Layanan Paspor dan Visa Kedubes AS Tutup Selama Aksi 511 Bela Palestina Ilustrasi Paspor. Foto: Jalantikus.com

MerahPutih.com - Kedutaan Besar Amerika Serikat (Kedubes) untuk Indonesia menutup layanan publik untuk pengurusan paspor, kenotariatan, dan visa karena adanya aksi demo Bela Palestina. Demo bertajuk Aksi 511 itu juga memaksa PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) melakukan pengalihan terhadap operasional rute Bus Transjakarta Koridor-2 Pulogadung-Harmoni.

Massa sejak pagi telah memadati kawasan Masjid Istiqal Jakarta Pusat. Nantinya, mereka akan bergerak ke kawasan Monas tepat berada di depan Kedubes AS yang terletak di Jalan Medan Merdeka Selatan.

Jalan di depan Kedubes AS itu pun kini sudah ditutup dan dijaga ketat oleh aparat keamanan gabungan dari TNI/Polri dan Satpol PP. Meski tidak memberikan pelayanan, staf Kedubes Amerika tetap beraktivitas seperti biasa, hanya jam kerjanya saja yang dibatasi.

"Kedubes AS di Jakarta membatasi waktu kerja karyawan dan operasional Kedubes," demikian keterangan tertulis dari situs resmi Kedubes AS, dilansir Jumat (11/5).

demo palestina
Umat Islam mengibarkan bendera Palestina saat mengikuti aksi 115 di kawasan Monas, Jakarta, Jumat (11/5). Aksi yang yang bertajuk Indonesia Bebaskan Al-Quds ini sebagai penolakan atas keputusan pemerintah Amerika Serikat yang memindahkan Kantor Kedutaaan Besar AS untuk Israel ke Yarusalem. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

Massa Padati Koridor 2 Transjakarta

Sedangkan, PT Transjakarta menjelaskan pengalihan jalur terpaksa diambil karena massa aksi Bela Palestina kini berkumpul menutupi jalur Transjakarta koridor 2. Menurut dia, rute bus Transjakarta Koridor 2 dialihkan melewati Halte Senen, belok kiri ke Jalan Gunung Sahari, kemudian bergabung dengan Koridor 5 (Ancol-Kampung Melayu).

"Sejumlah halte yang tidak melayani di Koridor 2, antara lain Halte Atrium, Halte RSPAD, Halte Deplu, Halte Gambir 1, Halte Istiqlal, Halte Juanda dan Halte Pecenongan," kata Direktur Utama PT Transjakarta Budi Kaliwono di Jakarta, dikutip dari Antara.

Budi menambahkan jalur Transjakarta mendekati Halte Istiqlal saat ini juga sudah dipadati oleh massa sehingga bus-bus Transjakarta dialihkan melalui jalur reguler. "Dengan begitu, untuk Halte Istiqlal sekarang ini sudah tidak bisa melayani penumpang. Perkembangannya akan kami informasikan kembali," tandas Budi.

Bus Transjakarta
Bus Transjakarta. Foto: Antara

Berawal dari Istiqlal

Ratusan ribu penganut agama Islam terus memadati Lapangan Monas, Jakarta Pusat, Jumat pagi, untuk menggelar aksi bela Palestina 11 Mei (Aksi 115) untuk memprotes pemindahan Ibu Kota Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Aksi yang mengambil tema "Indonesia Bebaskan Baitulmakdis" itu diawali dengan Salat Subuh berjamaah di Masjid Istiqlal Jakarta. Ustaz Ahmad Isrofiel menjadi imam Salat Subuh. Ahmad Isrofiel adalah seorang hafiz (penghafal) Alquran yang merupakan alumnus program Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Salat Subuh berakhir sekitar pukul 05.00 WIB. Massa sudah mulai bergerak ke Monas. Makin siang, jumlah umat Islam yang datang ke Lapangan Monas makin banyak. Dipekirakan jumlah peserta aksi akan mencapai setidaknya satu juta orang hingga saat digelarnya Salat Jumat di Lapangan Monas.

palestina
Umat Islam mengibarkan bendera Palestina saat mengikuti aksi 115 di kawasan Monas, Jakarta, Jumat (11/5). Aksi yang yang bertajuk Indonesia Bebaskan Al-Quds ini sebagai penolakan atas keputusan pemerintah Amerika Serikat yang memindahkan Kantor Kedutaaan Besar AS untuk Israel ke Yarusalem. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

Direncanakan hadir dalam aksi itu, antara lain, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) K.H. Ma'ruf Amin, anggota Dewan Pembina Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama Ustaz Bachtiar Nasir, K.H. Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym, Ustaz Felix Siauw, dan Ustaz Abdul Somad.

Sebanyak 35.000 petugas gabungan Polri dan TNI akan mengamankan aksi massa tersebut. "Jumlah massa mencapai ratusan ribu orang," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono di Jakarta.

Pada tanggal 6 Desember 2017, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan pemindahan Kedutaan Besar Amerika Serikat ke Yerusalem dan mengakuinya sebagai ibu kota Israel. Pemindahan Kedubes AS di Israel pada tanggal 14 Mei dari Tel Aviv ke Yerusalem menimbulkan protes yang berpotensi pada kekerasan. Rencana pemerintah Amerika Serikat ini menuai reaksi dan kecaman dari sejumlah negara, termasuk Indonesia.


Tags Artikel Ini

Wisnu Cipto

LAINNYA DARI MERAH PUTIH