Lewat Collective Sale, IST Ajak Pecinta Fesyen Berburu Barang-Barang Vintage Kemeriahan acara Collective Sale. (Foto: MP/Rizki Fitrianto)

HARI ini, Sabtu 30 Juni 2018, Indonesian Sneaker Team (IST) menggelar program rutin yang bertajuk Collective Sale. Acara ini didukung oleh Nusa Kopi dan Mamayu Kitchen.

Program Collective Sale tersebut merupakan ajang silaturahmi dan jual beli antar pecinta sneakers, apparel dan asesori vintage.

Menghidupkan tren vintage. (Foto: MP/Rizki Fitrianto)

Ide awal diadakannya acara ini ini bermula Indonesia Sneaker Team tentang tren jaman dahulu dimana orang-orang yang berada di wilayah ibukota hunting barang vintage di wilayah Pasar Senen dan Pasar Baru. Dari situlah akhirnya IST memutuskan untuk menggelar Collective Sale.

“Jadi idenya dari kita-kita juga( IST) kalau dulu sempet ngetren pengen barang bagus ke Senen atau Pasar Baru. Seperti barang vintage tapi dengan harga terjangkau lah. Nah itu kita pengen buat itu disini, dengan cara menjual hasil barang-barang hunting kita kumpuln di satu booth dan mengajak beberapa seller,” jelas Pandu Raditya Birmawan, Ketua Indonesia Sneaker Team saat ditemui merahputih.com

Untuk acara perdana, Indonesian Sneaker Team tak banyak memberikan slot tenant, hanya lima. Namun tenant yang ada dalam Collective Sale bukanlah sembarang pilih. Yakni berdasarkan diskusi pihak penyelenggara dan juga tenant-tenant yang cukup memiliki nama di media sosial Instagram.

(Foto: MP/Rizki Fitrianto)

Lima tenant tersebut yaitu MidstoreJKT, Nolongermine, Satech, UkahxFathur2nd dan Philliponk Collective. Lima tenant ini menawarkan barang-barang vintage dengan kualitas baik namun harga yang terjangkau.

Untuk harga sendiri pihak IST memiliki peraturan yang wajib dipatuhi tenant, yaitu menjual barang-barang yang nilainya tak lebih dari Rp2 juta. Hal itu bukan tanpa alasan, karena pihak IST ingin acaranya berlangsung seru karena setiap orang yang hadir dapat membeli barang-barang dengan harga terjangkau.

Kualitas baik dan harga terjangkau. (MP/Rizki Fitrianto)

Namun, barang-barang yang dijual tak didominasi oleh sneakers. Ada juga outer, apparel, tshirt, hoodie, wind breaker, topi dan asesoris lainnya seperti tas. Pastinya barang yang dijual tak pasaran karena beberapa barang yang dijual terbilang cukup vintage.

Uniknya barang-barang yang dijual di Collective Sale, rata-rata merupakan barang bekas. Meskipun demikian bukanlah barang rusak atau murahan. Kondisinya masih sangat bagus yang berasal dari brand-brand ternama yang sudah terjamin kualitasnya.

Meskipun bekas namun memiliki kualitas seperti baru. (Foto: MP/Rizki Fitrianto)

Pada acara yang digelar hanya satu hari tersebut, sejak pukul 13.00 WIB, Nusa Kopi yang merupakan venue acara Collective Sale, sudah mulai dipadati para pengunjung yang didominasi oleh anak muda. Antusias mereka untuk berburu barang-barang vintage, luar biasa.

Sneakers menjadi incaran para pembeli. (Foto: MP/Rizki Fitrianto)

Untuk target penjualan sendiri menurut Pandu selaku Ketua IST, pihaknya mengaku tak memiliki target. Baginya adalah membuat para seller senang dengan penjualan mereka masing-masing, dan dapat silaturahmi dan berkumpul bersama.

Sementara itu IST berharap, untuk kedepannya dapat membuat acara serupa setidaknya 3 kali dalam setahun. Tentunya dengan seller yang lebih banyak, tempat yang lebih besar dan variasi barang yang lebih banyak. Lalu satu yang terpenting, yaitu rulesnya di bawah Rp2 juta. (ryn)

Kredit : raden_yusuf

Tags Artikel Ini

Raden Yusuf Nayamenggala

LAINNYA DARI MERAH PUTIH