Letjen Doni Monardo Jadi Kepala BNPB, Pengamat Militer Sebut Tak Masalah Letjen Doni Monardo. Foto: Dewan Ketahanan Nasional

MerahPutih.Com - Pengangkatan Letjen TNI Doni Monardo sebagai Kepala BNPB sempat disayangkan sejumlah pihak, mengingat karirnya di militer masih terbilang cemerlang. Selain itu, Doni Monardo dianggap masih berpeluang mendapat posisi lebih tinggi dalam struktur TNI.

Menanggapi hal itu, Pengamat Militer dari Lingkar Catra Komunika, Septiawan menyebutkan tidak ada yang salah dengan posisi baru Doni Monardo sebagai Kepala BNPB. Meski saat ini, Letjen Doni Monardo masih menjabat Sekjen Dewan Pertahanan Nasional (Wantannas) dengan posisi barunya nanti, Doni Monardo tak perlu melepaskan jabatan militernya.

"Doni Monardo dapat diangkat sebagai Kepala BNPB tanpa perlu melepaskan jabatan militernya," kata Septiawan, di Jakarta, Kamis (3/1).

Pernyataan Iwan, sapaan Septiawan itu, menanggapi pandangan bahwa rencana pengangkatan Doni sebagai Kepala BNPB tidak tepat lantaran BNPB adalah institusi sipil.

Anggapan tersebut berlandaskan pada Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil. Aturan ini turunan dari UU Aparatur Sipil Negara. Pasal 157 PP ini mengatur prajurit TNI dan anggota Polri dapat mengisi Jabatan Pemimpin Tertinggi (JPT) setelah mengundurkan diri dari dinas aktif.

Namun alumnus Universitas Pertahanan ini berpendapat bahwa dari Peraturan Menteri Pertahanan Nomor 38 Tahun 2016 tentang Tata Cara dan Persyaratan Prajurit Tentara Nasional Indonesia Menduduki Jabatan Aparatur Sipil Negara pasal 8 disebutkan bahwa jabatan ASN atau pegawai negeri sipil tertentu boleh diisi oleh prajurit TNI aktif. Lembaga tersebut antara lain BNPB, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), dan Badan Keamanan Laut (Bakamla).

Doni Monardo semasa menjabat Pangdam Siliwangi
Mayjen Doni Monardo semasa menjadi Pangdam Siliwangi (ANTARAFOTO/Izaac Mulyawan)

"Apabila mengacu pada Peraturan Menhan No. 38 Tahun 2016 seharusnya pengangkatan tersebut dapat dilakukan," katanya lagi.

Menurut analis militer itu sebagaimana dilansir Antara, ada beberapa lembaga negara nir-militer yang dapat dan bahkan lebih efektif apabila diisi prajurit TNI/Polri aktif, karena berhubungan dengan koordinasi operasional dan menjaga hubungan sipil militer.

"Salah satunya adalah BNPB. Jadi, tidak ada aturan yang dilanggar," ujar Iwan.

Letjen Doni Monardo direncanakan dilantik menjadi Kepala BNPB oleh Presiden Jokowi menggantikan Willem Rampangilei.

Namun dalam perjalanannya, Jokowi menunda seremoni penyematan jabatan baru kepada Doni yang juga mantan Danjen Kopassus dan Pangdam III/Siliwangi tersebut pada Rabu (2/1) lalu. Penundaan tersebut lantaran Jokowi harus melakukan kunjungan kerja ke Lampung untuk menjenguk korban tsunami Selat Sunda di Lampung Selatan.

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan, penggantian kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana masih menunggu revisi Peraturan Presiden Nomor 8/2008 tentang BNPB.

"Bisa nanti BNPB itu seperti SAR di bawah Menko Polhukam. Jadi tidak harus semuanya di bawah Presiden," kata Moeldoko ditemui di Bina Graha, Jakarta pada Kamis.

Menurut Moeldoko, pertimbangan pengalihan pertanggungjawaban itu dilakukan atas dasar efektivitas koordinasi.

Mantan panglima TNI itu menjelaskan pemerintah telah mengevaluasi kedudukan badan yang mengatasi mitigasi bencana tersebut.

Ia menambahkan, pada kemudian hari teknis kerja BNPB dapat diarahkan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan pada saat proses rehabilitasi bencana.

Selain itu, Moeldoko menjelaskan, rencana penggantian kepala BNPB dilakukan dengan mempertimbangkan penyegaran organisasi.

"Ya hampir semuanya tahu lah, rekam-jejaknya Pak Doni kan bagus, banyak inisiatif," ujar Moeldoko mengenai calon kepala BNPB itu pula.(*)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Kubu Prabowo: Hoaks Tujuh Kontainer Surat Suara Upaya Provokasi Ciptakan Kegaduhan



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH