Legenda dan Mitos di Balik Pesona Telaga Remis Telaga Remis Kuningan ternyata memiliki kisah misteri yang legendaris (Foto: MP/Fredy Wansyah)

MerahPutih Budaya - Di balik pesona alam dan danaunya, Telaga Remis memiliki seribu cerita. Cerita legenda dan mitos masih berkembang hingga saat ini, meski pengunjungnya banyak berasal dari berbagai daerah di luar Kabupaten Kuningan.

Menurut cerita yang dihimpun merahputih.com dari warga sekitar, Telaga Remis merupakan air mata dari Pangeran Selingsingan akibat menangis tak henti-hentinya. Ia merupakan seorang pangeran di Keraton Kacirebonan.

Alkisah, Sultan Matangaji, pemimpin Keraton Kacirebonan, mengutus Pangeran Selingsih untuk memimpin penolakan upeti yang diminta Kerajaan Mataram. Namun, Pangeran Selingsih bersama pasukannya tiba-tiba diserang pasukan dari Mataram yang menagih upeti, dengan dipimpin Pangeran Purabaya. Keduanya pun berperang di kaki Gunung Slamet.

Pangeran Selingsingan ternyata tidak bisa menandingi ketangguhan Pangeran Purabaya dan pasukannya. Hal ini yang membuatnya mundur dan mengirim pesan kepada Sultan Matangaji. Lantas Sultan Matangaji mengutus menantunya, Elang Sutajaya, yang sakti mandraguna menuju medan perang. Elang Sutajaya dan Pangeran Selingsih akhirnya memenangi peperangan tersebut.

Merasa kalah, Pangeran Purabaya meminta belas kasih kepada Elang Sutajaya untuk diampuni. Dirinya merasa hanya orang biasa yang beragama islam, namun Elang Sutajaya tak menghiraukannya. Ia mengatakan bahwa Purabaya bukanlah muslim yang baik, karena tidak ada muslim yang melakukan kekerasan termasuk memulai peperangan sampai membunuh.

Mendengar nasihat Elang Sutajaya kepada Purabaya itulah, Pangeran Selingsih menangis. Saat Elang Sutajaya memandanginya, Selingsih justru tak bisa berhenti menangis hingga terjadilah sebuah danau. Sementara Purabaya berubah menjadi kura-kura.

Cerita legenda ini dipercaya turun temurun hingga saat ini. Sementara mitos yang berkembang, tidak boleh berpacaran di sekitar Telaga Remis. Barangsiapa melanggar dan tetap berpacaran, ia diyakini bakal putus tak lama setelah dari Telaga Remis. Menurut warga, telaga ini merupakan simbol kerendahhatian seorang pangeran muslim sehingga dianggap pantang menodainya dengan cara berpacaran. Sedangkan simbol air mata diyakini sebagai dampak bagi yang melanggar. (Fre)

BACA JUGA:

  1. Waduk Darma Wisata Pantainya Warga Kuningan
  2. Hucap, Tahu Kecap Enak Khas Kuningan
  3. Jadi Artis, Ega Kuningan Tetap Ramah dengan Teman Sekolah
  4. Keseruan Ega Kuningan Pulang Sekolah dengan Delman
  5. Telaga Remis Marak Pemalakan Calo Tiket
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Schizzo Cafe, Ngopi Bak Negeri Dongeng di Malang
Travel
Schizzo Cafe, Ngopi Bak Negeri Dongeng di Malang

Interior kafe ini menggunakan sketsa yang begitu unik seperti di negeri dongeng.

Cerita Kastengel di Hari Lebaran
Kuliner
Cerita Kastengel di Hari Lebaran

Rasanya lezat dan dijamin ludes ketika dimakan bersama keluarga.

Bang Pi`ie Kecil-Kecil Buaya Pasar Senen
Indonesiaku
Bang Pi`ie Kecil-Kecil Buaya Pasar Senen

Pi`ie berhasil membunuh Muhayar. Alih kekuasaan pun terjadi.

Sensasi Khas Nasi Pecel Iwak 'Kriuk' Kali Warung Deso Madiun
Kuliner
Sarapan Kenyang Maksimal di Negeri Aing
Kuliner
Sarapan Kenyang Maksimal di Negeri Aing

Ya, karena sarapan roti kayaknya 'enggak negeri aing' banget.

Kenangan Manis Gulali Jadul yang Dinikmati Sebelum Pandemi
Kuliner
Kenangan Manis Gulali Jadul yang Dinikmati Sebelum Pandemi

Pedagang gulali amat tangguh masih eksis di tengah hadirnya jajanan modern.

Kelenteng Madiun Tak Buat Kegiatan di Imlek Tahun Ini
Tradisi
Kelenteng Madiun Tak Buat Kegiatan di Imlek Tahun Ini

Pihak mengurus sudah mengirimkan surat pemberitahuan pembatalan kegiatan ke Polres Madiun Kota.

Pariwisata Megap-Megap, Pengusaha Hotel di Yogyakarta Minta Keringanan
Travel
Pariwisata Megap-Megap, Pengusaha Hotel di Yogyakarta Minta Keringanan

pengusaha sangat membutuhkan adanya relaksasi dalam pembayaran iuran.

Manisnya Rambut Nenek Negeri Aing
Kuliner
Manisnya Rambut Nenek Negeri Aing

Rambut nenek memutih tapi masih manis rasanya.

Lokasi Wisata di DIY Buka saat Libur Lebaran
Travel
Lokasi Wisata di DIY Buka saat Libur Lebaran

Namun lokasi wisata yang buka berada di di zona hijau.