berita-singlepost-banner-1
Lawan 'Corona Efek', Jokowi Siapkan Kartu Prakerja dan 'Bayar' Influencer Rp72 M Presiden Jokowi ANTARA FOTO/Akbar N Gumay.
berita-singlepost-banner-2
berita-singlepost-mobile-banner-7

MerahPutih.com - Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) meluncurkan sejumlah strategi untuk mengatasi dampak virus Corona terutama untuk mengantisipasi melemahnya industri pariwisata dan membuat stimulus agar daya beli masyarakat dapat bertahan.

"Pemerintah membuat beberapa inisiatif, pertama adalah arahan Bapak Presiden untuk kartu prakerja akan dipercepat di mana kartu prakerja ini akan segera diluncurkan di 3 provinsi yaitu Bali, Sulut, dan Kepulauan Riau," kata Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers di Kantor Presiden Jakarta, Selasa (26/2).

Baca Juga:

Mendagri Anggap Usulan ASN Diberdayakan Jadi 'Influencer' Baik-Baik Saja

Menurut Airlangga, saat ini sedang disiapkan Perpres dan dilanjutkan dengan pembentukan Project Management Office (PMO) dengan target pelaksanaan di tiga provinsi itu pada Maret 2020.

Kedua, pemerintah akan menaikkan tambahan manfaat bagi keluarga penerima manfaat (KPM) sebanyak 50.000 penerima dan akan diberlakukan selama 6 bulan, diawali pada Maret 2020 dan kebutuhan anggaran sebanyak Rp4,56 triliun.

Antispasi wabah virus corona
Antispasi virus corona. (Ant)

Ketiga, pemerintah melanjutkan program stimulus bidang perumahan. Untuk perumahan ini ditambahkan kebutuhan anggaran sebanyak Rp1,5 triliun sehingga dengan penambahan ini ada Rp800 miliar berupa subsidi bunga dan Rp700 miliar berupa subsidi uang muka. Total tambahan 175.000 unit dan dilaksanakan bank umum maupun kementerian PUPR.

Keempat, pemberian insentif untuk wisatawan mancanegara dengan alokasi tambahan sebesar Rp298,5 miliar yang terdiri dari alokasi untuk maskapai dan dan agen perjalanan diberikan diskon khusus ataupun semacam insentif totalnya Rp98,5 miliar.

"Kemudian ada untuk anggaran promosi Rp103 miliar dan juga untuk kegiatan turisme sebesar Rp25 miliar dan 'influencer' sebanyak Rp72 miliar," tutur Airlangga.

Baca Juga:

Tips Ampuh Menjadi Seorang Influencer Sukses

Airlangga menjelaskan khusus untuk wisatawan domestik juga diberikan dukungan yaitu diskon 30 persen untuk di 10 tujuan wisata berlaku selama 3 bulan yaitu Maret, April, dan Mei 2020. "Nah 30 persen itu untuk kuota 25 persen 'seat' setiap penerbangan," ujar dia, dikutip Antara.

Kelima, pengurangan tarif Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U) sebesar 20 persen selama 3 bulan pada 10 destinasi yang nilainya sekitar Rp265,6 miliar.

Baca Juga:

100 Hari Kerja, Jokowi-Ma'ruf Dinilai Hanya Fokus Bagi-Bagi Jabatan

Keenam, Pertamina memberikan insentif beurpa diskon avtur di bandara yang ada di 9 destinasi wisata, dengan total diskon ini nilainya senilai Rp265,5 miliar selama 3 bulan.

Ketujuh, realokasi dana anggaran khusus (DAK) untuk 10 destinasi wisata senilai Rp147,7 miliar yang saat ini sudah ada rencana penggunaan di Rp50,79 miliar sehingga ada Rp96,8 miliar yang bisa dialokasikan dan sifatnya diubah menjadi hibah pemerintah untuk 10 destinasi wisata.

"Terakhir, pemerintah mendorong adanya insentif sesuai dengan usulan asosiasi bahwa untuk pajak hotel dan restoran, di 10 destinasi wisata tarifnya dinolkan. Nah untuk itu, pemerintah akan mensubsidi atau memberikan hibah kepada pemerintah daerah yang terdampak akibat penurunan tarif pajak hotel dan restoran di daerah, besarnya sebanyak Rp3,3 triliun," ungkap Airlangga.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto berbicara kepada wartawan usai menemui Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka Jakarta, Senin (21/10/2019). ANTARA/Hanni Sofia/aa. (ANTARA/Hanni Sofia)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto: ANTARA/Hanni Sofia/aa

Daerah-daerah yang diberikan insentif tersebut adalah (1) Danau Toba, (2) DI Yogyakarta, (3) Malang, (4) Manado, (5) Bali, (6) Mandalika, (7) Labuan Bajo, (8) Bangka Belitung, (9) Batam, (10) Bintan.

"Total insentifnya mendekati Rp10 triliun dan ini akan dilaksanakan semua Maret. Tadi juga arahan Presiden, seluruh kementerian untuk segera membelanjakan di depan, 'front loading'. Demikian juga dengan dana desa juga sudah diubah 40 persen akan diturunkan di awal," tutup Ketum Golkar itu. (*)

Baca Juga:

Bungkam Penebar Hoax Corona, Tiongkok Gunakan WeChat dan Twitter


berita-singlepost-mobile-banner-3
Tags Artikel Ini

Wisnu Cipto

LAINNYA DARI MERAH PUTIH


berita-singlepost-banner-4
berita-singlepost-banner-5
berita-singlepost-banner-6