Ledakan Besar di Lebanon, 78 Orang Dinyatakan Tewas Kerusakan yang ditimbulkan sangat parah. (Foto The Times of Israel)

SEBUAH ledakan besar baru saja terjadi hari ini (5/8) di Beirut, ibukota Lebanon. Dari video yang beredar di internet, terdapat asap besar yang menyerupai jamur dan meledak mengguncangkan gedung-gedung disekitarnya.

Dilansir dari The Guardian, Mohammed Fahmi selaku Menteri Dalam Negeri Lebanon mengatakan bahwa ledakan ini disebabkan oleh amonium nitrat dalam jumlah besar yang tersimpan di pelabuhan.

BACA JUGA:

Ini 3 Cara Mendukung Bisnis Teman Biar Makin Laris

Menteri Kesehatan Lebanon, Hamad Hasan mengatakan kepada BBC bahwa ledakan ini menimbulkan banyak cedera dan kerusakan parah. Saat ini Palang Merah Libanon telah membawa ratusan orang ke rumah sakit. Reuters juga melaporkan bahwa saat ini telah ditemukan 78 jenazah di puing-puing bangunan yang hancur.

Marwan Abboud, gubernur Beirut yang baru saja sampai di lokasi kejadian mengaku merasa terguncang dan sangat kaget. Ia mengatakan bahwa ia berada disana untuk mencari para pemadam kebakaran yang sedang memadamkan api yang muncul sebelum terjadinya ledakan.

"Mereka datang untuk memadamkan api, lalu mereka semua musnah," ungkap Abboud sambil berlinangan air mata.

BACA JUGA:

Kemasan Paket yang Baik, Jamin Amannya Barang Kamu

"Ini mengingatkanku mengenai apa yang terjadi di Jepang, di Hiroshima dan Nagasaki," jelasnya. Ia mengaku tidak pernah melihat kerusakan dengan ukuran sebesar dan selebar ini. "Ini adalah bencana nasional. Ini adalah masalah bagi Lebanon, dan kami tidak tahu bagaimana kami bisa memecahkannya," ungkap Abboud.

Ledakan ini menewaskan 10 orang. (Foto Al Arabiya)
Ledakan ini menewaskan 10 orang. (Foto Al Arabiya)

Sebelumnya, BBC melaporkan bahwa ledakan ini hadir pada saat yang sensitif bagi Lebanon. Kriris ekonomi yang terjadi berhasil memicu perpecahan lama. Ketegangan juga masih tinggi menjelang putusan persidangan atas pembunuhan mantan Perdana Menteri Rafik Hariri pada Jumat (7/8) mendatang. (shn)

BACA JUGA:

New Order

Penulis : shenna shenna
Kanal
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kasus Proyek Fiktif, Lima Bekas Petinggi Waskita Karya Dituntut 6-9 Tahun Penjara
Indonesia
Kasus Proyek Fiktif, Lima Bekas Petinggi Waskita Karya Dituntut 6-9 Tahun Penjara

KPK menuntut agar majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta menghukum lima bekas petinggi PT Waskita Karya karena telah terbukti melakukan tindak pidana korupsi.

Rumah Hantu Sragen Diaktifkan Kembali untuk Karantina Pemudik
Indonesia
Rumah Hantu Sragen Diaktifkan Kembali untuk Karantina Pemudik

Rumah tersebut sudah 11 tahun ini tak ditempati oleh pemiliknya

Menko Polhukam Tuntut Kerja Sama Rizieq Shihab Patuhi Hukum
Indonesia
Menko Polhukam Tuntut Kerja Sama Rizieq Shihab Patuhi Hukum

Medical record atau catatan kesehatan seseorang bisa dibuka dengan alasan-alasan tertentu

Kejagung Tetapkan Kajari Indragiri Hulu Tersangka Pemerasan 64 Kepala Sekolah
Indonesia
Kejagung Tetapkan Kajari Indragiri Hulu Tersangka Pemerasan 64 Kepala Sekolah

diduga melakukan tindak pidana korupsi yang berkaitan dengan jabatannya.

Syarief Hasan: Tuduhan SBY dan Demokrat Dalangi Demo UU Ciptaker adalah Fitnah
Indonesia
Syarief Hasan: Tuduhan SBY dan Demokrat Dalangi Demo UU Ciptaker adalah Fitnah

"Tuduhan tersebut adalah tuduhan tidak berdasar, fitnah dan tidak bertanggungjawab," jelasnya

Polisi Bongkar Penyeludupan Narkoba dari Amerika Serikat
Indonesia
Polisi Bongkar Penyeludupan Narkoba dari Amerika Serikat

Polres Metro Jakarta Pusat menangkap pria paruh baya berinisial K di sekitar kawasan Kebayoran Baru Jakarta Selatan pada 28 Agustus 2020 lalu.

Dokter Kecantikan Abal-abal Ditangkap, Operasi Wajah Pasien dengan Suntik Botox
Indonesia
Dokter Kecantikan Abal-abal Ditangkap, Operasi Wajah Pasien dengan Suntik Botox

Jumlah pasien mencapai 100 orang per bulan sebelum COVID-19. Setelah masa pandemi, jumlah pasien menjadi sekitar 30 orang per bulan.

Wapres Ma'ruf: Mengkritik Bukan Tindakan Radikal
Indonesia
Wapres Ma'ruf: Mengkritik Bukan Tindakan Radikal

Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyebut mengkritik pemerintah bukanlah tindakan radikal selama disampaikan sesuai koridor hukum dan tidak mengancam terjadinya perpecahan bangsa.

Politisi NasDem Desak Polisi Ungkap Serangan Siber ke Aktivis
Indonesia
Politisi NasDem Desak Polisi Ungkap Serangan Siber ke Aktivis

Kepolisian harus bisa memberi perlindungan hukum yang memadai kepada para aktivis serta polisi bisa menekan upaya intimidasi ataupun teror.

[HOAKS atau FAKTA]: Vaksin COVID-19 Bisa Merusak Sel Otak dan Darah
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Vaksin COVID-19 Bisa Merusak Sel Otak dan Darah

Beredar sebuah unggahan dalam sebuah akun Facebook yang menyatakan bahwa vaksin COVID-19 menyebabkan kerusakan pada sel otak dan sel darah.