Lebih dari 140 Sekolah di DKI Jakarta Belum Siap Gelar PTM Uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) tahap 2 di SDN Kebayoran Lama Selatan 17 Pagi, Jakarta, Rabu (9/6/2021). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/pras.

MerahPutih.com - Ratusan sekolah di Jakarta menunda pelaksanaan kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) tahap 5. Padahal mereka sudah mengisi asesmen dan ikut pelatihan.

"Sekolah belum siap PTM ada 142," kata Wakil Gubernur (Wagub) Ahmad Riza Patria di Jakarta Jumat (29/10).

Baca Juga:

Pimpinan DPRD Minta Disdik DKI Tindak Lanjuti Temuan 25 Klaster PTM

Pelaksanaan PTM di sekolah ini terlebih dulu harus melalui asesmen kesiapan sekolah dan asesmen belajar dari rumah, serta mengikuti pelatihan.

"Saat ini sebagian sekolah sedang mengikuti pelatihan dan sebagian mengikuti remedial pelatihan dan ada pula yang menunda PTM," papar Riza.

Saat ini, 1.091 sekolah mengikuti remedial pelatihan PTM tahap 2, 3, 4, dan 5. Selain itu, ada juga 1.817 sekolah yang sedang mengikuti pelatihan PTM tahap 6.

"Sehingga, seluruhnya berumlah 3.050 sekolah yang akan dibuka PTM terbatas pada 8 November 2021," ungkapnya.

Arsip foto - Sejumlah siswa mengikuti Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas di SMK Negeri 47 Jakarta, Rabu (9/6/2021). (ANTARA/Dewa Ketut Sudiarta Wiguna)
Arsip foto - Sejumlah siswa mengikuti Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas di SMK Negeri 47 Jakarta, Rabu (9/6/2021). (ANTARA/Dewa Ketut Sudiarta Wiguna)

Untuk diketahui, metode pelaksanaan pembelajaran di Jakarta saat ini dilakukan melalui blended learning, yakni belajar di kelas dan belajar secara daring.

Adapun waktu pembelajaran tatap muka setiap jenjang, sebagai berikut:

a. SMA/SMK sederajat mamksimal 35 menit x 5 jam pelajaran (175 menit dalam seminggu)

b. SMP sederajat maksimal 35 menit x 4 jam pelajaran (140 menit dalam seminggu)

c. SD sederajat mamksimal 35 menit x 3 jam pelajaran (105 menit dalam seminggu)

d. PAUD mamksimal 30 menit x 2 jam pelajaran (60 menit dalam seminggu)

Baca Juga:

Besok 1.500 Sekolah Ikut PTM, PSI DKI: Pemprov Harus Waspada

Kondisi kelas yang menerapkan belajar tatap muka:

a. SMA, SMK, MA, MAK, SMP, MTs, SD, MI, dan program kesetaraan belajar dengan menjaga jarak minimal 1,5 meter dan maksimal 18 peserta didik per kelas.

b. SDLB, MILB, SMPLB, MTsLB dan SMLB, MALB belajar dengan menjaga jarak minimal 1,5 meter dan maksimal 5 peserta didik per kelas.

c. PAUD belajar di kelas dengan menjaga jarak minimal 1,5 meter dan maksimal 5 peserta didik per kelas. (Asp)

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Rusia Balas Usir Diplomat Amerika Serikat
Dunia
Rusia Balas Usir Diplomat Amerika Serikat

Amerika Serikat dilaporkan melakukan pengusiran terhadap staf perutusan Rusia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Pemudik Motor Lewat Bekasi dan Tangerang Silakan Jajal Dua Rest Area Baru
Indonesia
Pemudik Motor Lewat Bekasi dan Tangerang Silakan Jajal Dua Rest Area Baru

Dua rest area khusus pemotor tersebut berada di wilayah Bekasi dan Tangerang.

Jokowi Kunjungan Kerja ke Papua
Indonesia
Jokowi Kunjungan Kerja ke Papua

Presiden Jokowi juga dijadwalkan meresmikan Papua Football Academy (PFA).

Anggota DPR Desak KY Periksa Putusan Bebas Bandar Narkoba
Indonesia
Anggota DPR Desak KY Periksa Putusan Bebas Bandar Narkoba

Anggota DPR Agustiar Sabran meminta Komisi Yudisial (KY) dan Badan Pengawasan (Bawas) Mahkamah Agung (MA), agar menyelidiki putusan bebas terhadap Saleh yang bermukim di kawasan Jalan Rindang Banua atau Komplek Puntun itu.

Gempa Larantuka, BMKG Masih Berikan Peringatan Dini Tsunami
Indonesia
Gempa Larantuka, BMKG Masih Berikan Peringatan Dini Tsunami

Pemerintah provinsi/kabupaten/kota yang berada pada status "Awas" diharap memperhatikan dan segera mengarahkan masyarakat untuk melakukan evakuasi menyeluruh.

Rudal Rusia Serang Ibu Kota Ukraina Saat Pertemuan G7 Berlangsung di Jerman
Dunia
Rudal Rusia Serang Ibu Kota Ukraina Saat Pertemuan G7 Berlangsung di Jerman

Inggris, Kanada, Jepang dan Amerika Serikat, sepakat untuk melarang impor emas dari Rusia

Soal Pemecatan, M. Taufik Akui Belum Ada Pembicaraan dari Fraksinya
Indonesia
Soal Pemecatan, M. Taufik Akui Belum Ada Pembicaraan dari Fraksinya

Partai Gerindra sudah bulat memecat Mohamad Taufik sebagai Wakil Ketua DPRD DKI. Surat pemberhentian pun sudah berada ditangan Fraksi Gerindra DPRD dari DPD DKI. Namun ketika ditanyakan mengenai surat tersebut M. Taufik mengaku belum menerimanya hingga saat ini. Ia sendiri tidak tahu sebabnya dokumen pelengseran dirinya itu, belum sampai kepadanya.

DPRD Wanti-wanti Anies Soal Anggaran Program Sumur Resapan Tahun 2022
Indonesia
DPRD Wanti-wanti Anies Soal Anggaran Program Sumur Resapan Tahun 2022

Anggaran untuk program pembuatan sumur resapan atau drainase vertikal sudah dihapus atau dinolkan oleh DPRD DKI Jakarta dalam APBD tahun 2022.

Wamendag Gagas Literasi Kripto
Indonesia
Wamendag Gagas Literasi Kripto

Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga menyebut perlu adanya literasi terkait uang kripto agar tidak ada kebingungan dan meningkatkan pemahaman di tengah-tengah masyarakat.

Kemenag Imbau Umat Islam tidak Paksakan Berkurban di Tengah Wabah PMK
Indonesia
Kemenag Imbau Umat Islam tidak Paksakan Berkurban di Tengah Wabah PMK

Umat Islam diimbau untuk tidak memaksakan untuk berkurban pada Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriah mengingat tengah mewabahnya penyakit kuku dan mulut (PMK) yang menyerang hewan ternak