'Let's Confuse Kids Nowadays', Mengenang 4 Transportasi Legendaris Ibu Kota! Transportasi di masa lalu. (Sumber- i.pinimg.com)

SIAPA enggak tahu MRT (Moda Raya Terpadu)? Hampir semua kids zaman now tahu. Kalau Helicak atau Anglingdharma? Pasti geleng-geleng.

Dua transportasi itu emang udah enggak eksis di jalanan ibukota. Keberadaannya telah tergantikan moda transportasi terbaru, semisal ojek online, dan bajaj berbahan bakar gas.

Meski udah enggak lagi eksis, beberapa transportasi umum ibukota seolah telah menjadi legenda. Bila mendengar lagu anak era 80-90, bermunculan nama-nama transportasi masa lalu, seperti becak, delman, sado, dan bus.

Selain itu, masih ada beberapa transportasi legendari ibukota. Kamu penasaran gimana sih bentuknya? “Let's Confuse Kids Nowadays”. Simak ulasan 4 transportsi legendaris berikut ini:


Helicak

helicak
Helicak. (Sumber: beureum.com)

Bentuknya mirip becak. Beroda tiga. Penumpang di depan, pengemudi di belakang. Bedanya, Helicak kendaraan bermotor.

Helicak, sebagaimana desainnya, merupakan gabungan dua kata; Helikopter dan Becak. Moda transportasi ini kali pertama diluncurkan pada 24 Maret 1971. Tampang helikopter berroda tiga ini biasa wara-wiri di sekitar Jalan Thamrin, Tanah Abang, dan hampir seluruh Jakarta Pusat.

Sama seperti becak, para penumpang Helicak biasa melakukan transaksi tawar-menawar. Harga sepakat, Helicak jalan.

Pada tahun 1987, Helicak mulai dilarang beredar dengan alasan keselamatan penumpang.


Minicar

minicar
Minicar. (Sumber: mobilmotorlama.com)

Beroda tiga. Bermoncong serupa ujung perahu. Bermesin asal Italia. Ya, Minicar.

Sepintas mirip Bajaj. Penumpang di belakang, pengemudi di depan. Minicar merupakan moda transportasi di ibukota sekira medio 1960-an. Kehadirannya menjadi andalan penumpang untuk jalur tak dilalui bus.

Kehadiran Minicar bermesin Lambretta memang tak berlangsung dan segera tergantikan Bajaj nan mulai hadir pada tahun 1980-an.


Oplet

oplet
Oplet. (Sumber: kabaroto.com)

Ingat sinetron Si Doel Anak Sekolahan, pasti tahu Oplet biru-hitam kebanggan Babe Benyamin.

Oplet sempat populer di Jakarta pada tahun 1960-1970. Kebanyakan, Oplet menggunakan mobil tipe Morris Minor Traveler 100 keluaran tahun 1950-an. Supir duduk di depan, sementara penumpang masuk dari pintu belakang. Penumpang duduk berjajar di kanan dan kiri badan Oplet.

Semula belum ada rute resmi Oplet. Mereka biasa ngetem di depan stasiun Jatinegara. Pada sekira tahun 1977, Oplet kemudian menyingkir ketika masuk Mikrolet. Kisah Oplet pun abadi di sinetron.


Anglingdharma

anglingdharma
Moda transportasi penghubung pemukiman, Anglingdarma. (dokumentasi Lili Yuliadi)

Usai Pemerintah Daerah DKI Jakarta melarang Becak beroperasi pada pembuka tahun 1990, lahir jenis transportasi baru penghubung pemukiman padat, Angkutan Lingkungan Dari Masyarakat (Anglingdarma).

Transportasi serupa mobet (kendaraan bermotor roda tiga) tersebut merupakan hasil kreatifitas masyarakat di tengah kekosongan moda transportasi terutama mampu beroperasi menjelajah jalan-jalan sempit ibu kota.

Tak heran bila Anglindarma sangat diandalkan masyarakat, terutama ibu-ibu, karena praktis, bisa masuk gang-gang kecil, murah, lagi pula sang pengemudi bersedia membantu mengangkat barang sampai ke rumah.

Demi membedakan dengan Becak, badan Anglingdarma dicat kuning bergaris hijau. Menggunakan kendaraan bermotor. Para pengemudi pun menggunakan seragam serta helm kuning. Mereka, para pemiliki dan pengguna sejumlah 2.000 orang lantas berhimpun pada Paguyuban Anglingdarma, binaan Yayasan Tri Dharma Patria.



Yudi Anugrah Nugroho

LAINNYA DARI MERAH PUTIH