Ledakan Besar Sebuah Klinik, Belasan Orang Tewas Ilustrasi: Kebakaran yang diakibatkan oleh kebocoran dan ledakan gas (FOTO ANTARA)

MerahPutih.com - Sebanyak 19 orang tewas dan enam lainnya terluka akibat ledakan di sebuah klinik medis di utara ibu kota Iran, Teheran, Selasa (30/6) malam. Demikian seperti dilaporkan Kantor Berita IRIB mengutip keterangan pejabat pemerintah.

Wakil Gubernur Teheran Reza Goudarzi mengatakan kepada stasiun TV pemerintah bahwa kebocoran gas yang menjadi penyebab ledakan.

Baca Juga:

Perkembangan Terkini Penyebaran COVID-19 di Tiongkok

Video yang muncul di media sosial menunjukkan sejumlah ledakan di daerah utara Teheran. Video lainnya memperlihatkan petugas pemadam kebakaran sedang berupaya menjangkau atap bangunan.

Reuters tidak dapat memverifikasi keaslian video tersebut secara independen. Demikian seperti dikutip dari Antara.

Kobaran api yang dipicu oleh ledakan berhasil dipadamkan, kata juru bicara Departemen Pemadam Kebakaran Teheran, Jalal Maleki, kepada stasiun TV.

Klinik yang 25 pegawainya sedang berada di dalam saat terjadi ledakan membuka praktik untuk operasi ringan dan pencitraan medis, kata Harirchi.

Baca Juga:

Gedung Bursa Efek Pakistan Diserang Kelompok Bersenjata

Pekan lalu, ledakan juga terjadi di dekat lokasi militer tak jauh dari Teheran. Menurut Kementerian Pertahanan disebabkan oleh kebocoran tangki di fasilitas penyimpanan gas. Tak ada korban tewas maupun luka yang dilaporkan akibat insiden tersebut. (*)

Baca Juga:

Corona di AS Capai 2.414.870 Kasus

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
KPK Dapat Opini Wajar Tanpa Pengecualian dari BPK
Indonesia
KPK Dapat Opini Wajar Tanpa Pengecualian dari BPK

Ini adalah kerja keras dari seluruh pegawai KPK

Wagub DKI Jelaskan Alasan Pemprov DKI Pangkas Unit Rumah DP 0 Rupiah
Indonesia
Wagub DKI Jelaskan Alasan Pemprov DKI Pangkas Unit Rumah DP 0 Rupiah

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria menjelaskan, alasan pihaknya memangkas unit Rumah DP 0 Rupiah.

Politisi PKS Harap Regulasi Perlindungan Tokoh Agama Segera Dirumuskan
Indonesia
Politisi PKS Harap Regulasi Perlindungan Tokoh Agama Segera Dirumuskan

Para tokoh agama berhak memperoleh perlindungan dari tindakan persekusi, kekerasan fisik maupun nonfisik

Peringati May Day, 50 Ribu Buruh bakal Gelar Aksi Demo Besok
Indonesia
Peringati May Day, 50 Ribu Buruh bakal Gelar Aksi Demo Besok

Menurut Presiden KSPI Said Iqbal, massa buruh dari KSPI yang akan mengikuti May Day berjumlah 50 ribu buruh.

Anies Dinilai Tak Serius Tangani Banjir, PSI Gulirkan Hak Interpelasi
Indonesia
Anies Dinilai Tak Serius Tangani Banjir, PSI Gulirkan Hak Interpelasi

Untuk menggulirkan interpelasi, dibutuhkan dukungan 15 anggota DPRD.

Sekjen Senior Bandingkan Kantor PDIP Yogyakarta Dulu dan Sekarang
Indonesia
Sekjen Senior Bandingkan Kantor PDIP Yogyakarta Dulu dan Sekarang

Sekretaris Kabinet Pramono Anung Wibowo melakukan pengguntingan pita pembukaan pameran seni rupa "Akara", yang dilaksanakan DPP PDI Perjuangan (PDIP) dalam rangka peringatan Bulan Bung Karno, di Yogyakarta, Sabtu (5/6).

Aktivis 98 Yakin Komjen Listyo Mampu Buat Polri Semakin Promoter
Indonesia
Aktivis 98 Yakin Komjen Listyo Mampu Buat Polri Semakin Promoter

"Saya meyakini pertimbangan Presiden tentu saja ini bukan karena soal kedekatan semata tapi lebih pada melihat kemampuan dan potensi yang dimiliki oleh Listyo Sigit akan dapat membuat Polri semakin Promoter (Profesional,Modern dan Terpercaya)," kata Semar

Kapolri Kirim Makanan, Vitamin Hingga Ratusan Personil Tangani Dampak Siklon Seroja
Indonesia
Kapolri Kirim Makanan, Vitamin Hingga Ratusan Personil Tangani Dampak Siklon Seroja

Kepolisian mengirimkan 52 anggota Brimob Mabes Polri ditambah 94 anggota Brimob Polda Jawa Timur dan 100 anggota Brimob Polda Bali ke kawasan bencana.

Puluhan Guru Besar Minta MK Kabulkan Uji Materi UU KPK Hasil Revisi
Indonesia
Puluhan Guru Besar Minta MK Kabulkan Uji Materi UU KPK Hasil Revisi

KPK juga mengalami degradasi etika yang cukup serius

KPK Telusuri Aliran Uang dan Aset Desi Arryani Lewat Direktur Waskita Beton Precast
Indonesia
KPK Telusuri Aliran Uang dan Aset Desi Arryani Lewat Direktur Waskita Beton Precast

Uang dan aset itu diduga hasil korupsi sub kontraktor fiktif pada proyek-proyek yang dikerjakan PT Waskita Karya.