Legislator Nilai Hukuman Mati Bagi Pelaku Terorisme Perlu Dipertimbangkan Ilustrasi penangkapan teroris (ANTARA/HO)

MerahPutih.com - Penerapan hukuman mati bagi pelaku aksi terorisme yang tergolong berat dan berdampak besar merugikan bangsa serta negara perlu dipertimbangkan.

"Apakah harus dihukum mati atau tidak, menurut saya, tindakan terorismenya itu harus kita lihat kembali. Kalau memang itu tindakan berat dan akan membawa dampak yang lebih besar, saya rasa hukuman mati itu perlu dipertimbangkan untuk dilakukan," ujar Anggota Komisi III DPR, Eva Yuliana.

Baca Juga:

Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Sukoharjo, Amankan Senapan Angin

Ia mengemukakan hal itu saat menjadi narasumber dalam podcast bertajuk "Bicara Eksekusi Mati Terpidana Terorisme" yang diunggah di saluran YouTube Humas BNPT dipantau dari Jakarta, Sabtu (1/1).

Sebaliknya, apabila aksi terorisme belum dikategorikan berat dan berdampak besar, hukuman mati diharapkan tidak diberlakukan. "Jadi, tergantung dari seberapa besar atau seberapa berat tindakan terorisme yang sudah dilakukan," ucap dia.

Kemudian dia pun menyampaikan penilaian terhadap program-program Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dalam mencegah dan mengatasi persoalan radikalisme dan terorisme di Indonesia.

Baca Juga:

Jaksa Anggap Pembelaan Munarman Soal Perkara Terorisme Tak Berdasar

Sebagai lembaga pemerintah non kementerian yang melaksanakan tugas pemerintahan di bidang penanggulangan terorisme, dia menilai program-program BNPT berada pada poin 7 dari rentang 1 sampai 10.

"Nilai program-program BNPT 7 karena kalau saya jawab 9 atau 10 tidak ada upaya BNPT untuk memperbaikinya lagi," kata dia.

Nilai tersebut, lanjut dia, juga menjadi wujud harapannya terhadap BNPT agar senantiasa memperbaiki kinerja, terutama terkait rumusan program-program pencegahan dan penanggulangan terorisme di Tanah Air.

Meskipun begitu, ke depannya, ia merasa yakin bahwa BNPT akan mampu meraih nilai 9, bahkan nilai sempurna. Selain itu dia pun menilai baik kinerja BNPT dalam deradikalisasi.

Sejauh ini, ia melihat Kepala BNPT, Komjen Boy Rafli Amar, kerap terjun langsung, seperti ke pesantren yang dianggap masyarakat menjadi pusat pemaparan radikalisme serta terorisme.

Baca Juga:

Beragam Modus Penghimpunan Dana Teroris Enam Tahun Terakhir

Tidak hanya itu, kata Yuliana, BNPT juga aktif membina langsung eks narapidana radikalisme serta terorisme sebagai wujud upaya deradikalisasi.

"Artinya, saya melihat ini adalah upaya merawat komunikasi dengan saudara-saudara kita yang telah insaf dan berkomunikasi serta bersilaturahmi kepada tokoh-tokoh masyarakat yang diharapkan negara melalui BNPT bisa menjaga dan menyampaikan Indonesia harmoni kepada seluruh lapisan masyarakat, seperti bahasa Pak Boy," kata dia. (Asp)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
PKS Ingatkan Kemenlu Taat Konstitusi soal Normalisasi Hubungan dengan Israel
Indonesia
PKS Ingatkan Kemenlu Taat Konstitusi soal Normalisasi Hubungan dengan Israel

Anggota DPR Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Syahrul Aidi Maazat sekaligus sebagai Ketua Delegasi Grup Kerja sama Bilateral (GKSB) DPR untuk Palestina menanggapi isu yang beredar tersebut.

Tindakan Hukum Aparat Jangan Bikin Investor Lari
Berita
Tindakan Hukum Aparat Jangan Bikin Investor Lari

Penyidik Polri perlu mempertimbangkan untuk menjaga keberlanjutan usaha dan perlindungan tenaga kerja.

Saksi Sebut BLT Minyak Goreng Imbas dari Lonjakan Harga CPO
Indonesia
Saksi Sebut BLT Minyak Goreng Imbas dari Lonjakan Harga CPO

Untuk meringankan beban masyarakat, sesuai arahan Presiden tanggal 1 April 2022, pemerintah pun memutuskan memberikan bantuan langsung tunai (BLT)

Buka Turnamen Sepak Bola, Prabowo Ingin Cari Bibit Unggul
Indonesia
Buka Turnamen Sepak Bola, Prabowo Ingin Cari Bibit Unggul

Ketua Dewan Pembina Garuda Nusantara Academy, Prabowo Subianto mencari bibit unggul sepak bola untuk bisa masuk di Piala Dunia di masa mendatang.

Edy Mulyadi Mangkir dari Pemeriksaan Bareskrim Polri
Indonesia
Edy Mulyadi Mangkir dari Pemeriksaan Bareskrim Polri

Terlapor kasus dugaan ujaran kebencian, Edy Mulyadi mangkir dari panggilan Bareskrim Polri. Padahal, pemanggilan pemeriksaan dijadwalkan pada Jumat (28/1).

Korut Laporkan Tambahan 79.100 Orang Penderita Demam
Dunia
Korut Laporkan Tambahan 79.100 Orang Penderita Demam

sekitar 79.100 orang lagi bergejala demam dan satu kematian tambahan di tengah wabah virus corona yang dikonfirmasi pertama kali.

KPK Bantah Tudingan Demokrat Jadi Alat Politik Usai Panggil Andi Arief
Indonesia
KPK Bantah Tudingan Demokrat Jadi Alat Politik Usai Panggil Andi Arief

KPK membantah tudingan Partai Demokrat yang menyebut lembaga antirasuah dijadikan alat politik untuk menekan oposisi dalam pemanggilan Andi Arief.

Inflasi di Jakarta Diklaim Masih Lebih Rendah Dibanding Bogor dan Tangerang
Indonesia
Inflasi di Jakarta Diklaim Masih Lebih Rendah Dibanding Bogor dan Tangerang

Laju inflasi tahun kalender 2022, dari Januari sampai dengan Juni 2022, sebesar 1,94 persen ini tertinggi sejak tiga tahun terakhir masa pandemi

Kapolri Minta Dukungan Seluruh Pihak dalam Operasi Pencarian Helikopter P-1103
Indonesia
Kapolri Minta Dukungan Seluruh Pihak dalam Operasi Pencarian Helikopter P-1103

Insiden jatuhnya Helikopter P-1103 di perairan Bangka Belitung merupakan duka bagi seluruh keluarga besar institusi Polri.

Polisi Selidiki Kasus Satu Keluarga Tewas di Kalideres
Indonesia
Polisi Selidiki Kasus Satu Keluarga Tewas di Kalideres

Polisi mulai menyelidiki penyebab kematian empat jenazah yang ditemukan di dalam sebuah rumah di Kalideres, Jakarta Barat, Kamis (10/11).