluarga besarnya berada di rumah itu, Agus memilih untuk tinggal di gubug yang biasa dijadikan tempat berkumpul anak-anak.

"Ya ibaratnya pisah ranjang-lah sama istrinya, cerai sih enggak," jelas Dadang. (mad)

 

 

 


Bahaudin Marcopolo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH