LAPSUS: Menguak Operasi Pembebasan Sandera Mapenduma Papua Komandan Kopassus Prabowo S berada di dalam Helikopter pada Operasi Mapenduma Papua. (Hamzah Palalloli)

BERTEPATAN dengan hari jadi ke-72 Tentara Nasional Indonesia (TNI), meraputih.com akan menurunkan laporan khusus mengenai Operasi Pembebasan Sandera Mapenduma Papua pada tahun 1996.

Di pembuka tahun 1996, kabar penculikan Tim Ekspedisi Lorentz 1995 merebak. Kelompok Kelly Kwalik dan Daniel Yudas Kogoya, sayap militer Organisasi Papua Merdeka (OPM) mengaku bertanggung jawab atas penculikan sebanyak 26 orang, terdiri dari 10 Tim Ekspedisi Lorentz 1995, 3 orang periset WWF dan Unesco, serta13 penduduk desa.

Peristiwa penculikan tersebut mendapat sorotan dunia lantaran, terdapat Warga Negara Asing menjadi korban penculikan, terdiri dari 4 orang asal Inggris, 2 orang asal Belanda, dan 1 orang asal Jerman.

Masyarakat tanah air dan dunia menantikan perkembangan tiap hari selama lebih kurang 4 bulan, hingga akhirnya pasukan Kopassus dibantu Kostrad Yon 330, 328, dan 327 (Jawa Barat), Batalyon 514 (Brawijaya), Batalyon 742 (Trikora), Penerbad, dan TNI AU berhasil menyelamatkan para sandera, meski 2 orang sandera tewas di tangan OPM.

Kesuksesan Operasi Pembebasan Sandera Mapenduma mendapat sambutan hangat beragam surat kabar Inggris. Hampir semua surat kabar terbitan London memuat berita kesuksesa tersebut di halaman pertama edisi 16 dan 17 Mei 1996. Harian The Times bahkan menyebut Kopassus sebagai pasukan elit ketiga terbaik di dunia setelah SAS dan satuan anti-teror Israel.

Cerita mengenai detik-detik operasi pembebasan, cerita selama perundingan dan upaya persuasif baik melalui rohaniawan dan ICRC, detil para korban sandera, serta kisah lengkap latar belakang penyanderaan OPM, akan kami sajikan lengkap pada laporan khusus Operasi Pembebasan Sandera Mapenduma Papua, di rubrik Indonesiaku. (*)



Yudi Anugrah Nugroho

LAINNYA DARI MERAH PUTIH