Libur Lebaran, Tingkat Okupansi Hotel di Yogyakarta hanya 7 Persen Pengunjung hotel di Yogyakarta menurun saat lubur Lebaran. (Foto: Unsplash/Agto Nugroho)

PENGELOLA hotel dan penginapan di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terpuruk. Tingkat hunian kamar selama libur Lebaran anjlok tajam.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY Deddy Pranawa Eryana menjelaskan tingkat okupansi hotel hanya berkisar lima sampai tujuh persen saja. Jumlah ini mengalami penurunan signifikan jika dibandingkan Lebaran tahun 2020.

Baca juga:

Wisata Alam Jadi Favorit Pelancong Liburan ke Yogyakarta

"Semua kelas hotel (bintang dan nonbintang) rata-rata hanya lima sampai tujuh persen. Ini turun drastis dibandingkan lebaran tahun lalu yang sama-sama pandemi bisa mencapai 10 sampai 25 persen," kata Deddy di Yogyakarta, Senin (17/05).

Hotel di Yogyakarta. (Foto: MP/Teresa Ika)
Hotel di Yogyakarta. Foto: MP/Teresa Ika

Penurunan ini terjadi akibat pembatasan ketat mobilisasi warga yang dilakukan oleh Pemda DIY serta pelarangan mudik yang diberlakukan oleh Pemerintah. Hal ini membuat wisatawan di luar DIY tak bisa melancong ke kota budaya ini.

"Ini saja kami terbantu oleh aktivitas staycation para ASN DIY. Kalau tidak ada itu mungkin bisa lebih rendah lagi," ujar Deddy.

Baca juga:

Satgas COVID-19 Indramayu Resmi Tutup Semua Objek Wisata

Deddy berharap pemerintah tidak memperpanjang operasi penyekatan di perbatasan wilayah. "Cukup sampai 17 Mei 2021 dan tidak perlu diperpanjang hingga 24 Mei 2021. Kalau diperpanjang kami mau bayar (gaji karyawan, listrik) pakai apa?," tegasnya.

Selain itu ia mendorong pemerintah untuk memberikan solusi kepada pengusaha hotel saat menerapkan Kebijakan larangan mudik.

Hotel di Yogyakarta. (Foto: MP/Teresa Ika)
Hotel di Yogyakarta. (Foto: MP/Teresa Ika)

"Sebetulnya kami itu sangat mendukung program pemerintah, tapi berharap diberi solusi karena kami tetap harus membayar gaji karyawan, PLN, BPJS, dan operasional hotel lainnya," katanya.

Sebelumnya, selama Ramadan 2021, okupansi hotel juga terpuruk. Hanya bekisar 0,9 persen. Sejumlah hotel bintang tiga ke atas masih terbantu dengan program buka puasa bersama. (Teresa Ika/Yogyakarta)

Baca juga:

Pesona Curug Cigetruk yang Belum Banyak Diketahui Orang

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Piknik Asyik di Alam Bogor
Travel
Piknik Asyik di Alam Bogor

Liburan di masa pandemi ini, yuk piknik luar ruang.

Dianggap Penting, Budaya Magis Banten akan Diseminarkan
Tradisi
Dianggap Penting, Budaya Magis Banten akan Diseminarkan

Dunia magis, adalah dunia yang tak bisa dipisahkan dari budaya masyarakat Nusantara

Surga Ikan Asin di Tanjung Binga
Tradisi
Surga Ikan Asin di Tanjung Binga

Tak tanggung-tanggung, ikan asin yang dihasilkan oleh desa di Belitung ini memiliki pamor tersendiri. Bahkan sampai dieksport ke mancanegara

Wisata Sejarah di Pulau Onrust nan Misterius
Travel
Dekat dengan Hewan di Farm House Lembang Bersama Travel Trip
Travel
Dekat dengan Hewan di Farm House Lembang Bersama Travel Trip

Jangan lupa ajak si kecil kalau ke Farm House Lembang.

Iklan Jadul Biskuit Selalu Melekat  di Hati Pemirsa
Kuliner
Iklan Jadul Biskuit Selalu Melekat di Hati Pemirsa

Di era 90-an iklan merek biskuit sangat unik dan melekat di hati pemirsa sampai sekarang.

Menapak Tilas Indekos para Revolusioner di Lokasi Sumpah Pemuda
Indonesiaku
Menapak Tilas Indekos para Revolusioner di Lokasi Sumpah Pemuda

Terdapat sejumlah kenangan Indekos Pemuda Revolusioner di Lokasi Sumpah Pemuda

Rumah Makan Si Galuh, Cita Rasa Kalimantan Selatan yang Sebenarnya
Kuliner
Rumah Makan Si Galuh, Cita Rasa Kalimantan Selatan yang Sebenarnya

Fokus menyajikan makanan khas Kalimantan Selatan seperti Soto Banjar dan Ayam Bakar Banjar.

Starter Pack Orang Indonesia Salah Kostum ke Pantai
Travel
Starter Pack Orang Indonesia Salah Kostum ke Pantai

Apa kamu pernah menjadi salah satunya?

‘Jancuk’, Ketika Umpatan jadi Panggilan Akrab di Negeri Aing
Tradisi
‘Jancuk’, Ketika Umpatan jadi Panggilan Akrab di Negeri Aing

Penggunaannya menyesuaikan kondisi dan kepada siapa kamu mengutarakan.