Liga Champions dan Pertaruhan Masa Depan Zinedine Zidane di Real Madrid Zinedine Zidane. Foto: Ist

MerahPutih.com - Sudah dua tahun Zinedine Zidane membesut Real Madrid. Dalam kurun waktu tersebut, pelatih asal Prancis itu mempersembahkan delapan trofi untuk Los Blancos. Kesuksesan itu membuktikan bahwa Zidane tidak hanya sukses sebagai pemain melainkan juga saat menekuni karier kepelatihan.

Di awal kepelatihannya, Zidane memang diragukan. Tetapi, secara perlahan arsitek 45 tahun itu mampu membuktikan kapasitasnya dengan menyumbangkan dua trofi Liga Champions. Pencapaian tersebut membuat publik terkejut

Selain Liga Champions, Zidane juga mempersembahkan satu gelar La Liga, dan dua Piala Dunia Antarklub. Saat ditunjuk melatih Madrid, menggantikan Rafael Benitez yang dipecat petinggi klub, Zidane minim pengalaman. Karier kepelatihannya baru sekedar sebagai asisten pelatih Carlo Ancelotti dan pelatih Real Madrid Castilla.

Zinedine Zidane

Namun, karena sosoknya yang karismatik, Zidane disegani di ruang ganti Madrid yang dihuni pemain dengan ego besar - seperti Cristiano Ronaldo dan Sergio Ramos. Baru dua musim melatih, Zidane langsung memecahkan rekor sebagai pelatih yang mengantarkan El Real meraih dua titel Liga Champions beruntun. Madrid jadi tim pertama yang melakukannya di era modern.

Tetapi, realita sepak bola modern seringkali kejam bagi pelatih atau manajer klub. Kesuksesan dari segi trofi merupakan tolok ukur utama dalam menentukan kelangsungan karier mereka di satu klub. Zidane pun tidak lepas dari tekanan itu.

Musim ini, pasca menjuarai La Liga dan Liga Champions musim lalu, Madrid hanya berpotensi mempertahankan titel Liga Champions. Mereka kalah telak dari Barcelona yang sukses meraih trofi Copa del Rey dan La Liga. Itulah mengapa, belakangan ini masa depan Zidane di Madrid tengah menjadi buah bibir.

Bisa dikatakan, hasil di Liga Champions musim ini menentukan nasib Zidane di Madrid. Gagal meraihnya, bukan tidak mungkin Zidane kehilangan pekerjaannya di akhir musim nanti. Lantas, apa pendapat Zidane mengenai hal tersebut?

"Memenangi Liga Champions merupakan hal yang independen (lain cerita): saya ingin terus melatih klub ini. Tapi, apa yang menjadi perhatian sekarang adalah hal yang kami lakukan saat ini, bagaimana cara kami bermain nanti melawan Bayern (Munchen). Sisanya, kami tidak bisa berspekulasi tentangnya," tutur Zidane di Marca, Selasa (1/5).

Zinedine Zidane dan Cristiano Ronaldo. Foto: ist

"Saya tidak tahu jika saya bisa berkata saya menjadi pelatih yang lebih baik atau buruk (dibanding dua tahun lalu). Ya, saya punya pengalaman lebih. Ada banyak pelatih yang lebih baik dari saya, tapi, saya telah memiliki kesempatan untuk hidup dalam skuat Real Madrid saat ini dan melakukan hal-hal yang telah kami lakukan," paparnya.

Zidane tahu hal yang harus dilakukannya saat ini, ketimbang membahas rumor masa depannya di Bernabeu. Tugas terdekatnya saat ini adalah menyingkirkan Bayern di semifinal Liga Champions. Madrid memiliki keunggulan agresivitas gol tandang 2-1 dari leg pertama. Leg kedua berlangsung Rabu, 2 Mei 2018 pukul 01.45 dini hari WIB. (*/Bolaskor)



Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH