Layanan Rapid Test di Bandara Kualamu Diduga Pakai Alat Bekas Rapid test di Kualanamu. (Foto: Antara)

MerahPutih.com - Kepolisian melakukan pengerebegan layanan rapid test COVID-19 di Bandara Internasional Kualanamu di Deli Serdang, Sumatera Utara, digerebek polisi pada Selasa (27/4).

Penggerebegan itu, terkait adanya dugaan pemalsuan proses rapid test antigen Dari hasil penggerebekan, pihak kepolisian mengamankan lima orang petugas rapid test yang merupakan karyawan salah satu perusahaan farmasi ternama.

Humas Bandara Kualanamu Ovi yang dikonfirmasi, Selasa malam, membenarkan terkait penggerebekan dan penangkapan tersebut.

Baca Juga:

Klaster Perkantoran Kembali Melonjak, Wagub DKI Minta Tingkatkan Kewaspadaan

"Kejadiannya benar, lagi penyelidikan. Namun keterangan resminya besok," ucap-nya singkat. Informasi dihimpun, kelima orang yang diamankan masing-masing berinisial RN, AD, AT, EK, dan EI. Mereka diamankan karena diduga telah menyalahi aturan proses rapid test antigen, yakni dengan menggunakan alat steril swab stuck bekas.

Dalam penggerebegan tersebut,barang bukti yang di amankan diantaranya, komputer 2 unit, mesin printer 2 unit, uang kertas, ratusan alat rapid test bekas yang sudah di cuci bersih dan telah di masukkan kedalam kemasan dan ratusan alat pengambil sampel rapid antigen yang masih belum di gunakan.

Kasus ini diketahui setelah sekira pukul 15.05 WIB, setelah anggota Krimsus Polda Sumatera Utara, yang berpakaian sipil menyamar sebagai calon penumpang salah satu pesawat, melaksanakan test rapid antigen. Selanjutnya petugas krimsus mengisi daftar calon pasien untuk mendapatkan nomor antrian.

Setelah mendapatkan nomor antrian maka petugas krimsus di panggil nama dan masuk ke ruang pemeriksaan untuk di ambil sampel yang di masukkan alat tes rapid antigen kedalam kedua lubang hidung. Namun, berselang sekira 10 menit menunggu, hasil di yang di dapatkan "Positif"

Setelah itu terjadi perdebatan dan saling balas argumen maka di periksa seluruh isi ruangan labolatorium rapid antigen dan para petugas kimia farma di kumpulkan, maka petugas kirmsus poldasu mendapati barang bukti , Ratusan alat yang di pakai untuk rapid antigen untuk pengambilan sampel bekas dan telah di daur ulang.

Dalam siaran persnya, PT Kimia Farma Tbk melalui cucu usahanya yaitu PT Kimia Farma Diagnostik, mengaku tengah melakukan investigasi bersama dengan pihak aparat penegak hukum dengan memberikan dukungan sepenuhnya terhadap proses penyelidikan oknum petugas layanan Rapid Test Kimia Farma Diagnostika Bandara Kualanamu yang diduga melakukan tindakan penggunaan kembali alat Rapid Test Antigen tersebut.

Alat rapid test bekas. (Foto: Polda Sumut)
Alat rapid test bekas. (Foto: Polda Sumut)

“Kita mendukung sepenuhnya investigasi yang dilakukan oleh pihak berwajib terhadap kasus tersebut. Tindakan yang dilakukan oleh oknum pertugas layanan Rapid Test Kimia Farma Diagnsotik tersebut sangat bertentangan dengan Standard Operating Procedure (SOP) perusahaan dan merupakan pelanggaran sangat berat," ujar Direktur Utama PT Kimia Farma Diagnostika Adil Fadhilah Bulqini.

Ia menegaskan, atas tindakan dari oknum petugas layanan Rapid Test tersebut. Apabila terbukti bersalah, maka para oknum petugas layanan Rapid Test tersebut akan kami berikan tindakan tegas dan sanksi yang beratsesuai ketentuan yang berlaku.

