Lenjongan Jajanan Khas Solo Diburu Pelancong Digemari Warga Asli Lenjongan kuliner tradisional khas Solo. (Instagram/kriswijaya_)

Kota Solo selain kota budaya juga terkenal dengan wisata kulinernya. Biasanya para pelancong di kota kelahiran Jokowi ini berburu berbagai macam jajanan pasar atau street food atau makanan jalanan.

Ada satu jajanan yang mesti dicari di Solo saat berkunjung ke sana. Namanya "lenjongan". Nama itu sebagai istilah untuk menyebut penjualan bermacam-macam jajanan di pasar tradisional di Solo.

Penjual lenjongan saat ini tidak sebanyak dulu. Jajanan basah ini biasa dijual di pasar-pasar Kota Solo. Kemudian ada juga di luar pasar tradisional tadi sangat jarang sekali.

Bagi masyarakat Solo, lenjongan sudah menjadi makanan favorit. Lenjongan sudah menjadi salah satu ikon kuliner tradisional Kota Solo. Bagi Anda yang melancong ke Kota Solo, jajanan satu ini patut dicoba.

Lenjongan #traditionalfood #solo #jajan #jalanjalan #lenjongan #lenjongansolo

A post shared by eka (@ebudiarti) on ri.

Lenjongan terdiri dari berbagai jenis komposisi makanan, seperti ketan ireng (ketan hitam), klepon, getuk, tiwul, ketan putih, cenil dan masih banyak lagi jajanan basah lainnya. Campuran ini yang menjadi favorit karena menyatukan berbagai jenis rasa tradisional dalam satu wadah.

Ketan ireng dalam campuran lenjongan dibuat menjadi bubur. Biasanya berasa manis dengan tekstur lunak. Penyajian ketan hitam atau ireng dipadu dengan santan. Pada lenjongan, santan bisa diganti dengan guyuran gula merah cair. Ada juga dalam lenjongan ketan putih. Ketan putih menambah kekayaan cita rasa berbeda dalam sebuah pincuk.

Sementara klepon dalam tidak berbeda dengan klepon pasar biasa. Campuran pada lenjongan hanya beberapa buah. Klepon biasa disajikan dengan taburan parutan kelapa. Maka pada lenjongan juga disediakan parutan kelapa sebagai topping-nya.

Getuk sangat cocok dipadukan dengan klepon dan ketan. Aroma ubi kayu yang masih kental menambah cita rasa lenjongan. Getuk di sini digunakan getuk merah atau getuk dengan pemanis gula merah. Getuk juga biasa disajikan dengan taburan kelapa parut.

Ada lagi campuran tiwul dan cenil. Tiwul sebenarnya berbahan dasar yang sama dengan getuk. Namun, tiwul lebih pada pengganti nasi. Sedangkan cenil jajanan basah berwarna-warni. Cenil menambah cantik sajian lenjongan. Rasanya yang kenyal menjadi pelengkap keragaman rasa. Cenil biasa juga disajikan dengan parutan kelapa dan taburan gula pasir.

Biasanya, makanan campuran tersebut dihidangkan dengan sebuah pincuk yang terbuat dari daun pisang. Daun pisang tersebut dibentuk jadi semacam piring dan kemudian makanan campuran tersebut ditaburi dengan kelapa parut, gula pasir, atau gula merah cair. Ketiga jenis taburan itu biasa digunakan dalam masing-masing jenis dalam lenjongan.

Lenjongan Solo #javanesefood #sweettooth #solo #lenjongan #klepon #cenil #solo #jajan

A post shared by eka (@ebudiarti) on

Umumnya, Lenjongan memiliki dua varian rasa. Anda bisa memilih taburan rasa yang disajikan di atas lenjongan. Bagi anda yang tidak suka manis di atas lenjongan bisa diberi taburan parutan kelapa muda atau yang sering dikenal dengan kambil. Sebaliknya, jika anda penikmat rasa manis di atas kuliner ini bisa diberi juruh atau gula jawa kental manis.

Cita rasa tradisional membuat lenjongan selalu digemari. Maka tak heran, hingga saat ini penggemar lenjongan selalu bertahan. Bagi pelancong, lenjongan masuk di jajaran list pertama untuk diburu di Kota Solo. Kalau ke Solo, jangan lupa mencicipi lenjongan, dijamin bakal ketagihan.

Nah, bagi anda yang penasaran ingin mencicipi kuliner khas ini, silahkan mampir ke Kota Solo. Anda bisa menikmati makanan tradisonal tersebut di Pasar Gede. Mengenai harga, anda tak perlu khawatir, dijamin kuliner ini tak bikin kantong bolong. Selamat mencoba. (*)

Kredit : zulfikar


Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH