Legislator PDIP Ihsan Yunus Muncul dalam Rekonstruksi Kasus Bansos di KPK Rekonstruksi kasus dugaan suap pengadaan bantuan sosial penanganan COVID-19 untuk wilayah Jabodetabek, Senin (1/2), di gedung KPK. (Foto: MP/Ponco Sulaksono)

MerahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar rekonstruksi kasus dugaan suap pengadaan bantuan sosial (bansos) penanganan COVID-19 untuk wilayah Jabodetabek, Senin (1/2).

Rencananya, 15 adegan rekonstruksi akan digelar secara berurutan. Mantan Wakil Ketua Komisi VIII DPR Ihsan Yunus "muncul" dalam rekonstruksi yang dilakukan di gedung C1 KPK, Jalan HR. Rasuna Said, Jakarta Selatan ini.

Pada sesi pertama, reka adegan dilakukan di ruangan Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam (PSKBA) Kementerian Sosial (Kemensos) Syafii Nasution.

Baca Juga:

Kasus Bansos, KPK Periksa Adik Legislator PDIP Ihsan Yunus

Ihsan Yunus dihadirkan dalam reka adegan tersebut.

Seorang penyidik KPK memeragakan anak buah Megawati Soekarnoputri itu sedang menemui para pejabat Kementerian Sosial.

Pertemuan yang terjadi pada Februari 2020 itu juga dihadiri oleh eks pejabat pembuat komitmen (PPK) Kemensos, Matheus Joko Santoso yang telah menjadi tersangka dalam perkara ini.

Tim penyidik sudah berusaha memanggil Ihsan Yunus pada 27 Januari. Namun, Ihsan yang telah digeser ke Komisi II DPR batal diperiksa tim penyidik lantaran mengaku belum menerima surat panggilan pemeriksaan.

"Rencana pemeriksaan akan dijadwalkan kembali karena surat panggilan belum diterima oleh saksi," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Rabu (27/1).

Rekonstruksi kasus dugaan suap pengadaan bantuan sosial penanganan COVID-19 untuk wilayah Jabodetabek, Senin (1/2), di gedung KPK. (Foto: MP/Ponco Sulaksono)
Rekonstruksi kasus dugaan suap pengadaan bantuan sosial penanganan COVID-19 untuk wilayah Jabodetabek, Senin (1/2), di gedung KPK. (Foto: MP/Ponco Sulaksono)

Saat menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi VIII DPR atau sebelum dirotasi ke Komisi II, nama Ihsan kerap dikaitkan dengan kasus suap bansos yang telah menjerat eks Menteri Sosial Juliari P Batubara.

Pada Jumat (29/1) lalu, KPK telah memeriksa Muhmmad Rakyan Ikram, adik Ihsan Yunus. Rakyan diperika sebagai saksi untuk melengkapi berkas penyidikan eks Mensos Juliari.

Dalam pemeriksaan itu, tim penyidik mencecar Rakyan mengenai pembagian jatah dan kuota untuk para vendor yang mendistribusikan bansos COVID-19.

Baca Juga:

KPK Cecar Adik Legislator PDIP Ihsan Yunus soal Pembagian Kuota Paket Bansos

Rakyan sendiri, usai diperiksa tim penyidik pada Jumat kemarin tak bersedia memberikan pernyataan sedikit pun terkait pemeriksaannya. Dia memilih bungkam sambil meninggalkan markas KPK.

Ini bukan kali pertama Rakyan diperiksa KPK. Dia pernah diperiksa pada 14 Januari lalu. Saat itu, tim penyidik mendalami keterlibatan perusahaan Rakyan dalam pengadaan paket bansos COVID-19 untuk wilayah Jabodetabek.

Sebelum memeriksa Rakyan, tim penyidik KPK telah menggeledah rumah orang tua Ihsan Yunus pada Selasa (12/1). Dari penggeledahan itu, KPK menyita alat komunikasi dan sejumlah dokumen terkait kasus dugaan suap pengadaan bansos. (Pon)

Baca Juga:

KPK Jadwal Ulang Pemeriksaan Legislator PDIP Ihsan Yunus

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Jayapura Dilanda Banjir dan Longsor, Sejumlah Warga Tertimbun
Indonesia
Jayapura Dilanda Banjir dan Longsor, Sejumlah Warga Tertimbun

Sementara itu Kapolsek Jayapura Utara AKP Yahya Rumra secara terpisah mengaku, sejak Jumat dinihri pukul 03.00 WIT ada laporan sejumlah wilayah di mengalami longsor dan ada warga yang tertimbun.

Bareskrim Polri Usut Rekening Gendut Bandar Narkoba Capai Rp 120 Triliun
Indonesia
Bareskrim Polri Usut Rekening Gendut Bandar Narkoba Capai Rp 120 Triliun

Bareskrim juga terus berkoordinasi dengan PPATK

Ketua DPRD DKI Sebut Diskusi Interpelasi Formula E di Restoran Bentuk Parlemen Jalanan
Indonesia
Ketua DPRD DKI Sebut Diskusi Interpelasi Formula E di Restoran Bentuk Parlemen Jalanan

Forum formal untuk membahas sesuatu salah satunya melalui rapat paripurna

Krisis Diplomasi Berbagai Negara Eropa dan Rusia Kian di Titik Terendah
Dunia
Krisis Diplomasi Berbagai Negara Eropa dan Rusia Kian di Titik Terendah

Serangan Rusia di Ukraina telah menyebabkan ribuan orang kehilangan nyawa atau terluka, hampir empat juta orang mengungsi ke luar negeri.

Satgas Madago Kontak Tembak dengan Teroris Poso, Satu DPO Tewas
Indonesia
Satgas Madago Kontak Tembak dengan Teroris Poso, Satu DPO Tewas

Rudy memastikan tim Satgas Madago Raya masih akan terus melakukan pengejaran

Cara Polisi Urai Kemacetan Mudik di Pelabuhan Merak
Indonesia
Cara Polisi Urai Kemacetan Mudik di Pelabuhan Merak

Polisi bekerja sama dengan ASDP terkait kesiapan arus mudik di Pelabuhan Merak. ASDP akan melakukan upaya pengoperasian kapal-kapal kapasitas besar.

Terungkap, Ini Motif Penembakan Sadis Paranormal di Tangerang
Indonesia
Terungkap, Ini Motif Penembakan Sadis Paranormal di Tangerang

Untuk diketahui, korban sempat melakukan tindakan tak senonoh terhadap istri M saat tengah melakukan pengobatan

Respons Polda Metro Digugat Mantan Kapolsek Kebayoran Baru
Indonesia
Respons Polda Metro Digugat Mantan Kapolsek Kebayoran Baru

Pemberhentian itu diketahui sudah melalui hasil sidang etik pada awal 2020 silam di Polda Metro Jaya

Pelanggar Prokes di Yogyakarta bakal Dijebloskan ke Penjara
Indonesia
Pelanggar Prokes di Yogyakarta bakal Dijebloskan ke Penjara

Salah satu isi perda adalah hukuman penjara bagi pelanggar protokol kesehatan.

Terdampak Berat PPKM Darurat, Ini Sejumlah Tuntutan PKL Malioboro
Indonesia
Terdampak Berat PPKM Darurat, Ini Sejumlah Tuntutan PKL Malioboro

Sejumlah paguyuban PKL di wilayah Malioboro, Yogyakarta mendesak Pemerintah Provinsi DIY memberikan sejumlah bantuan kepada seluruh anggota mereka.