Libur Panjang di Akhir Oktober, Masyarakat Diminta Batasi Acara Keluarga Ilustrasi berwisata. (Foto: Teresa Ika).

MerahPutih.com - Akhir Oktober ini, akan diisi libur yang cukup panjang. Pemerintah mengimbau masyarakat untuk membatasi acara-acara keluarga. Hal ini karena banyak kasus terpapar COVID-19 karena pertemuan keluarga.

"Kami sangat berharap kerja sama dari semua komponen, sampai dengan pelaksanaan libur panjang yang akan datang, untuk senantiasa menyampaikan pesan liburan aman nyaman tanpa kerumunan," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) Doni Monardo

Ia mengatakan pemerintah tidak melarang warga mengisi libur panjang dengan liburan atau berwisata, namun waspada terhadap penularan COVID-19 saat libur panjang.

Baca Juga:

Jabar Siap-siap Sambut Vaksinasi COVID-19 Gelombang I

"Liburan yang aman dan nyaman itu penting, tapi juga harus disadari bahwa liburan itu bisa menimbulkan masalah kesehatan apabila tidak mematuhi (protokol kesehatan)," katanya.

Pemerintah, kata ia, telah menerapkan sejumlah langkah dalam menghapi libur pajang. Pertama, Satuan Tugas (Satgas) COVID-19 telah menginstruksikan sejumlah pengelola tempat wisata alam agar maksimal pengunjung hanya 50 persen kapasitas maksimum tempat tersebut.

Kepala BNPB Doni Monardo
Kepala BNPB Doni Monardo. (Foto Antara).

Kedua, Satgas COVID-19 meminta aparat daerah khususnya Satuan Polisi Pamong Praja, serta aparat TNI/ Polri di daerah agar mengawasi pelaksanaan instruksi tersebut.

Ketiga, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) akan mengumpulkan para Gubernur, termasuk Bupati/ Wali Kota melalui webinar, dalam rangka menyampaikan sejumlah prosedur operasional standar yang terkait dengan masalah upaya mitigasi menghadapi libur panjang.

Keempat, selama sebelum pelaksanaan libur cuti bersama, Satgas COVID-19 telah mengimbau masyarakat untuk bisa meluangkan waktu melakukan kegiatan merawat alam dan kelima pemerintah mengimbau masyarakat untuk membatasi acara-acara keluarga.

Baca Juga:

PMI Solo Sediakan Plasma Konvalesen, 9 Orang Dinyatakan Sembuh dari COVID-19

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kasus Baku Hantam Anggota Pemuda Pancasila dan Debt Collector Berakhir Damai
Indonesia
Kasus Baku Hantam Anggota Pemuda Pancasila dan Debt Collector Berakhir Damai

Kasus baku hantam antara anggota Pemuda Pancasila dengan debt collector di Cempaka Putih, Jakarta Pusat, viral di media sosial.

PKS: Kekosongan Vaksin Jangan Sampai Jadi Hambatan Percepat Herd Immunity
Indonesia
PKS: Kekosongan Vaksin Jangan Sampai Jadi Hambatan Percepat Herd Immunity

Bio Farma mengakui pasokan vaksin COVID-19 tidak mencukupi target percepatan vaksinasi dari pemerintah.

Selama PSBB Transisi, Anies Janji Perkuat Tracing
Indonesia
Selama PSBB Transisi, Anies Janji Perkuat Tracing

Pemprov DKI Jakarta telah berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat untuk memutuskan menerapkan kembali PSBB Masa Transisi, dengan sejumlah ketentuan baru yang harus dipatuhi oleh semua pihak.

Pengamat Yakin KLB Partai Demokrat Salahi AD/ART
Indonesia
Pengamat Yakin KLB Partai Demokrat Salahi AD/ART

KLB tersebut ilegal karena tidak memenuhi syarat-syarat AD/ART

Anak Buah Anies Akui Persentase Warga Pakai Masker Hanya 20 Persen
Indonesia
Anak Buah Anies Akui Persentase Warga Pakai Masker Hanya 20 Persen

Terjadi penurunan kesadaran masyarakat dalam menggunakan masker sebagai pelindung dari paparan COVID-19.

Lewat Surat, Amien Rais Minta Kapolri Bebaskan Rizieq
Indonesia
Lewat Surat, Amien Rais Minta Kapolri Bebaskan Rizieq

Politikus senior Amien Rais menyerahkan surat kepada Kapolri Jenderal Idham Azis.

Putri Megawati Lantik Pengganti Anak Sulung Amien Rais di DPR
Indonesia
Putri Megawati Lantik Pengganti Anak Sulung Amien Rais di DPR

Hanafi Rais mengundurkan diri dari keanggotaan DPR dan dari kepengurusan Partai Amanat Nasional pada Mei 2020

Menaker: PPKM Darurat Jangan Jadi Kesempatan Perusahaan PHK Pegawai
Indonesia
Menaker: PPKM Darurat Jangan Jadi Kesempatan Perusahaan PHK Pegawai

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengingatkan kepada semua pihak agar PPKM Darurat ini tidak dimanfaatkan untuk memperburuk atau menambah masalah ketenagakerjaan.

Kasus COVID-19 Naik, Pembelajaran Tatap Muka di Kota Bogor Ditunda
Indonesia
Kasus COVID-19 Naik, Pembelajaran Tatap Muka di Kota Bogor Ditunda

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor memutuskan menunda pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) di seluruh sekolah di wilayahnya hingga kasus COVID-19 aman dan terkendali.

Pekerja Migran Dibebaskan Biaya Penempatan dan Berikan KUR Bunga 11 Persen
Indonesia
Pekerja Migran Dibebaskan Biaya Penempatan dan Berikan KUR Bunga 11 Persen

Pinjaman ini diberikan justru di awal kepada pekerja migran Indonesia, berbeda dengan dulu diberikan di akhir.