Layanan Tur Setelah Umrah Kena PPN 0,55 Sampai 1,1 Persen Masjidil Haram. (Foto: Haramain TV)

MerahPutih.com - Pemerintah tengah melakukan implementasikan ketentuan pada UU Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP). Salah satu implementasinya adalah hadirnya penerapan PPN terhadap berbagai jasa atau produk yang digunakan masyarakat.

Teranyar, Kementerian Keuangan Kementerian Keuangan menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 71 Tahun 2022 tentang Pajak Pertambahan Nilai Atas Penyerahan Jasa Kena Pajak Tertentu, salah satunya yang diaturnya PPN atas jasa perjalanan ke tempat lain dalam perjalanan ibadah keagamaan.

Baca Juga:

Ingat! Bangun Rumah Sendiri Harus Bayar PPN 2,2 Persen

Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Direktorat Jenderal Pajak Kemenkeu Neilmaldrin Noor menegaskan, jasa keagamaan tidak dipungut pajak pertambahan nilai (PPN).

"Ibadah umrah maupun ibadah lainnya tetap tidak dikenakan PPN. Namun dalam praktiknya, penyelenggara jasa perjalanan ibadah keagamaan juga memberikan jasa layanan wisata (tur) ke berbagai negara, sehingga atas jasa perjalanan ke tempat lain dalam perjalanan ibadah tersebut dikenai PPN," katanya dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (12/4).

Dalam PMK, tentang Pajak Pertambahan Nilai Atas Penyerahan Jasa Kena Pajak Tertentu, beberapa ketentuan terkait PPN untuk jasa kena pajak (JKP) tertentu disesuaikan.

Salah satu poin PMK tersebut mengatur mengenai jasa perjalanan ke tempat lain dalam perjalanan ibadah keagamaan yang dikenakan PPN sebesar 1,1 persen dari harga jual paket penyelenggaraan perjalanan, jika tagihan dirinci antara perjalanan ibadah keagamaan dengan perjalanan ke tempat lain.

Baca Juga:

Dalih Kemenkeu Terapkan PPN Atas Akomodasi Perjalanan Keagamaan

Namun, jika tagihannya tidak dirinci, tarif PPN jasa perjalanan ke tempat lain dalam perjalanan ibadah keagamaan menjadi 0,55 persen dari keseluruhan tagihan.

Sementara itu, jasa keagamaan meliputi jasa pelayanan rumah ibadah, pemberian khotbah, penyelenggaraan kegiatan keagamaan, dan jasa lain di bidang keagamaan tidak dipungut PPN karena termasuk dalam nonjasa kena pajak (JKP).

"Jasa perjalanan ibadah umroh dan ibadah lain juga termasuk ke dalam non-JKP," katanya. (Asp)

Baca Juga:

Penjelasan Kemenkeu Terkait Beli Kripto Kena Pajak 0,1 Persen

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Renovasi Selesai, Kendaraan Jemaah Katedral Bisa Parkir di Istiqlal
Indonesia
Renovasi Selesai, Kendaraan Jemaah Katedral Bisa Parkir di Istiqlal

lahan parkir Istiqlal ini sangat membantu Katedral dalam mengatasi jumlah kendaraan umat saat Natal.

Anies Apresiasi Bank DKI Sulap Dua Kantor Jadi Sentra Vaksin
Indonesia
Anies Apresiasi Bank DKI Sulap Dua Kantor Jadi Sentra Vaksin

Bank DKI telah merombak dua kantor layanan menjadi sentra vaksinasi yang langsungkan pada tanggal 17-18 Juli 2021.

Gibran Ubah Aturan Balita dan Ibu Hamil Masuk Mal
Indonesia
Gibran Ubah Aturan Balita dan Ibu Hamil Masuk Mal

Pemkot Solo mencabut izin bagi balita, ibu hamil, dan lansia untuk memasuk mal/pusat perbelanjaan modern, pasar tradisional, maupun tempat wisata/hiburan.

KPK Ingatkan Penyaluran Bansos PPKM Darurat Harus Transparan dan Akuntabel
Indonesia
KPK Ingatkan Penyaluran Bansos PPKM Darurat Harus Transparan dan Akuntabel

KPK mengingatkan penyaluran bansos untuk masyarakat yang terdampak pandemi ini harus mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas.

Kemendagri: Perpanjangan PPKM Jadi Upaya Transisi Bertahap Menuju Endemi
Indonesia
Kemendagri: Perpanjangan PPKM Jadi Upaya Transisi Bertahap Menuju Endemi

Jabodetabek masih berstatus PPKM level 3 selama perpanjangan hingga 28 Februari.

Salurkan Bantuan UMKM, Riau Bikin Aplikasi mataumkm.riau.go.id
Indonesia
Salurkan Bantuan UMKM, Riau Bikin Aplikasi mataumkm.riau.go.id

"Kita upayakan Agustus 2021 bantuan dari Pemrov Provinsi Riau akan segera disalurkan. Bantuan dari Pemrov Riau ini beda penerimanya dengan pelaku usaha yang menerima dari kementerian koperasi dan UKM," ujar Gubernur Riau.

Puluhan Warga Diduga Keracunan Usai Makan Nasi Boks Berlogo PSI
Indonesia
Puluhan Warga Diduga Keracunan Usai Makan Nasi Boks Berlogo PSI

24 warga dilarikan ke Rumah Sakit Koja untuk menjalani perawatan

Indonesia Tidak Tutup Pintu Berwisata Bagi Warga Rusia dan Ukraina
Indonesia
Indonesia Tidak Tutup Pintu Berwisata Bagi Warga Rusia dan Ukraina

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi disebut telah agar kepulihan pariwisata Indonesia tidak terganggu konflik Rusia dan Ukraina.

Tiongkok Laporkan Pergerakan Pesawat Mata-mata AS di Selat Taiwan
Dunia
Tiongkok Laporkan Pergerakan Pesawat Mata-mata AS di Selat Taiwan

Tiongkok mengecam pergerakan pesawat mata-mata Tiongkok di Selat Taiwan dan menyebut tindakan tersebut mengancam perdamaian.

Gempa di Nias Utara Dirasakan Sampai Gunungsitoli
Indonesia
Gempa di Nias Utara Dirasakan Sampai Gunungsitoli

Sebagian besar merasakan getaran gempa bahkan ada warga yang panik dan lari sambil memberitahu tetangga kalau ada gempa.