Lebih dari Sepekan KPK OTT 4 Kader PDIP Menteri Sosial Juliari P Batubara tiba di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Minggu (6/12/2020). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/rwa.

MerahPutih.com - Dalam 11 hari terakhir, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berhasil operasi tangkap tangan (OTT) terhadap para pejabat yang diduga melakukan korupsi. Dalam operasi ini, ada 4 kader PDIP ikut terjaring.

Paling menghebohkan publik, KPK OTT Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo, di Bandara Soekarno Hatta pada Rabu (25/11) dini hari, usai lawatan dari Honolulu, Hawaii, Amerika Serikat.

OTT Edhy ini atas dugaan kasus suap izin eskpor benih lobster atau benur. Dalam perkara ini, lembaga antirasuah menetapkan tujuh orang tersangka. Salah satunya kader PDIP, staf khusus Menteri Edhy Andreau Pribadi Misata.

Baca Juga:

270 Juta Rakyat Indonesia Nantikan Hukuman Berat untuk Mensos Juliari

Kelima lainnya staf khusus Menteri Edhy Safri, pengurus PT Aero Citra Kargo Siswadi, staf istri Menteri Kelautan dan Perikanan Ainul Faqih, Direktur PT Dua Putra Perkasa Suharjito, serta seorang pihak swasta bernama Amiril Mukminin.

Andreau Pribadi diduga bersama-sama dengan Safri telah menerima uang sejumlah Rp436 juta dari Ainul Faqih selaku staf Iis Rosita Dewi, istri dari Menteri Edhy.

Selang dua hari, KPK kembali OTT Wali Kota Cimahi Ajay M Priatna pada Jumat (27/11), sekitar pukul 10.30 WIB, usai menghadiri kegiatan di gedung Cimahi Technopark.

Kader banteng moncong putih ini diduga menerima suap perizinan pengembangan Rumah Sakit Kasih Bunda Cimahi.

Dari kasus ini, KPK mengamankan sejumlah orang di beberapa lokasi di Cimahi.

Total ada sebelas orang yang ditangkap KPK dalam OTT tersebut yaitu Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna, ajudan Ajay, Farid, orang kepercayaan Ajay, Yanti, sopir Yanti, Endi, pihak swasta bernama Dominikus Djoni.

Menteri Sosial (Mensos) RI Juliari Peter Batubara saat diwawancarai awak media massa di Jakarta, Kamis, terkait Hari Disabilitas International (ANTARA/Muhammad Zulfikar)
Menteri Sosial (Mensos) RI Juliari Peter Batubara saat diwawancarai awak media massa di Jakarta, Kamis, terkait Hari Disabilitas International (ANTARA/Muhammad Zulfikar)

Kemudian, Direktur RSU KB Nuningsih, staf RSU KB Cynthia Gunawan, Kepala Dinas Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Cimahi Hella Hairani, Kepala Seksi di Dinas PTSP Cimahi Aa Rustam, dan sopir Cynthia, Kamaludin.

KPK pun menyita uang sebesar Rp425 juta dari kasus tersebut.

"Dari hasil tangkap tangan ini, ditemukan uang sejumlah Rp425 juta dan dokumen keuangan dari pihak Rumah Sakit KB," papar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri.

OTT kembali dilancarkan KPK, kali ini menyasar Bupati Banggai Laut, Sulawesi Tengah (Sulteng), Wenny Bukamo. Operasi ini dilakukan antirasuah pada Kamis (3/12). Wenny Bukamo juga merupakan kader dari PDI Perjuangan.

Dalam OTT ini, KPK mengamankan 16 orang di Kabupaten Banggai Kepulauan dan Kabupaten Luwuk, Sulteng. Tapi, hanya 6 orang yang ditetapkan tersangka.

KPK menemukan duit sebanyak Rp2 miliar dalam OTT KPK yang menyeret Wenny Bukamo. Duit miliaran rupiah itu ditemukan dikemas di dalam kardus.

KPK menduga Wenny menerima suap untuk kepentingan kampanye pemenangan pilkada.

Enam orang yang ditetapkan tersangka, yakni Wenny Bukamo selaku Bupati Banggai Laut, Recky Suhartono Godiman selaku Komisaris Utama PT ABG, Hengky Thiono selaku Direktur PT RMI (Raja Muda Indonesia). Ketiga ini diduga menerima suap kepentingan kampanye pemenangan pilkada.

Sedangkan tiga lainnya, Hedy Thiono selaku Komisaris PT BBP (Bangun Bangkep Persada), Djufri Katili selaku Direktur PT AKM (Antarnusa Karyatama Mandiri), Andreas Hongkiriwang selaku Direktur PT APD (Andronika Putra Delta) sebagai pemberi suap pilkada.

Teranyar, KPK pada Sabtu (5/12) dini hari kemarin telah melakukan OTT pejabat Kemensos. Dalam OTT tersebut, KPK mengamankan enam orang.

