LGN Minta Mentan Kembali Tetapkan Ganja sebagai Tanaman Obat Kementerian Pertanian tetapkan ganja dalam daftar komoditas tanaman obat binaan. (Antara)

MerahPutih.com - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo sempat menandatangani Keputusan Menteri Pertanian Nomor 104 Tahun 2020 tentang Komoditas Binaan Kementerian Pertanian yang memposisikan ganja sebagai komoditas tanaman obat. Namun, selang beberapa jam kemudian, keputusan itu dicabut kembali.

Ketua Lingkar Ganja Nusantara (LGN) Dhira Narayana berharap, Menteri Syahrul Yasin Limpo kembali menetapkan Keputusan Nomor 184/KPTS/HK.140/M/2/2020 yang memuat ganja menjadi komoditas tanaman obat.

Baca Juga:

Ganja Masuk Tanaman Binaan, Kementan Bakal Diskusi Bareng BNN

"Kami atas nama LGN ingin mengucapkan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Menteri Pertanian kita, Bapak Syahrul Yasin Limpo karena telah menerbitkan Keputusan Menteri Pertanian Nomor 104 Tahun 2020. Namun kami juga menyesalkan penarikan kembali keputusan tersebut," kata Dhira dalam keterangannya, Senin (31/8).

Berdasarkan keterangan Kementan, Menteri Syahrul bakal berkoordinasi lebih lanjut dengan Badan Narkotika Nasional (BNN), Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan juga Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk merevisi keputusannya tersebut.

Tanaman Ganja. (Foto: Antara).
Tanaman Ganja. (Foto: Antara)

LGN mendukung apabila pihak terkait dapat saling bahu membahu dan melihat sisi positif dari pendaftaran ganja ke dalam komoditas tanaman obat. Terlebih sudah banyak negara-negara tetangga yang meneliti ganja untuk pengobatan.

"Lihat negara-negara tetangga kita seperti Malaysia dan Thailand yang telah lebih dahulu meneliti dan memanfaatkan ganja untuk tujuan pengobatan. Banyak sekali warga masyarakatnya yang dapat tertolong," ujar Dhara.

Baca Juga:

Jadi Budidaya Obat, Ganja Bakal Diawasi Ketat

Oleh karena itu, LGN berharap Mentan Syahrul Yasin Limpo bisa kembali memasukkan ganja ke dalam tanaman obat.

"Sekali lagi, kami sangat berharap agar Bapak Syahrul Yasin Limpo untuk kembali menetapkan Keputusan Menteri Pertanian Nomor 104 Tahun 2020 tentang Komoditas Binaan Kementerian Pertanian yang memposisikan ganja sebagai komoditas tanaman obat," tutup dia. (Pon)

Baca Juga:

Ganja Masuk Komoditas Binaan di 2006, Petani Belum Dilegalkan

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
  Pemda DIY Godok SOP Konsep New Normal Pariwisata
Indonesia
Pemda DIY Godok SOP Konsep New Normal Pariwisata

"Umpamanya pandemi ini tidak selesai-selesai ya tidak mungkin kita mau tutup terus. Maka perlu ada SOP new normal dimana pariwisata tetap bisa jalan, tapi tetap tidak mengacuhkan pandemi," kata Singgih

BNPB: 8 Wilayah Berpotensi Terdampak Banjir
Indonesia
BNPB: 8 Wilayah Berpotensi Terdampak Banjir

Kondisi itu berlaku pada 25 Desember 2019 pukul 07.00 WIB hingga 26 Desember 2019 pukul 07.00 WIB.

55 Kandidat Calon Anggota KY 2020-2025 Ikuti Uji Publik Secara Daring
Indonesia
55 Kandidat Calon Anggota KY 2020-2025 Ikuti Uji Publik Secara Daring

Di setiap kelompok, para peserta diminta untuk memaparkan isi makalah selama 5 menit

DPRD Bersyukur Perekonomian di Jakarta Mulai Bernafas Lagi
Indonesia
DPRD Bersyukur Perekonomian di Jakarta Mulai Bernafas Lagi

Taati aturan dari pemprov demi kepentingan bersama

Kasus Corona di DPRD DKI Melonjak, Pimpinan Minta Seluruh Anggota Dites Swab
Indonesia
Kasus Corona di DPRD DKI Melonjak, Pimpinan Minta Seluruh Anggota Dites Swab

Tes swab, menurut Prasetyo, perlu dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran virus COVID-19 di lingkungan DPRD DKI.

Waspadai Potensi Penyebaran COVID-19 di Ruang Publik
Indonesia
Waspadai Potensi Penyebaran COVID-19 di Ruang Publik

Masyarakat pekerja dan pengelola bangunan kantor perlu mencermati beberapa situasi di lingkungannya.

Kebakaran Gedung Kejagung, Polisi Masih Kaji Keterangan dari 99 Saksi
Indonesia
Kebakaran Gedung Kejagung, Polisi Masih Kaji Keterangan dari 99 Saksi

Keterangan ini dibutuhkan untuk mengungkap apakah ada unsur kesengajaan atau peristiwa ini murni musibah

[HOAKS atau FAKTA]: Sultan Bahrain Dikawal Robot Pelacak Dilengkapi Pistol
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Sultan Bahrain Dikawal Robot Pelacak Dilengkapi Pistol

Akun Yatie Cassad (fb.com/yatie.zelda) mengunggah sebuah video yang menyatakan Sultan Bahrai dikawal robot pelacang dilengkai pistol.