Liga 1 Berhenti, Wasit Asal Yogyakarta Ini Jadi Tenaga Medis Tangani Virus Corona Agus Fauzan. (Istimewa)

MerahPutih.com - Kompetisi Liga 1 dan Liga 2 dihentikan hingga 29 Mei 2020 akibat wabah COVID-19. Hal itu membuat Agus Fauzan kembali ke barak di Akademi Angkatan Udara (AAU) Yogyakarta.

Wasit asal Kota Gudeg itu langsung mendapatkan tugas berat. Sebagai prajurit, ia ditugaskan menjadi orang terdepan yang melakukan pengecekan Virus Corona (COVID-19) terharap orang-orang yang masuk ke kesatuan tersebut.

Baca Juga

PSSI dan PT LIB Tunggu Uang Sponsor, Nasib Gaji Wasit Mengambang di Tengah Force Majeure Kompetisi

Agus merupakan salah satu bagian dari TNI Angkatan Udara, saat ini ia memiliki pangkat Sersan Dua (Serdu). Dalam masa darurat pandemi Virus Corona, Agus ditugaskan oleh pimpinannya untuk menjadi tenaga medis di Yogyakarta.

Agus Fauzan. (Istimewa)
Agus Fauzan. (Istimewa)

Tugasnya melakukan sterilisasi ruangan ataupun membantu kesatria TNI lainnya yang sibuk keluar-masuk membantu tenaga medis di Yogyakarta dan sekitarnya. Ia juga bertugas menyemprotkan cairan desinfektan kesetiap kesataria yang masuk.

"Kebetulan saya saat ini berdinas di satuan kesehatan Akademi Angkatan Udara, jadi saat sekarang disibukan dengan ikut dalam penanggulangan dan pencegahan penyebaran Virus Corona di daerah tempat saya bertugas," kata Agus ketika dihubungi oleh BolaSkor.com, Jumat (3/4)

"Di awal kami melakukan pemantauan dan penyemprotan desinfektan dengan APD yang seadanya. Tapi sekarang alhamdulillah kami sudah dikirim APD tiga hari yang lalu dan ini sangat berguna bagi kami yang sedang bertugas seperti ini," tambahnya.

Wasit yang memimpin pertandingan Persib Bandung melawan Persela Lamongan ini mengaku saat ini para warga yang ada di Yogyakarta sudah sangat peduli terhardap Virus Corona. Bahkan mereka sudah mengikuti aturan pemerintah untuk tidak berpergian dari rumah.

"Sepengetahuan saya, sekarang sudah banyak warga yang sadar akan Virus Corona ini. Mereka pun sudah melakukan social distancing dan tidak berpergian dari rumah untuk mencegah penyebaran virus ini," tambahnya.

Agus Fauzan. (Istimewa)
Agus Fauzan. (Istimewa)

Di tengah pandemi ini, Agus masih memikirkan rekan-rekan-rekan wasit yang tidak memiliki pekerjaan tetap selain wasit. Bahkan ia mengaku ikut merasakan apa yang dirasakan oleh rekan-rekan wasit lainnya yang tidak memiliki penghasilan tetap dari wasit.

"Alhamdulillah kalau saya masih ada pendapatan. Jujur saya merasa prihatin dengan rekan-rekan lainnya. Kami sesama korps wasit, jadi secara tidak langsung ikut merasakan yang rekan-rekan kami rasakan di luar sana," tutur Agus.

"Selama ini kami selalu melakukan komunikasi dengan baik. Saya pribadi bersyukur teman-teman dalam keadaan yang baik dan tidak ada yang sakit. Saya berharap semoga virus ini segera berlalu dan situasi kembali normal kembali," ujar Agus.

Baca Juga

Ironi Wasit di Indonesia Akibat Virus Corona, Kompetisi Terhenti Gaji Berhenti

Sebelumnya Agus mengusulkan, agar PSSI memerhatikan kondisi wasit selama kompetisi dihentikan. Pasalnya pengadil juga bagian utama dari kompetisi, dan banyak dari mereka yang tidak punya penghasilan tetap selain dari wasit.

"Ya kami lemahnya di situ. Kami jelas tidak ada kontrak, kami dibayar per pertandingan. Mungki harapkan kmi sedikit bantuan (dari PSSI). Karena ada teman-teman (wasit) yang mungkin tidak ada pekerjaan lain selain menjadi wasit. Mungkin itu yang di pihak atas (PSSI) yang akan mengusulkan," pungkasnya. (*)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Dirut BPJS Ketenagakerjaan Berinisial AS Diperiksa Kejagung
Indonesia
Dirut BPJS Ketenagakerjaan Berinisial AS Diperiksa Kejagung

Para saksi dimintai keterangan guna mencari fakta hukum

Bamsoet Ingatkan Negara Punya Tahapan Kritis Hadapi Pagebluk COVID-19
Indonesia
Bamsoet Ingatkan Negara Punya Tahapan Kritis Hadapi Pagebluk COVID-19

Pemerintah tidak mengorbankan sektor kesehatan dengan membuka aktivitas ekonomi di tengah pandemi COVID-19

Pelaku Pengambil Paksa Jenazah Corona di Makassar Dipastikan Reaktif COVID-19
Indonesia
Pelaku Pengambil Paksa Jenazah Corona di Makassar Dipastikan Reaktif COVID-19

"Setelah diperiksa rapid test akan diisolasi, namun proses pidananya tetap berjalan," katanya.

 Update Corona DKI: 1.143 Positif, 111 Meninggal Dunia, 58 Orang Sembuh
Indonesia
Update Corona DKI: 1.143 Positif, 111 Meninggal Dunia, 58 Orang Sembuh

Dari 1.143 yang positif, ada 111 orang meninggal dunia dan sebanyak 728 pasien masih dirawat di rumah sakit. Data itu tercatat pada Minggu (5/4) sekitar pukul 13.00 WIB.

Masih Keluarkan Guguran, Sultan Minta Pengungsi Merapi Tidak Balik Rumah
Indonesia
Masih Keluarkan Guguran, Sultan Minta Pengungsi Merapi Tidak Balik Rumah

BPPTKG mempertahankan status Gunung Merapi pada Level III atau Siaga. Potensi bahaya akibat erupsi Merapi diperkirakan maksimal dalam radius lima kilometer dari puncak.

[HOAKS atau FAKTA]: Saat New Normal, Orang di Atas 50 Tahun Dilarang Masuk Mal, Makan di Cafe, dan Olahraga di Gym
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Saat New Normal, Orang di Atas 50 Tahun Dilarang Masuk Mal, Makan di Cafe, dan Olahraga di Gym

Narasi tersebut beredar dalam beberapa waktu terakhir dan cukup menjadi tanda tanya besar di masyarakat.

Dituduh Genosida Pada Uighur, Tiongkok Jatuhkan Sanksi Pada Pejabat Era Trump
Dunia
Dituduh Genosida Pada Uighur, Tiongkok Jatuhkan Sanksi Pada Pejabat Era Trump

Pompeo dan yang lain dinilai telah merencanakan, mempromosikan dan melaksanakan serangkaian langkah gila, dengan mencampuri urusan dalam negeri China.

 Dua Adik Ipar Nurhadi Batal Diperiksa KPK, Minta Dijadwal Ulang
Indonesia
Dua Adik Ipar Nurhadi Batal Diperiksa KPK, Minta Dijadwal Ulang

Rahmat dan Subhannur yang berprofesi sebagai advokat sedianya diperiksa sebagai saksi untuk melengkapi berkas penyidikan dengan tersangka Hiendra Soenjoto, selaku Direktur PT Multicon Indrajaya Terminl.

Satu Pasien Corona yang Dirawat di RSPI Meninggal
Indonesia
Satu Pasien Corona yang Dirawat di RSPI Meninggal

Pasien itu belum diketahui apakah mengidap virus corona

Pembebasan Pajak Beli Rumah Geliatkan Sektor Properti
KPR
Pembebasan Pajak Beli Rumah Geliatkan Sektor Properti

Dalam jangka menengah juga dapat menggeliatkan kembali sektor properti dan memulihkan perekonomian secara keseluruhan.