Lebak Masih Siaga Bencana 24 Jam Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Rony Muharrman)

MerahPutih.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Banten, hingga kini masih memberlakukan siaga bencana selama 24 jam, meski curah hujan mulai berkurang.

"Kita tetap waspada bencana karena potensi masa transisi masih berpotensi," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lebak Kaprawi saat dihubungi di Lebak, Selasa (13/3), dilansir Antara.

Pemberlakuan siaga 24 jam itu untuk mengantisipasi kemungkinan peluang bencana alam masih terjadi.

Sebab, potensi musim peralihan dari hujan ke musim kemarau masih berpeluang yang ditandai hujan lebat disertai angin kencang.

Biasanya, masa peralihan itu dapat menimbulkan banjir, longsor dan angin kencang.

BPBD dan relawan hingga kini memberlakukan siaga dengan melakukan piket selama 24 jam dengan bergantian.

Apalagi, wilayah Kabupaten Lebak dipetakan daerah rawan bencana alam seperti banjir, longsor, angin kencang, kebakaran, gempa, tsunami hingga konflik sosial.

Selain itu juga topografi Kabupaten Lebak terdapat daerah aliran sungai juga perbukitan, pegunungan, dan pesisir pantai.

"Dengan siaga itu tentu bisa mengurangi risiko bencana alam dan tidak menimbulkan korban," katanya.

Kaprawi mengimbau warga yang tinggal di lokasi rawan bencana alam berjumlah hingga ribuan kepala keluarga.

Mereka tinggal di bantaran aliran sungai, tebing dan perbukitan.

Untuk mengantisipasi bencana alam, petugas BPBD dan relawan menyiapkan berbagai peralatan, relawan dan logistik, termasuk obat-obatan.

Peralatan yang dimaksud antara lain perahu motor, pelampung, tenda, kendaraan operasional, juga mobil dapur.

Disamping itu juga BPBD berkoordinasi dengan TNI, Polri, Tagana, PMI, Dinas Bina Marga, Dinas Kesehatan, Orari, Pers, aparat kecamatan dan masyarakat.

"Kami minta masyarakat jika terjadi bencana alam maka segera melaporkan kepada petugas BPBD dan relawan untuk bergerak cepat dilakukan evakuasi penyelamatan dan penyaluran logistik," ujarnya. (*)



Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH