Lebaran, D'MASIV Libur Manggung Single religi "Taman SurgaMu" bukan sengaja D'MASIV buat karena Ramadan, melainkan karena merasakan pengalaman rohani saat umrah (Foto: MP/Rizki Fitrianto)

Usai tampil dan buka puasa bersama merahputih.com di Clique Kitchen & Bar, Sabtu (10/6), D'MASIV segera meluncur ke acara lainnya. Rian (vokalis D'MASIV) dan pihak manajemennya mengakui bila kegiatan mereka cukup padat di hari itu.

Rilisnya single religi terbaru mereka, "Taman SurgaMu", memang menjadi momen yang tepat untuk menyambut bulan Ramadan. Tak ayal, di bulan ini pun mereka cukup sibuk. Simak wawancara merahputih.com seputar single terbaru mereka, dalam kaitannya dengan Ramadan.

Apakah "Taman SurgaMu" ini memang sengaja dikeluarkan untuk bulan Ramadan?

Dari awal kita masuk industri musik, kita tuh enggak pernah kayak "eh, Ramadan bikin lagu yuk". Kita bikin lagu religi karena ada pengalaman spiritual yang kita rasakan. Kalau bikin lagu religi tapi enggak ada pengalaman religinya, ibarat buah kelapa yang kalau dibelah airnya enggak tumpah, nanggung. Setiap lagu yang kita buat ada story-nya. "Taman SurgaMu" juga gitu.

Dari mana ide lagu "Taman SurgaMu" didapat?

Jadi, bulan Maret kemarin kita sempat umrah ke Mekkah dan Madinah. Selama sembilan hari di sana, banyak pengalaman spiritual yang kita dapatkan. Kebetulan Rian (vokalis) yang tulis lagunya dari tiga tempat yang sangat sakral, sehingga lagu ini tercipta.

Bagaimana tiga tempat sakral itu bisa memberi inspirasi?

Yang pertama Masjid Nabawi 'Raudah'. Raudah itu adalah tempat Nabi Muhammad SWT ceramah, ada mimbar dan ada tempat tidurnya dia yang sekarang menjadi makam peristirahatannya. Nabi Muhammad bilang bahwa Raudah itu adalah taman surga, di mana zaman dulu orang berzikir dan salat.

Menurut Nabi Muhammad, ketika kita berdoa di situ, semua pasti dikabulkan. Makanya, jutaan orang berebut untuk salat di situ. Saat lagi rebutan dan dempet-dempetan itu, kita yang selalu bawa pulpen sama kertas bikin lirik “izinkanlah 'ku sejenak untuk singgah di taman surga-Mu”.

Lalu tempat kedua yaitu Gua Hira, tempat pertama kalinya Nabi Muhammad menerima wahyu dari Allah melalui malaikat Jibril. Jadi, di sini Alquran diturunkan pertama kali. Karena itu di bukit, jadi letaknya tinggi, kita butuh waktu dua jam untuk naik ke Gua Hira. Kalau kita enggak punya keyakinan, enggak punya semangat dan tekad, mungkin pas kita lihat setinggi itu, kita enggak akan naik.

Waktu naik ke atas, ada perasaan yang beda di situ, ya udah aku (Rian) bikin kata-kata “Aku bagai debu beterbangan tiada arti tanpa dekapan-Mu”. Di situlah kita merasa manusia kecil banget seperti debu yang enggak ada apa-apanya tanpa Tuhan.

Terus, di depan Kakbah setelah ibadah itu, kalau enggak salah sore, aku tetap pegang kertas karena emang dikalungin gitu. Jadilah lagu "Taman SurgaMu". Intinya sih sebagai pengingat kita juga untuk menjadi manusia yang lebih baik, tidak banyak melakukan dosa lagi. Kita pengin kasih semangat juga buat umat muslim untuk bisa berkunjung ke Mekkah dan Madinah.

Apakah promosi single baru ini akan memengaruhi jadwal Lebaran para personel D'MASIV?

Nah, kita selama bulan puasa ini memang ada kegiatan sampai tanggal 23. Jadi sampai tanggal 23 itu kita benar-benar full setiap hari. Kayak hari ini aja (Sabtu, 10 Juni) kita main di tiga tempat, terus besok ada acara lagi, sampai terakhir di tanggal 23. Kita akan libur di tanggal 24 sampai 29, selama satu minggu. Lebaran kan 25-26, jadi kita sehari sebelum Lebaran dan tiga hari setelah Lebaran liburnya. Tapi enggak tahu akan ada yang pulang kampung atau tidak.

Wah, ternyata jadwal manggung band bisa sama juga seperti pegawai kantoran, ya Sahabat MerahPutih. Tentunya pihak manajemen dan D'MASIV sendiri sudah memikirkan bahwa mereka harus punya waktu untuk keluarga di hari raya. Bagaimana dengan Anda?



Irene Gianov

LAINNYA DARI MERAH PUTIH