Lewat Surat Terbuka, Irjen Napoleon Akui Aniaya Muhammad Kece Mantan Kadiv Hunter Polri, Irjen Napoleon Bonaparte menggoyangkan kedua bahunya usai menjalani sidang pembacaan vonis di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Rabu (10/3). (ANTARA/Desca Lidya Nata

MerahPutih.com - Beredar sebuah surat di media sosial yang mengatasnamakan Irjen Napoleon Bonaparte. Surat tersebut berisi pengakuannya soal kasus dugaan penganiayaan terhadap Muhammad Kosman alias Muhammad Kece di Rutan Bareskrim.

Dalam surat tersebut, Napoleon menegaskan, akan bertanggung jawab terhadap tindakan yang dilakukannya kepada Kace. Termasuk apa pun risikonya.

Baca Juga:

Polisi Benarkan Napoleon Bonaparte Pelaku Penganiayaan Muhammad Kece

"Akhirnya, saya akan mempertanggung jawabkan semua tindakan saya terhadap kace apapun risikonya," imbuh Napoleon dalam surat yang dikutip awak media, Minggu (19/9).

Dalam surat terbuka tersebut, ada empat hal yang menjadi alasan bagi terpidana kasus suap red notice Djoko Tjandra itu, melakukan tindakan kekerasan yang sepihak terhadap M Kace di dalam sel tahanan.

Meskipun dalam surat tersebut, Napoleon tak menjelaskan tindakan sepihak seperti apa yang ia lakukan. Namun, Napoleon menegaskan, aksi sepihaknya itu, murni atas dasar keyakinannya sebagai warga negara Indonesia yang beragama.

Mabes Polri membenarkan kabar tentang penganiyaan yang didapat tersangka M Kece di rumah tahanan Bareskrim Polri.

Muhammad Kece. (Foto: Tangkapan Layar)
Muhammad Kece. (Foto: Tangkapan Layar)

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Mabes Polri, Brigjen Rusdi Hartono mengabarkan, tim penerima laporan di Bareskrim, menerima surat pengaduan resmi dari Muhamad Kosman, atau M Kace.

Pengaduan tersebut, berupa laporan tentang penganiyaan yang dialaminya sebagai tahanan di Rutan Bareskrim Polri. Pelaporan tersebut, tercatat pada LP 0510/VIII/2021/Bareskrim.

"Isinya pelaporan dari atas nama Muhamad Kosman, yang mendapatkan penganiyaan dari orang yang saat ini menjadi tahanan di Rutan Bareskrim," ujar Rusdi.

Baca Juga:

Bareskrim Gandeng Kemenkominfo Usut Dugaan Penistaan Agama oleh Muhammad Kece

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kompolnas: Narasi Densus 88 Harus Dibubarkan dari Kelompok Terorisme dan Radikal
Indonesia
Kompolnas: Narasi Densus 88 Harus Dibubarkan dari Kelompok Terorisme dan Radikal

Dalam wawancara dengan para narapidana terorisme, mereka menganggap Polisi itu 'thogut'

[HOAKS atau FAKTA]: PPKM di Seluruh Indonesia Resmi Dihentikan
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: PPKM di Seluruh Indonesia Resmi Dihentikan

Beredar informasi di media sosial tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) seluruh Indonesia resmi berakhir pada Senin, 9 Mei 2022. Namun, informasi yang beredar tersebut tidak menjelaskan bahwa PPKM yang berakhir adalah periode 19 April-9 Mei 2022.

Rajai Survei, Gibran Klaim Warga Enggan Dirinya Melaju ke Pilgub Jateng
Indonesia
Rajai Survei, Gibran Klaim Warga Enggan Dirinya Melaju ke Pilgub Jateng

Lembaga survei Charta Politika Indonesia telah merilis hasil survei calon gubernur (Cagub) Pilkada Jateng 2024. Dalam simulasi calon Gubernur Jawa Tengah, nama Gibran Rakabuming Raka menduduki peringkat pertama dengan 28.5 persen.

Tindakan Aparat terhadap Warga Wadas Dinilai Melanggar HAM
Indonesia
Tindakan Aparat terhadap Warga Wadas Dinilai Melanggar HAM

Tindakan kekerasan aparat kepolisian terhadap warga Desa Wadas, Purworejo, Jawa Tengah, terus menuai kritik.

Telkomsel Pamerkan Jaringan 5G Digelaran Pertemuan G20
Indonesia
Telkomsel Pamerkan Jaringan 5G Digelaran Pertemuan G20

Telkomsel memberi kemudahan akses mendapatkan kartu perdana Telkomsel Prabayar Tourist di sejumlah titik transit delegasi seperti bandara, penginapan dan lokasi acara.

One Way dan Ganjil Genap di Tol Jakarta - Cikampek Resmi Berakhir
Indonesia
One Way dan Ganjil Genap di Tol Jakarta - Cikampek Resmi Berakhir

Polri pun mengakhiri pelaksanaan rekayasa lalu lintas dengan sistem satu arah (one way) dan ganjil genap saat arus balik mudik Lebaran 2022 dari Tol Kalikangkung sampai Tol Jakarta - Cikampek.

[HOAKS atau FAKTA]: Lansia 70 Tahun ke Atas Meninggal Setelah Terima Vaksin mRNA
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Lansia 70 Tahun ke Atas Meninggal Setelah Terima Vaksin mRNA

Beredar sebuah video di media sosial TikTok yang berisi informasi tentang dampak vaksin mRNA.

KPK Buka Peluang Jerat Bank Panin Jadi Tersangka Korporasi
Indonesia
KPK Buka Peluang Jerat Bank Panin Jadi Tersangka Korporasi

KPK terus mencermati fakta-fakta yang mencuat dalam persidangan kasus dugaan suap pejabat Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan.

Wapres Ma'ruf Amin Minta Keteladanan Buya Syafii Maarif Diteruskan
Indonesia
Wapres Ma'ruf Amin Minta Keteladanan Buya Syafii Maarif Diteruskan

Keteladanan dan pemikiran cendekiawan muslim Buya Syafii Maarif wajib diteruskan semua pihak.

Buya Syafii Wafat, DPD RI: Kita Kehilangan Guru Bangsa
Indonesia
Buya Syafii Wafat, DPD RI: Kita Kehilangan Guru Bangsa

Cendekiawan Muslim yang juga mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif atau Buya Syafii, meninggal dunia pada Jumat pukul 10.15 WIB di RS PKU Muhammadiyah Gamping, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pimpinan DPD RI turut menyampaikan duka mendalam atas wafatnya Buya Syafii Maarif. Bagi Wakil Ketua DPD, Mahyudin, kepergian mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah itu telah meninggalkan rasa kehilangan bagi bangsa Indonesia.