Lari Dikejar Polisi, Seorang Pedemo Jatuh ke Sumur Sedalam 10 Meter Sumur tua tempat lokasi peserta demo masuk ke dalam sumur setelah dikejar polisi, Kamis (8/10). (MP/Ismail)

MerahPutih.com - Seorang peserta aksi Solo Raya Menggugat menolak RUU Cipta Kerja di Tugu Kartasura, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, jatuh ke dalam sumur tua sedalam 10 meter, Kamis (8/10) malam.

Seorang peserta demo tersebut masuk ke dalam sumur milik warga Dukuh Giringan RT 02 /RW 02, Desa Kartasura, Kacamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, setelah lari dari kejaran polisi yang membubarkan massa demo. Beruntung, orang tersebut selamat dengan luka patah kaki kanan.

"Ya benar, ada kejadian orang (peserta demo) tercebur sumur tua di lahan kosong milik warga. Kejadian sekitar pukul 18.00 WIB," ujar saksi mata Agus Subagya (58) pada Merahputih.com.

Baca Juga:

Usai Demo Berujung Rusuh, Wali Kota Risma Marah-marah

Ia mengaku mendengar teriakan minta tolong dari rumahnya di lantai III. Kemudian keluar rumah mencari sumber suara tersebut dan menemukan ada orang masuk sumur.

"Saya kaget ada orang masuk sumur. Setelah saya tanya ternyata peserta demo yang lari dikejar petugas. Sebelumnya juga terdengar tembakan gas air mata dari polisi," kata dia.

Ia pun langsung menolongnya dengan dibantu warga. Ada tiga mobil ambulan yang datang memberikan bantuan medis karena kaki kanannya patah tulang.

"Evakuasi berjalan 30 menit. Korban dibawa ke rumah sakit dengan mobil ambulans untuk diberikan perawatan," kata dia.

Ia mengatakan pengakuan orang yang masuk sumur tersebut berasal dari serikat buruh dengan alamat rumah di Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo. Warga kaget dengan kejadian ini karena tidak mengetahui ternyata ada sumur tua di kampung.

  Kapolres Sukoharjo AKBP Bambang Yugo Pamungkas, Kamis (8/10). (MP/Ismail)
Kapolres Sukoharjo AKBP Bambang Yugo Pamungkas, Kamis (8/10). (MP/Ismail)

Korban Diinventaris

Sementara itu, Kapolres Sukoharjo, AKBP Bambang Yugo Pamungkas mengatakan situasi lokasi tempat unjuk rasa sudah aman terkendali. Ada sebanyak 1.000 personel gabungan TNI, Polri, Satpol PP diterjunkan selama demo.

"Situasi sudah aman. Massa sudah membubarkan diri. Untuk korban luka dari kedua belah pihak baik dari massa dan anggota masih kita inventarisasi," kata Yugo.

Baca Juga:

Makin Meluas, Bentrokan Massa Demo Omnibus Law Terjadi di Semanggi dan Taman Sari

Ia menambahkan mengenai pemicu ricuh demo juga masih dilakukan pendalaman. Demikian halnya kerusakan fasilitas umum dan milik warga juga sedang dilakukan pengecekan.

"Korban luka-luka masih dirawat di rumah sakit. Yang jelas situasi Sukoharjo sudah aman dan kondusif," tutup dia. (Ismail/Jawa Tengah)

Baca Juga:

Berikut Sikap Pemerintah Menanggapi Demo Besar-besaran Tolak UU Cipta Kerja

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Cerita Anggota Satgas COVID-19, Bertaruh Nyawa Demi Evakuasi dan Pasok Makanan Pasien Isoman
Indonesia
Cerita Anggota Satgas COVID-19, Bertaruh Nyawa Demi Evakuasi dan Pasok Makanan Pasien Isoman

"Ini sudah tanggung jawab dan resiko kami sebagai Satgas. Kami yakin, di balik niat baik kami, pasti diberikan keselamatan," sebut Boy yang hampir setiap hari menerima laporan warga yang membutuhkan bantuan.

Petasan Yang Diledakan di Kantor KAMI Berdaya Rendah
Indonesia
Petasan Yang Diledakan di Kantor KAMI Berdaya Rendah

Heru juga memastikan, Polisi tetap menangani walaupun belum ada laporan.

Mudik dan Halalbihalal  Picu Kenaikan Kasus COVID-19 Hingga 36 Persen Lebih
Indonesia
Mudik dan Halalbihalal Picu Kenaikan Kasus COVID-19 Hingga 36 Persen Lebih

Kasus positif COVID-19 mengalami kenaikan sebesar 36,1 persen pada periode 17 hingga 23 Mei 2021.

Jokowi Gratiskan Vaksin, Tak Ada Alasan Masyarakat Tolak Vaksinasi
Indonesia
Jokowi Gratiskan Vaksin, Tak Ada Alasan Masyarakat Tolak Vaksinasi

"Ternyata presiden sangat mendengar dan akomodatif. Dengan begitu, masyarakat tidak punya alasan lagi untuk menolak vaksin. Yang mampu dan tidak mampu diberikan vaksin dan divaksinasi secara gratis," ujarnya.

Disdik DKI Pastikan Siswa Umur 33 Tahun Tak Lolos PPDB
Indonesia
Disdik DKI Pastikan Siswa Umur 33 Tahun Tak Lolos PPDB

Tidak ada siswa yang berumur di atas 33 tahun lolos dalam seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) ajaran 2021/2022.

Libur Panjang Berakhir, 13 Ribu Orang Tinggalkan Bali Pakai Pesawat
Indonesia
Libur Panjang Berakhir, 13 Ribu Orang Tinggalkan Bali Pakai Pesawat

Meskipun Bandara Ngurah Rai dipadati oleh ribuan penumpang pada puncak arus balik liburan, namun suasana di bandara tetap lancar dan terkendali.

Aniaya Junior hingga Tewas, Lima Taruna PIP Semarang Jadi Tersangka
Indonesia
Aniaya Junior hingga Tewas, Lima Taruna PIP Semarang Jadi Tersangka

Lima taruna Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang ditetapkan sebaga tersangka kasus penganiayaan yang menewaskan Zidan Muhammad Faza, taruna yang merupakan junior kelima pelaku.

SPBU Satu Harga di Daerah Terpencil Bikin Sinyal Seluler Hidup 24 Jam
Indonesia
SPBU Satu Harga di Daerah Terpencil Bikin Sinyal Seluler Hidup 24 Jam

Sampai 2020 ini, PT Pertamina (Persero) telah menuntaskan target BBM Satu Harga di 243 titik.

Pemprov DKI Minta Warga Dapat Maklumi Sistem Ganjil Genap
Indonesia
Pemprov DKI Minta Warga Dapat Maklumi Sistem Ganjil Genap

Wakil Gubernur DKI, Ahmad Riza Patria mengatakan, pihaknya memahami ketidaktahuan warga soal adanya aturan ganjil genap di masa penerapan PPKM Level 4.

Senasib Benny Tjokro, Heru Hidayat Juga Dihukum Seumur Hidup
Indonesia
Senasib Benny Tjokro, Heru Hidayat Juga Dihukum Seumur Hidup

Komisaris Utama PT Trada Alam Minera, Heru Hidayat divonis pidana seumur hidup oleh majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta.