Lawan Keputusan Trump Terkait Yerusalem, Hamas Serukan Intifadah Warga Palestina menunggu ijin menyeberang ke Mesir untuk pertama kalinya setelah Hamas menyerahkan perbatasan Rafah kepada Pemerintah Palestina, (ANTARA FOTO/REUTERS/Ibraheem Abu Mustafa)

MerahPutih.Com - Keputusan Donald Trump memindahkan kedutaan AS dari Tel Aviv ke Yerusalem kontan mendapat reaksi keras dari Hamas (Gerakan Perlawanan Islam). Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh menyerukan intifadah terhadap pengakuan AS atas Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

Seruan tersebut dikeluarkan di tengah demonstrasi massa yang melanda seluruh Tepi Barat Sungai Jordn, Jalur Gaza dan Yerusalem Timur.

"Besok akan menjadi hari kemarahan rakyat dan peluncuran perlawanan di bawah nama Intifadah Kebebasan Yerusalem", kata Ismail Haniyeh selama pidato terbuka, Kamis (7/12).

Ismail Haniyeh kembali menegaskan bahwa Jumat besok akan menjadi "awal gerakan baru" untuk memerangi rencana pendudukan Israel atas Tepi Barat dan Yerusalem.

"Trump akan menyesali keputusan ini," kata Haniyeh, sebagaimana dilansir Antara dari Xinhua. Ia menegaskan "integritas Yerusalem bukan hanya Yerusalem Barat atau Timur".

Sementara itu, Haniyeh juga menyerukan pertemuan umum Palestina guna membahas situasi saat ini dan mencapai kesepakatan mengenai politik Palestina pada masa depan.

Pemimpin Hamas tersebut, yang menggambarkan pengakuan AS sebagai "titik balik dalam sejarah masalah Palestina", menekankan bahwa Yerusalem "selalu telah menjadi sumber kemenangan, awal revolusi dan titip awal intifadah".

Ia juga kembali menyatakan Hamas takkan pernah mengakui keabsahan pendudukan Israel atas Wilayah Palestina.

Pada Rabu, Trump secara resmi mengumumkan pengakuannya atas Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel dan keinginannya untuk memindahkan Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Pengumuman Trump memicu gelombang kemarahan dan kegeraman di kalangan rakyat Palestina.

Berbagai kekuatan politik dan faksi Palestina mengumumkan pemogokan umum di Tepi Barat, Jalur Gaza dan Yerusalem Timur, sementara sebagian pemrotes di Jalur Gaza membakar bendera AS dan gambar Trump.

Pemimpin Federasi Kamar Dagang Palestina Khalil Rizk mengatakan pemogokan umum tersebut adalah ungkapan protes terhadap keputusan presiden AS.

Kementerian Pendidikan Palestina mengumumkan pembekuan kegiatan belajar-mengajar pada Kamis, dan mendesak guru serta siswa agar ikut dalam demonstrasi di seluruh Tepi Barat dan Jalur Gaza.(*)



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH