Legislator PAN Sebut Indonesia Tak Ada Salahnya Belajar dari Negara Lain Tangani Omicron Anggota Komisi IX DPR, Saleh Partaonan Daulay. Foto: Dok/Man/DPR

MerahPutih.com - Pemerintah diminta untuk mempersiapkan segala sesuatu dalam rangka menghadapi COVID-19 varian Omicron. Terutama setelah meningkatnya orang yang terpapar menjadi 152. Diperkirakan, akan terjadi lagi peningkatan dalam beberapa waktu ke depan.

Anggota komisi IX DPR, Saleh Partaonan Daulay mengatakan, varian Omicron sangat agresif dan cepat menyebar. Apalagi, masyarakat banyak yang baru selesai liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Baca Juga:

PT KAI Bolehkan Penumpang Bawa Hasil Tes PCR dari Luar Stasiun

"Karena itu, sangat perlu dilakukan antisipasi dan ditingkatkan kewaspadaan," kata Saleh dalam keterangannya, Senin (3/1).

Saleh mengatakan, tahun lalu tidak ada varian Omicron. Namun, penyebarannya cukup menyita perhatian dan menghabiskan energi dan pikiran. Ia mengingatkan bahwa tahun ini, kemungkinan penyebaran virus COVID-19 akan tetap ada.

Baca Juga:

Antisipasi Lonjakan Penumpang Jarak Jauh, PT KAI Tambah Loket Tes Antigen

"Namun kita tetap optimis. Sebab, tahun lalu kita belum divaksin. Sekarang, warga kita sudah banyak yang divaksin. Semoga mampu meningkatkan imunitas untuk melawan varian baru ini," ujarnya.

Menurut Saleh, penanganan pasien varian Omicron perlu diperhatikan secara lebih baik. Pasalnya, virus tersebut sudah lebih dahulu menyebar di negara lain, sehingga kita bisa belajar dari mereka.

"Varian ini baru. Semua juga lagi belajar. Tidak ada salahnya melihat apa yang dilakukan negara lain untuk menanganinya. Tentu, di kita sendiri harus cari formulasi khusus. Mana tahu, pengalaman kita menangani varian Delta bisa dijadikan pelajaran," kata dia.

Baca Juga:

Jelang Nataru Penumpang KRL Tembus 400 Ribu Per Hari

Ketua Fraksi PAN ini menegaskan seharusnya Indonesia sudah siap. Sebab menurutnya, Indonesia diberi waktu yang cukup untuk mempersiapkan segala sesuatu. Terbukti, varian ini lebih dulu berkembang di negara lain

"Tetapi klaim kesiapan pemerintah harus dilihat lebih detail. Apakah faskesnya sudah siap? Bagaimana dengan tenaga medisnya? Bagaimana dengan alat kesehatan, oksigen, obat-obatan, dan lain-lain? Semoga yang detail itu memang sudah disiapkan secara baik," tutup dia. (Pon)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Syarat PCR-Antigen untuk Perjalanan Dihapus
Indonesia
Syarat PCR-Antigen untuk Perjalanan Dihapus

Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) saat ini tidak lagi wajib menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR atau rapid test antigen.

Tingkatkan Ketahanan Nasional, Menhan Prabowo Jalin Sinergi dengan Akademisi
Indonesia
Tingkatkan Ketahanan Nasional, Menhan Prabowo Jalin Sinergi dengan Akademisi

Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto mengatakan, isu-isu yang berkaitan dengan masalah strategi dan ketahanan nasional diharapkan bisa dilakukan kajian dan dipelajari oleh perguruan tinggi yang ada di Indonesia.

Walkot Bandung Akui Warga Rasakan Beratnya Kondisi Saat Ini
Indonesia
Walkot Bandung Akui Warga Rasakan Beratnya Kondisi Saat Ini

Di tengah upaya pemulihan berbagai sektor khususnya ekonomi akibat pandemi COVID-19, masyarakat kembali dihadapkan dengan tantangan baru pascakenaikan harga BBM.

Pemprov Jabar Bersama RSHS Bentuk Tim Ahli Hepatitis Akut
Indonesia
Pemprov Jabar Bersama RSHS Bentuk Tim Ahli Hepatitis Akut

Kini muncul penyakit hepatitis akut yang dikhawatirkan menular terutama pada anak-anak.

Sidang Parlemen Dunia di Bali Sepakati Resolusi Damai Rusia - Ukraina
Dunia
Sidang Parlemen Dunia di Bali Sepakati Resolusi Damai Rusia - Ukraina

Indonesia yang paling pokok menginginkan ketegangan Rusia-Ukraina segera selesai.

200 UMKM di Solo Ikuti Pasar Takjil Ramadan
Indonesia
200 UMKM di Solo Ikuti Pasar Takjil Ramadan

Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perindustrian Kota Solo, Wahyu Kristina mengatakan, terdapat 200 UMKM yang mendaftar Pasar Takjil Ramdan. Dari jumlah tersebut perinciannya sebanyak 130 merupakan UKM.

Menteri Bintang Minta Kapolri Hukum Berat Perwira Polisi Terduga Pemerkosa Anak
Indonesia
Menteri Bintang Minta Kapolri Hukum Berat Perwira Polisi Terduga Pemerkosa Anak

Korban diketahui bekerja sebagai pembantu rumah tangga di rumah pelaku sejak pertengahan September 2021 agar bisa mendapat penghasilan.

Perintah Langsung dari Jokowi, Vaksin Booster Masyarakat Umum Dipastikan Gratis
Indonesia
Perintah Langsung dari Jokowi, Vaksin Booster Masyarakat Umum Dipastikan Gratis

Masyarakat diharapkan mau mengikuti vaksinasi booster atau tahap tiga yang bakal berlangsung Rabu (12/1) esok.

CIPS Anggap PTM Maksimal Enam Jam Cukup Riskan Dilaksanakan
Indonesia
CIPS Anggap PTM Maksimal Enam Jam Cukup Riskan Dilaksanakan

Pertimbangannya adalah karena vaksinasi guru dan tenaga pengajar serta peserta didik juga belum terlaksana dengan merata

Pakar Sebut Indonesia Belum Saatnya Berubah dari Pandemi ke Endemi
Indonesia
Pakar Sebut Indonesia Belum Saatnya Berubah dari Pandemi ke Endemi

Secara epidemiologis belum semua indikator terpenuhi agar Indonesia yang kini terbelenggu pandemi menjadi endemi.