Legislator Golkar Ini Bingung Ziarah Kubur Dilarang, Tempat Wisata Dibuka Ilustrasi ziarah kubur (Foto: instagram/cungndhuk_tuban )

MerahPutih.com - Anggota DPR, Fraksi Partai Golkar, Dedi Mulyadi, mengaku bingung dengan kebijakan larangan ziarah kubur selama masa lebaran Idul Fitri 1442 Hijriah.

Kebijakan larangan ziarah kubur berbanding terbalik dengan kebijakan dibukanya tempat wisata oleh pemerintah.

Baca Juga:

Pemprov DKI Larang Warga Jakarta Ziarah Kubur Usai Lebaran

"Saya dibuat bingung oleh sebuah kebijakan. Tempat wisata dibuka, tetapi ziarah kubur dilarang," kata Dedi kepada wartawan, Jumat (14/5).

Mantan Bupati Purwakarta ini menekankan, ziarah kubur merupakan tradisi hari Lebaran bagi umat Islam di Indonesia.

Karet Bivak
Pamflet imbauan bagi pengunjung TPU Karet Bivak yang di pasang di pintu masuk TPU Karet Bivak. (ANTARA/HO/TPU Karet Bivak)

Menurut dia, tempat wisata justru lebih berisiko menimbulkan kerumunan ketimbang lokasi pemakaman. Sehingga tempat wisata berpotensi menjadi lokasi penyebaran COVID-19.

"Dari pengalaman, saya belum pernah melihat orang berdesakan antre masuk areal pemakaman untuk ziarah," kata Dedi.

Baca Juga:

Anies Ibaratkan Warga Jabodetabek yang tidak Mudik Pejuang Perang

Wakil Ketua Komisi IV DPR ini pun berkelakar, bahwa ziarah kubur seharusnya masuk kategori pariwisata. Sehingga tidak ada larangan bagi masyarakat.

"Bolehkan ziarah kubur jadi wisata ziarah kubur? Apakah itu masuk wisata juga karena kan bisa disebut wisata religi," tandas Dedi. (Pon)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
[HOAKS atau FAKTA]: CCTV di Jakarta Sengaja Dimatikan saat Demo PA 212 soal UU Ciptaker
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: CCTV di Jakarta Sengaja Dimatikan saat Demo PA 212 soal UU Ciptaker

Ia juga menjelaskan akses CCTV dapat dilakukan dengan aplikasi molecool untuk memantau dengan CCTV salah satunya adalah CCTV Bali Tower.

Langgar SE Gibran, Polisi Bubarkan Dua Hajatan Warga
Indonesia
Langgar SE Gibran, Polisi Bubarkan Dua Hajatan Warga

Jajaran anggota Polsek Jebres membubarkan paksa dua hajatan yang digelar warga di dua lokasi berbeda, Sabtu (12/6).

Jerat 2 Anak Buah Jokowi, KPK Dinilai Masih Punya Gigi
Indonesia
Jerat 2 Anak Buah Jokowi, KPK Dinilai Masih Punya Gigi

"Ya kami mendukung penuh langkah KPK, itu menunjukkan bahwa KPK masih memiliki gigi," kata Benny

Jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air Jadi Teguran Keras untuk Pemerintah
Indonesia
Jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air Jadi Teguran Keras untuk Pemerintah

Kasus jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 menuai keprihatinan mendalam.

Buka Pameran Seni Rupa, Megawati Ingatkan Peran Seniman Menurut Bung Karno
Indonesia
Buka Pameran Seni Rupa, Megawati Ingatkan Peran Seniman Menurut Bung Karno

Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri membuka pameran seni rupa "Akara" yang dilaksanakan dalam rangka Bulan Bung Karno di Yogyakarta, Sabtu (5/6).

Ratusan Warga Rutan Kelas 1 Surakarta Dapat Remisi HUT RI, 4 Orang Langsung Bebas
Indonesia
Ratusan Warga Rutan Kelas 1 Surakarta Dapat Remisi HUT RI, 4 Orang Langsung Bebas

Pihak rutan juga sudah memberikan latihan kerja supaya bisa dimanfaatkan saat bebas nanti.

Polisi Siber Harus Ditopang UU ITE yang Lebih Demokratis
Indonesia
Polisi Siber Harus Ditopang UU ITE yang Lebih Demokratis

Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PKB Heru Widodo mengatakan keberadaan polisi siber harus ditopang dengan aturan hukum yag lebih adaptif dengan perkembangan saat ini.

Berantas Preman, Kapolri Sesumbar Layanan Pengaduan 110 Aktif 24 Jam
Indonesia
Berantas Preman, Kapolri Sesumbar Layanan Pengaduan 110 Aktif 24 Jam

Sigit juga meminta kepada jajarannya untuk merilis setiap penangkapan preman

DPR Desak Pemerintah Segera Evakuasi WNI di Afghanistan
Indonesia
DPR Desak Pemerintah Segera Evakuasi WNI di Afghanistan

Anggota Komisi 1 Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Farah Puteri Nahlia meminta pemerintah Indonesia untuk segera mengevakuasi WNI di Afghanistan.

Buntut Ribut Paspampres dengan Petugas PPKM, Oknum Polisi Diperiksa Propam
Indonesia
Buntut Ribut Paspampres dengan Petugas PPKM, Oknum Polisi Diperiksa Propam

“Anggota saya lagi diperiksa di Propam Polda. Supaya hal serupa tidak terulang di lapangan,” ujar Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Ady Wibowo