“Kimia Farma memiliki komitmen yang tinggi sebagai BUMN Farmasi terkemuka yang telah berdiri sejak jaman Belanda, untuk memberikan layananan dan produk yang berkualitas serta terbaik, lebih mendekatkan pelayanan kepada masyarakat serta terus melakukan evaluasi secara menyeluruh dan penguatan monitoring pelaksanaan SOP di lapangan sehingga hal tersebut tidak terulang kembali," katanya. (Knu)

Baca Juga:

Pemprov DKI Akui Meroketnya Klaster Perkantoran Gegara Ada Pelonggaran

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Vaksinasi Dosis Kedua, Wartawan Diminta Abaikan SMS Blast Suntik di Puskesmas
Indonesia
Vaksinasi Dosis Kedua, Wartawan Diminta Abaikan SMS Blast Suntik di Puskesmas

Pelaksanaan vaksinasi hari esok hanya diperuntukkan bagi jurnalis yang sudah menerima suntikan vaksin dosis pertama pada 25, 26 dan 27 Maret 2021 lalu.

Kasus COVID-19 di Jakarta Melonjak, Dinkes DKI: Dejavu
Indonesia
Kasus COVID-19 di Jakarta Melonjak, Dinkes DKI: Dejavu

Masyarakat yang mengalami keluhan kesehatan seperti mirip gejala COVID-19 untuk bersedia melakukan tes COVID-19 baik PCR maupun swab antigen

Bamsoet Akui Harmoko Panutan Banyak Kader Partai Golkar
Indonesia
Bamsoet Akui Harmoko Panutan Banyak Kader Partai Golkar

Harmoko yang pernah menjabat sebagai ketua umum Golkar menderita sakit sejak beberapa tahun lalu

[HOAKS atau FAKTA]: Turunkan Berat Badan 15 Kg Seminggu Dapat Penghargaan Mensos
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Turunkan Berat Badan 15 Kg Seminggu Dapat Penghargaan Mensos

Foto pelajar tersebut ternyata sering digunakan untuk iklan-iklan pelangsing tubuh.

 Ekonomi Global Tertekan, Industri Manufaktur Jadi Tulang Punggung Indonesia
Indonesia
Ekonomi Global Tertekan, Industri Manufaktur Jadi Tulang Punggung Indonesia

Pada periode kedua Pemerintahan Jokowi, realisasi investasi di sektor manufaktur sepanjang 2020 tercatat sebesar Rp270 triliun.

Rekonstruksi Penyerangan Pengawal Rizieq, Polisi Temukan Senjata Api dan Samurai
Indonesia
Rekonstruksi Penyerangan Pengawal Rizieq, Polisi Temukan Senjata Api dan Samurai

Polisi menggelar rekonstruksi di empat titik terkait dengan kasus penyerangan oleh laskar Front Pembela Islam (FPI) di Tol Jakarta-Cikampek.

Polisi Ungkap Status Hukum Rachel Vennya
Indonesia
Polisi Ungkap Status Hukum Rachel Vennya

Tubagus menjelaskan, Rachel akan diperiksa kapasitasnya sebagai saksi dalam pemeriksaan ulang. Usai penyidik menemukan adanya unsur pidana dalam kasus dugaan kabur karantina tersebut.

Hujan Lebat Disertai Angin-Petir Guyur Beberapa Wilayah di Indonesia
Indonesia
Hujan Lebat Disertai Angin-Petir Guyur Beberapa Wilayah di Indonesia

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan terdapat beberapa wilayah di Indonesia berpotensi mengalami hujan lebat disertai kilat dan angin kencang, Jumat (30/7).

Santri Dilarang Mudik Lebaran, Menag Sebut untuk Cegah Bahaya Lebih Besar
Indonesia
Santri Dilarang Mudik Lebaran, Menag Sebut untuk Cegah Bahaya Lebih Besar

Bahaya yang sama juga bakal terjadi pada arus balik

BIN Beberkan Kronologi  Gugurnya Kabinda Papua
Indonesia
BIN Beberkan Kronologi Gugurnya Kabinda Papua

Satgas BIN dibantu unsur keamanan lainnya terus melakukan pengejaran