Layang-Layang Warna-Warni Hiasi Langit Tanjung Lesung Rhino Kites Festival. (Foto: MP/Muchammad Yani)

"WAH itu ada Power Rangers," teriak seorang bocah sambil mendongak dan mengarahkan jarinya ke langit di Beach Club, Tanjung Lesung, Banten. Bocah tersebut memang tidak salah, apa yang dilihatnya adalah layang-layang milik pria berkebangsaan Malaysia, Nasri Ahmad.

Suasana Tanjung Lesung pada tanggal 12-13 Mei memang sedikit berbeda. Banyak layang-layang berukuran raksasa terbang di sana. Jika dihitung setidaknya ada sekitar 20 layang-layang melayang di langit Tanjung Lesung. Jumlah tersebut belum termasuk layang-layang raksasa lainnya yang tidak diterbangkan.

Penerbangan layang-layang yang diberi nama Rhino Kites Festival itu merupakan rangkaian acara dari ajang Rhino Cross Triathlon atau juga biasa disebut Rhino X-Tri yang diselenggarakan pada 29-30 September mendatang. Managing Director PT. Banten West Java Rully Lasahido menjelaskan ingin sesuatu yang beda sebelum acara inti dilaksanakan.

tanjung lesung
Rhino Kites Festival bagian dari Rhino X-Tri. (Foto: MP/Muchammad Yani)

Dihadiri Enam Negara

Meskipun bukan acara inti, festival layang-layang yang pertama kali di Tanjung Lesung ini dihadiri oleh puluhan penghobi layang-layang. Bahkan selain Indonesia, pelayang dari lima negara lain yakni Belgia, Belanda, Singapura, Malaysia dan Jerman turut meramaikan acara.

Endang Ernawati, penggagas Museum Layang-layang Indonesia sangat mengapresiasi Rhino Kites Festival. Apalagi mainan tradisional ini sudah sangat jarang diminati apalagi oleh anak-anak.

"Kita sangat mengapresiasi acara ini. Ini menjadi ajang memperkenalkan layang-layang kepada masyarakat luas," tutur Endang di waktu yang berbeda.

tanjung lesung
Layang-layang 3D mewarnai langit Tanjung Lesung. (Foto: MP/Muchammad Yani)

Banyak Layang-Layang 3D

Layang-layang yang diterbangkan di Rhino Kites Festival sangat beragam. Seperti milik pelayang asal Belanda Bart W Van Assen dengan layang-layang gambar elang. Layang-layang tersebut menurutnya menjadi interpretasi Banten. Pasalnya, selain badak hewan khas Banten adalah elang.

Masih milik Bart, layang-layang berbentuk lingkaran berwarna merah putih juga diterbangkan di festival ini. Pelayang dari Malaysia tak mau kalah, ia menerbangkan tiga layang-layang dalam satu tali.

tanjung lesung
Angin yang tidak mendukung menyurutkan beberapa layang-layang raksasa. (Foto: MP/Muchammad Yani)

Paling atas layang-layangnya bergambar bendera Malaysia. Sedangkan di tengah sosok Power Ranger merah cukup menarik perhatian. Di paling bawah ada layang-layang berbentuk badak dengan motif batik.

Sebenarnya di Rhino Kites Festival ada ratusan layang-layang yang siap diterbangkan. Beberapa diantaranya memiliki ukuran raksasa. Sayangnya angin sedang tak mendukung. Sehingga layang-layang tak semua bisa diterbangkan.

"Anginnya kurang," ucap Bart yang cukup fasih berbahasa Indonesia. (yani)

Kredit : yani

Tags Artikel Ini

Paksi Suryo Raharjo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH