Libur Bercinta Bikin Seks makin Dahsyat? Libur bercinta akan menyimpan sejumlah energi (Foto: Pexels/Natthanon Kongyam)

BERCINTA sangat dibutuhkan setiap pasangan. Terutama bagi pria. Dengan melakukan hubungan seks bukan sekadar saling menyalurkan nafsu yang terpendam. Bercinta dapat semakin mempererat hubungan. Manfaat untuk kesehatannya juga sangat banyak.

Namun, ada kalanya bercinta menjadi membosankan. Misalnya karena variasi gaya bercinta yang itu-itu saja. Tapi masalah bukan sampai di situ saja. Bisa jadi bercinta menjadi membosankan karena terlalu sering bercinta. Pertanyaannya, apakah bercinta butuh libur?

Melansir laman Go-Dok bercinta ternyata juga butuh libur. Benar-benar libur. Bisa tidak ada kegiatan percintaan selama beberapa hari. Fungsinya juga sangat luar biasa. konon setelah kembali dari libur, bercinta akan semakin dahsyat.

Hal ini wajar saja. Gampangnya, berdasarkan teori dengan absen bercinta akan tersimpan energi seksual yang terpendam selama liburan itu. "Teorinya orang sudah lama tidak melakukan hubungan seksual tentu gairahnya akan meningkat," ujar Prof. Dr. dr. H. Nukman Moeloek, SpAnd.

Bagaimana hal itu bisa terjadi? Jadi begini penjelasannya. Ketika bercinta seseorang akan melepaskan energi sebanyak 200 kalori per jam. Ambil contoh jika kamu libur bercinta selama tujuh hari, artinya kamu menyimpan sebanyak 1400 kalori per jam. Bayangkan, saat melampiaskan energi itu, tentu kamu akan merasakan seks yang sangat dahsyat. Seakan belum pernah berhubungan seks sama sekali.

Kalau bisa rutin libur bercinta mengapa tidak (Foto: Pexels/Oleksandr Pidvalnyi)

Namun, seberapa sering kamu harus libur bercinta? Sebenarnya tergantung kesanggupan masing-masing. Namun jika bisa dilakukan secara rutin, tidak ada salahnya untuk mencobanya. "Kalau bisa dilakukan dua sampai tiga kali dalam seminggu kenapa tidak?," tambah Nukman.

Hubungan seks juga tidak terlepas dari kualitas sperma yang dimiliki pria. Lalu, apakah libur seks juga dapat memperbaiki kualitas sperma? Menurut Lukman tentu saja dengan libur seks sperma akan terkumpul, dan jumlahnya otomatis semakin banyak. Tapi pergerakan sperma akan jadi lambat.

Jumlah sperma yang normal konsentrasinya antara 20 juta sampai 150-250 juta. Nah, andaikan terlalu sering bersenggama jumlah yang tadinya 150 juta bisa berkurang hingga setengahnya. Jumlah ini sebenarnya masih bagus, hanya pergerakan spermanya saja yang melambat.

Karena sudah lama tidak bersenggama, maka pergerakan sperma menurun menjadi 40 persen. Lain cerita bila jumlah spermanya 25 juta. Karena terlalu sering berhubungan seks, maka jumlah spermanya akan berkurang menjadi 12,5 juta.

Membuat Ejakulasi Dini?

Karena lama tidak bercinta, eksekusi akan semakin menggebu-gebu (Foto: Pexels/rawpixel.com)

Meskipun dibilang bermanfaat, tidak semua pakar seks mendukung teori itu. Libur seks bukan menjadi cara yang tepat untuk menghilangkan kejenuhan seks, apalagi untuk meningkatkan kualitas sperma. Hal tersebut diungkapkan dr. H Endro Purwoko, M.S., SpAnd.

Ia mengibaratkan seorang olahragawan. Agar semakin terlatih tentu membutuhkan porsi latihan yang banyak. Jika hanya sedikit karena banyak libur, tentu kemampuan olahragawan akan berkurang. "Makin jarang melakukan hubungan seks makin tidak baik kualitas hubungannya," tegas Endro.

Bahkan menurut Endro tidak menutup kemungkinan libur bercinta malah membuat pria ejakulasi dini. Bagaimana bisa? Karena yang namanya sudah lama tidak bercinta pasti akan timbul gairah yang menggebu-gebu. Kalau sudah begini pria akan terlalu terburu-buru saat melakukan eksekusi, akhirnya malah cepat selesai alias ejakulasi dini. "Ini karena gairahnya sudah terlalu kuat dan tidak bisa menahan lagi ujung-ujungnya spermanya nyemprot terlalu cepat," tukas Nukman.

Jadi apakah menurut sahabat Merah Putih bercinta butuh libur? (ikh)

Baca juga: Afterplay Sama Pentingnya dengan Foreplay

Kredit : digdo


Ikhsan Digdo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH