Latte Factor, si Receh yang Bikin Hidup Boros Gaya hidup boros bisa terjadi tanpa disadari. (foto: unsplash/christian keopke)

TANPA kamu sadari, kamu mungkin menjalani gaya hidup boros. Salah satu tanda kamu sudah terjebak di gaya hidup boros ialah bila di pertengahan bulan kamu selalu kebingungan karena kehabisan uang. Tahu enggak? Ternyata salah satu biang kerok gaya hidup boros kekinian disebut dengan 'Latte Factor'.

Istilah itu diperkenalkan seorang motivator, penulis, dan pengusaha David Bach. Dalam bukunya yang berjudul Finish Rich, Bach mengatakan Latte Factor mengarah pada kebiasaan seseorang yang selalu menghabiskan penghasilannya untuk hal-hal receh, tapi rutin. Disebut 'latte' karena umumnya mereka punya kebiasaan menghabiskan uang untuk kopi setiap hari. Namun, istilah itu tidak cuma untuk pencinta kopi ya, tetapi juga untuk orang yang suka belanja kecil-kecilan secara rutin setiap hari.

BACA JUGA: Begini Sebaiknya Menjual Mobil Kamu

Keadaan itu sangat cocok dengan rutinitas yang dilakukan kebanyakan orang Indonesia saat ini. Kehadiran fintech berbasis digital memberikan banyak promo cashback menarik yang memikat hati. Akibatnya, kita seperti dirayu untuk mengikuti gaya hidup Latte Factor. Berdasar beberapa survei, mayoritas orang saat ini menggunakan program cashback untuk berbelanja makanan dan minuman kekinian yang mereka suka.

Hal itu enggak sepenuhnya salah sih. Namun, perhitungan yang baik dalam bujet finansial amat penting. Seperti dilansir SmartMoney, Bach mencoba mengingatkan tentang bahanya Latte Factor ini. Ia memberi mencontohkan mereka yang punya kebiasaan membeli kopi setiap hari.

BACA JUGA: Masih Pakai Styrofoam untuk Makan? Awas Risiko Kesehatan di Baliknya

Hitungannya sangat sederhana. Jika setiap hari kamu membeli kopi berukuran kecil, itu berarti setidaknya kamu mengeluarkan Rp20 ribu. Belum lagi jika kamu menambah camilan seperti kue atau donat. Artinya, dalam seminggu, biaya kopi kamu jadi Rp140 ribu. Jika dihitung lagi, dalam sebulan, kamu sudah menghabiskan kurang lebih Rp600 ribu.

Dalam setahun, Rp7 juta raib cuma untuk kopi. Mungkin saat mengeluarkan Rp20 ribu tidak terasa besar. Namun, jika diakumulasikan, kamu akan menemukan angka yang fantastis. Nah, biar terhindar dari jebakan Latte Factor, coba terapkan deh tips berikut.


1. Aturlah Bujet Pengeluaran

bujet
Bujet pengeluaran wajib kamu buat loh. (foto: unsplash/joshappel)

Memikirkan bujet pengeluaran merupakan hal yang harus dilakukan setiap orang saat ini. Gaya hidup yang sudah semakin maju membuat uang bisa berlari kapan saja dan dimana saja tanpa kita sadari.

Tidak perlu mendetail, yang penting kamu harus tahu berapa jumlah uang yang harus kamu keluarkan setiap bulannya. Mulai dari uang kebutuhan bulanan, transportasi, dan uang makan. Setelah membuat bujet, kamu harus memiliki tekad dan komitmen dalam mengatur uangmu itu ya.

2. Hindari Kartu Kredit

finansial
Bijak dalam menggunakan kartu kredit. (foto: unsplash/rupixen)

Kartu kredit memang terlihat keren dari namanya. Namun, kalau dipikir lagi, kartu kredit adalah kartu utang. Kamu mengutang dulu untuk membeli barang menggunakan kartu kredit, lalu membayarnya di akhir bulan sesuai jatuh tempo kartu kredit kalian masing-masing.

Namun, jika digunakan dengan bijak, kartu kredit memang sangat membantu. Tapi kembali lagi, jika digunakan untuk membeli sesuatu yang tidak berguna, yang ada kamu malah kembali menjalani kehidupan Latte Factor.

3. Minimalkan Shopping

finansial
Kurangi membeli barang yang tak kamu butuhkan.(foto: unsplash/jacek dylag)

Shopping bukanlah sebuah tren baru. Tren ini sudah ada sejak dahulu dan dinilai memiliki tingkat kepuasan yang tinggi bagi para pelakunya. Shopping ini merupakan kegiatan yang baik dilakukan, namun sesuai perhitungan dan persiapan dari segi budget.

Tren shopping di era ini bukan lagi sekedar shopping barang. Belanja kuliner pun ikut menjadi tren. Shopping biasanya dinilai untuk keinginan bukan kebutuhan. Untuk bisa menghindari Latte Factor, kurangilah barang-barang yang tidak menjadi kebutuhan kamu.(Nic)



Dwi Astarini

LAINNYA DARI MERAH PUTIH