Latihan Silat Sesama Rekan Seperguruan, Remaja Sukoharjo Tewas dengan Luka Bagian Rahang

Latihan Silat Sesama Rekan Seperguruan, Remaja Sukoharjo Tewas dengan Luka Bagian Rahang Warga melayat di rumah almarhum FAS (15) yang meninggal setelah mengikuti latihan silat, Minggu (5/7). (MP/Ismail)

MerahPutih.com - Seorang remaja dari Desa Trangsan, Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, berinisial FAS (15) meninggal dunia usai mengikuti latihan silat bersama sesama rekan seperguruan. Korban meninggal dalam kondisi luka pada bagian mulut dan rahang hingga mengalami pendarahan.

Seorang anggota keluarga korban, Sutejo mengatakan, kejadian pada tanggal 4 Juli pukul 20.00 WIB. Kasus bermula saat FAS berpamitan ikut latihan yang diadakan perguruan silat yang telah diikutinya sejak lama. Total ada 20 orang anggota sesama anggota perguruan silat dari berbagai umur latihan bersama.

Baca Juga:

Setelah Rekonstruksi, Pengacara John Kei Bakal Bertolak ke Istana, Ada Apa?

"Latihan silat tersebut merupakan perdana yang digelar semenjak pandemi COVID-19. Lokasi latihan berada di SDN 1 Trangsan, Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah," ujar Sutejo, Senin (6/7).

 Kasatreskrim Polres Sukoharjo, Jawa Tengah, AKP Nanung Nugroho. (MP/Ismail)
Kasatreskrim Polres Sukoharjo Jawa Tengah AKP Nanung Nugroho. (MP/Ismail)

Ia mendapat kabar dari warga, FAS masuk Puskesmas Gatak dalam kondisi tidak sadarkan diri saat latihan silat. Tak lama kemudian kabar duka datang. FAS meninggal dunia dalam kondisi luka pada bagian mulut dan rahang hingga mengalami pendarahan.

"Kami melaporkan kejadian itu kepada Polsek Gatak untuk mengungkap penyebab (FAS) meninggal dunia dengan luka parah," katanya.

Jenazah FAS langsung dilakukan autopsi dari Satreskrim Polres Sukoharjo di RSUD dr Moewardi Solo. Setelah itu, jenazah FAS dimakamkan pada Minggu (5/7).

Baca Juga:

Eks Bos Keuangan BUMN PT Dirgantara Indonesia Digarap KPK

Kasatreskrim Polres Sukoharjo AKP Nanung Nugroho membenarkan adanya kejadian tersebut dan langsung melakukan penyelidikan dengan memintai keterangan sejumlah saksi.

"Hasil autopsi dari RDUD dr Moewardi sudah kami terima dan masih harus memeriksa saksi-saksi," kata Nanung.

Nanung menambahkan keluarga korban juga sudah melaporkan kejadian tersebut. Kami sedang melakukan penyelidikan dan belum ada tersangka dalam kasus ini," tutup Nanung. (Ismail/Jawa Tengah)

Baca Juga:

Jokowi Bisa Perpanjang Masa Kerja Idham Azis, Calon Kapolri Baru Gigit Jari

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
 Cawagub Syaikhu Geram Gerindra Ajukan Empat Nama Pengganti Sandi
Indonesia
Cawagub Syaikhu Geram Gerindra Ajukan Empat Nama Pengganti Sandi

"Masyarakat akan menilai Gerindra tidak komitmen, karena tidak memiliki etika politik," cetus Syaikhu.

 Skybridge Stasiun Solo Balapan-Terminal Tirtonadi Hancur Diterjang Angin Ribut
Indonesia
Skybridge Stasiun Solo Balapan-Terminal Tirtonadi Hancur Diterjang Angin Ribut

"Tidak sampai ada korban luka. Petugas stasiun juga langsung membersihkan serpihan kaca. Untuk sementara waktu akses menuju Terminal Tirtonadi melalui Skybridge kita tutup sementara," kata dia.

Dua WNI yang Sembuh dari Corona Segera Dipulangkan ke Tanah Air
Indonesia
Dua WNI yang Sembuh dari Corona Segera Dipulangkan ke Tanah Air

Kemarin satu orang sudah pulang ke Indonesia

TNI-Polri Dilibatkan Disiplinkan Warga, DPR: Malah Bagus, Mestinya Dari Awal
Indonesia
TNI-Polri Dilibatkan Disiplinkan Warga, DPR: Malah Bagus, Mestinya Dari Awal

Infrastruktur pencegahan harus menjadi prasyarat dari kehidupan normal ini

Polisi Selidiki Rombongan Pesepeda Nekat Terobos Tol Jagorawi
Indonesia
Polisi Selidiki Rombongan Pesepeda Nekat Terobos Tol Jagorawi

Polisi langsung melakukan penyelidikan dengan memeriksa sejumlah saksi.

10 Perjalanan Kereta Api Jarak Jauh Terlambat Akibat Banjir
Indonesia
10 Perjalanan Kereta Api Jarak Jauh Terlambat Akibat Banjir

Berikut sejumlah titik jalur lintas KA di area Daop 1 Jakarta terimbas banjir dengan ketinggian bervariasi di atas kop rel di antaranya adalah:

Jepang Perlakukan Pasien Corona Layaknya Penderita HIV
Indonesia
Jepang Perlakukan Pasien Corona Layaknya Penderita HIV

Dia tidak dapat menjelaskan berapa lama waktu yang diperlukan

  Firli Cs Mulai Jalani Induksi di KPK
Indonesia
Firli Cs Mulai Jalani Induksi di KPK

Kelima komisioner lembaga antirasuah periode 2019-2023 tersebut hari ini mulai menjalani proses pengenalan dengan lembaga yang akan mereka pimpin.

MAKI Minta Dewas Putuskan Ketua KPK Firli Bahuri Langgar Kode Etik
Indonesia
MAKI Minta Dewas Putuskan Ketua KPK Firli Bahuri Langgar Kode Etik

MAKI meminta Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (Dewas KPK) memutuskan Ketua KPK Firli Bahuri terbukti melanggar kode etik.

DPR: Keberhasilan Ekstradisi Maria Pauline Bukti Kehadiran Negara
Indonesia
DPR: Keberhasilan Ekstradisi Maria Pauline Bukti Kehadiran Negara

Proses ekstradisi ini juga tidak mudah