Laporan Khusus Jenderal Soedirman
Lewat Secarik Kertas Bertulis Samar-Samar, Soedirman Mengeluarkan Perintah Kilat Nomor 1 (19) Soedirman saat memeriksa persiapan pasukan di Borobudur.

DENTUMAN mesin pesawat Dakota dan Mustang bermoncong merah menghentak keheningan pagi kota Yogyakarta, 19 Desember 1948. PASUKAN kawal Soedirman baku pandang. Tak lama, suara dentuman keras menggelegar. Sebagian prajurit kocar-kacir bertiarap di halaman rumah Bintaran, sementara lainnya bergegas mengamankan sang panglima besar nan terbaring lemah seusai operasi pengakatan sebelah paru-parunya.

“Di depan rumah sepanjang jalan Bintaran Tengah, para pengawal mencari tempat berlindung dari pandangan mata. Sekali-kali tampak juga kepala-kepala ditutup daun-daunan bergerak-gerak,” ungkap Vaandrig Kadet Utoyo Kolopaking salah seorang pasukan kawal Soedirman pada “Mata Merah Menyala, Mulut Bergetar”, dalam Kisah Perang Kemerdekaan Pak Dirman Menuju Sobo.

Sekira pukul enam pagi, para pengawal beroleh kabar Pasukan Belanda melancarkan serangan kilat di lapangan terbang Maguwo. Komandan Kompi Pengawal Panglima Besar, Kapten Supardjo bersama Kapten Tjokropranolo, dan Letnan Kolonel Suadi masuk ke kamar Soedirman bersiap menerima perintah.

Soedirman meminta pena dan secarik kertas. Dia menulis Perintah Kilat No.1, 19 Desember 1945, pukul 08.00, berisi, “1) Kita telah diserang; 2) pada tanggal 19 Desember 1945 Angkatan Perang Belanda menyerang kota Yogyakarta dan lapangan terbang Maguwo; 3) Pemerintah Belanda telah membatalkan persetujuan gencatan senjata; 4) semua angkatan perang menjalankan rencana yang telah ditetapkan untuk menghadapi serangan Belanda”.

Kapten Supardjo kemudian memberikan secarik kertas bertulis samar-samar berisi Perintah Kilat No.1 kepada Utoyo. “Di atasnya tertulis empat baris kalimat pendek-pendek, bahasanya sangat sederhana. Kata-kata itu datang dari Pak Dirman yang sedang sakit,” ungkap Utoyo.

Dia segera masuk rumah jaga. Dengan tangan kanan mengangkat gagang telepon, kertas kecil itu pada tangan kiri, Utoyo mengabarkan isi perintah Pak Dirman kepada pihak Radio Republik Indonesia (RRI). Perintah Kilat tersebut kemudian mengudara melalui corong RRI Yogyakarta.

Belum penuh telepon ditutup, mobil Supardjo melaju mengampu amanat Pak Dirman untuk menemui Presiden Soekarno di Gedung Agung Yogyakarta. Sementara Utoyo mendapat dari seseorang di dalam kamar untuk memusnahkan setumpuk map penuh serat-surat di halaman belakang.

Di dalam kamar, Soedirman resah menanti Supardjo kembali. Keadaan kembali tegang. Dokter Suwondo, khusus bertugas merawat sang panglima besar, semula dikenal sangat humoris berubah sangat galak. “Dia membentak supaya segera disiapkan sebuah kendaraan untuk Pak Dirman, sebuah mantel, dan obat-obatan,” papar Utoyo.

Mobil sedan berselimut dedaunan lantas mengantar Pak Dirman bersama Kapten Tjokropranolo, dan sang dokter bertandang ke Gedung Agung Yogyakarta menyusul Kapten Supardjo untuk menemui Presiden Sukarno. (*)

Hai Broer-Broer Sahabat MP, jangan lupa simak artikel tentang kisah Jenderal Soedirman lainnya berikut ini:

Soedirman Memimpin Perjuangan Hanya Dengan Satu Paru-Paru (18)

Semrawutnya Seragam Prajurit Kawal Soedirman, Dari Baju Serdadu Inggris Hingga "Halflaars" Jepang (17)

Ketika Sukarno Menggoda Soedirman: Pilih Perempuan Gemuk atau Kurus? (16)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Aroma Kayu Manis yang Menambah Selera
Kuliner
Aroma Kayu Manis yang Menambah Selera

Dengan tambahan kayu manis, seluruh ruangan akan berbau seperti roti dan kue.

Anti gagal! Buat Martabak Manis Pakai Teflon di Rumah
Kuliner
Pasir Putih nan Lembut dan Perahu Pinisi di Tanjung Bira
Travel
Mengenal Pesona Pulau Laki dan Pulau Lancang, Lokasi Jatuhnya Sriwijaya Air
Kuliner
Mengenal Pesona Pulau Laki dan Pulau Lancang, Lokasi Jatuhnya Sriwijaya Air

Pulau Laki dan Pulau Lancang menawarkan pesona pantai nan indah.

Jajanan Kaki Lima Kekinian Khas Yogyakarta, Murah dan Lezat!
Kuliner
Jajanan Kaki Lima Kekinian Khas Yogyakarta, Murah dan Lezat!

Yogyakarta terkenal sebagai kota yang ramah. Begitu pula kulinernya, ramah di lidah dah kantong.

Keuntungan Candu Biayai Laju Pemerintah di Ibukota Baru (3)
Indonesiaku
Keuntungan Candu Biayai Laju Pemerintah di Ibukota Baru (3)

Ibukota baru jadi magnet banyak orang mencari peruntungan meski tanpa kebisaan.

Menu Olahan Daging Inspirasi Masak di Hari Raya Idul Adha
Kuliner
Menu Olahan Daging Inspirasi Masak di Hari Raya Idul Adha

Nah, kamu mungkin bisa masak sendiri di rumah beberapa masakan olahan daging di bawah ini.

Ada Museum Pisang di Lumajang
Travel
Ada Museum Pisang di Lumajang

Memiliki koleksi pisang terlengkap di Jawa Timur.

Mengenal Lebih Jauh Tentang Aktivitas Mendaki Gunung
Travel
Mengenal Lebih Jauh Tentang Aktivitas Mendaki Gunung

Perlu persiapan fisik dan emosional sebelum naik gunung.