Mereka adalah MJS, direktur PT TPAU berinisial WG, AIM, HS, seorang sekretaris di Kemensos berinisial SN dan seorang pihak swasta berinisial SJY.

Baca Juga:

Jokowi Tunjuk Muhadjir Effendy Jadi Menteri Sosial Gantikan Juliari

Dalam penangkapan tersebut, KPK menyita uang dengan total Rp14,5 miliar dari hasil OTT. Duit Rp14,5 miliar ini berupa pecahan mata uang rupiah, dolar AS, dan dolar Singapura.

Uang Rp14,5 miliar itu disimpan dalam tujuh koper, tiga tas ransel, dan amplop kecil.

Setelah rekannya digiring ke KPK, akhirnya Menteri Sosial (Mensos) Juliari P Batubara, yang juga kader PDIP, menyerahkan diri pada Minggu (6/12) dini hari.

OTT ini atas kasus dugaan suap bansos berupa sembako untuk penanganan COVID-19 di wilayah Jabodetabek. KPK pun telah menetapkan lima orang tersangka dari perkara ini.

Kelima tersangka itu, yakni Mensos Juliari P Batubara, PPK Kemensos Matheus Joko Santoso, Adi Wahyono dan dua pihak swasta pemberi suap yaitu Ardian IM (AIM) serta Harry Sidabuke (HS). (Asp)

Baca Juga:

Jokowi Tak Akan Lindungi Menteri Juliari

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Jenderal Listyo Resmi Jadi Kapolri Termuda
Indonesia
Jenderal Listyo Resmi Jadi Kapolri Termuda

Pelantikan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Kemudian dibacakan Keppres tentang pengangkatan Listyo Sigit Prabowo menjadi Kapolri.

Pasien Usia 95 Tahun di Pontianak Sembuh dari COVID-19
Indonesia
Pasien Usia 95 Tahun di Pontianak Sembuh dari COVID-19

Tadjeri Soelaiman (95), satu di antara tujuh pasien lanjut usia dinyatakan sembuh dari COVID-19 dan diperbolehkan pulang ke rumah.

Kasus Surat Jalan Palsu, Brigjen Prasetijo Dihukum 3 Tahun Penjara
Indonesia
Kasus Surat Jalan Palsu, Brigjen Prasetijo Dihukum 3 Tahun Penjara

Brigjen Prasetijo Utomo divonis tiga tahun pidana penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

Bawaslu Terbitkan 1.618 Surat Peringatan ke Calon Kepala Daerah
Indonesia
Bawaslu Terbitkan 1.618 Surat Peringatan ke Calon Kepala Daerah

Anggota Bawaslu Mochammad Afifuddin menyampaikan jumlah tren kampanye tatap muka yang dilakukan pasangan calon (paslon) Pilkada 2020.

Saksi Ahli Kemeristekdikti Bakal Beri Penjelasan Soal Kasus Dugaan Hoaks Anji
Indonesia
Saksi Ahli Kemeristekdikti Bakal Beri Penjelasan Soal Kasus Dugaan Hoaks Anji

Polisi tak merinci siapa sosok tersebut kepada awak media. Begitu pun soal kapan jadwal pemeriksaannya.

Kasus Pembantaian di Sigi, Bamsoet Sebut Negara tidak Boleh Kalah dari Teroris
Indonesia
Kasus Pembantaian di Sigi, Bamsoet Sebut Negara tidak Boleh Kalah dari Teroris

Bambang Soesatyo mengatakan, negara tidak boleh kalah oleh kelompok teroris.

Dana Insentif Nakes Rp4,7 Miliar di Solo Cair Hari Ini
Indonesia
Dana Insentif Nakes Rp4,7 Miliar di Solo Cair Hari Ini

Pemerintah Kota (Pemkot) Solo, Jawa Tengah memastikan dana insentif tenaga kesehatan (nakes) untuk bulan September hingga Desember 2020 segera cair.

Eks Sekretaris MA Nurhadi Jalani Sidang Dakwaan Suap dan Gratifikasi
Indonesia
Eks Sekretaris MA Nurhadi Jalani Sidang Dakwaan Suap dan Gratifikasi

Nurhadi beserta menantunya Rezky Herbiyono bakal menjalani sidang perdana di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta.

Pemprov DKI Tutup 5 Perusahaan Pelanggar PSBB di Jakarta
Indonesia
Pemprov DKI Tutup 5 Perusahaan Pelanggar PSBB di Jakarta

Mantan Kadishub DKI ini mengatakan, tidak ada perlawanan dan penolakan dari para pimpinan perusahaan tersebut.

Kasus Bakamla, Bos PT CMIT Didakwa Rugikan Negara Rp 63 Miliar
Indonesia
Kasus Bakamla, Bos PT CMIT Didakwa Rugikan Negara Rp 63 Miliar

Hal itu terungkap dalam surat dakwaan yang dibacakan JPU KPK dalam persidangan, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (8/6).