Laporan Terhadap Aisha Wedding Sudah Masuk ke Polisi Ilustrasi (Foto: pixabay/pexels)

Merahputih.com - Polda Metro Jaya sudah menerima laporan terkait dengan Aisha Wedding, sebuah wedding organizer yang diduga memperbolehkan pernikahan anak dibawah umur berkedok dalil agama.

"Laporannya sudah masuk ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus kepada wartawan, Jumat (12/2).

Baca Juga

Kowani Tegaskan Promo Perkawinan Anak Oleh Aisha 'WO' Langgar UU

Polisi akan lebih dulu mempelajari laporan tersebut. Langkah selanjutnya polisi akan memanggil pelapor dan para saksi untuk dilakukan pemeriksaan awal.

"Laporannya sudah masuk nanti kita klarifikasi pelapornya dengan membawa bukti yang ada dan saksi," beber Yusri.

Sebagai informasi, Polda Metro Jaya menerima laporan berkaitan dengan Aisha Weddings dari seorang wanita bernama Disna Riantina.

Jasa pernikahan Aisha Weddings. Foto: Istimewa

Dia melaporkan wedding organizer (WO) tersebut karena menawarkan jasa menikah di usia di bawah 19 tahun serta mempromosikan poligami. Hal ini dianggap bertentangan dengan Undang-Undang (UU) Perlindungan Anak Nomor 35 tahun 2014 dan UU Nomor 17 tahun 2016.

Baca Juga

PPKM Mikro, Pemkot Surabaya Izinkan Gelar Resepsi Pernikahan dengan Syarat

Untuk itu, promosi yang dilakukan Aisha Weddings bisa dikenakan pidana, sebab telah mengarah pada perdagangan orang.

Promosi dalam selebaran Aisha Weddings bukan hanya terang-terangan mempromosikan perkawinan anak. Namun, juga mengarah pada ekpoloitasi anak. (Knu)

Kanal
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
PSBB Diperketat, Industri Keuangan Berjalan Normal
Indonesia
PSBB Diperketat, Industri Keuangan Berjalan Normal

PSBB akan diberlakukan di DKI Jakarta dan 23 kabupaten/kota di enam provinsi yang masuk wilayah berisiko tinggi penyebaran COVID-19.

KPK Amankan 10 Orang Terkait OTT Bupati Nganjuk
Indonesia
KPK Amankan 10 Orang Terkait OTT Bupati Nganjuk

Adapun bukti yang ditemukan dan diamankan di antaranya berupa uang dalam pecahan rupiah

Angka COVID-19 Tinggi, TNI-Polri Bubarkan Kerumunan Warga di Monas
Indonesia
Angka COVID-19 Tinggi, TNI-Polri Bubarkan Kerumunan Warga di Monas

Mereka tak mematuhi anjuran jaga jarak fisik dan berkerumun di mtengan makin tingginya ancaman COVID-19 di Jakarta.

Pertambahan Kasus COVID-19 Capai 9.640
Indonesia
Pertambahan Kasus COVID-19 Capai 9.640

Jumlah kasus COVID-19 masih belum dapat dikendalikan hingga Minggu (10/11).

Kubu Juliari Sebut Kesaksian Pepen Soal Fee Rp10 Ribu Tak Miliki Bukti Kuat
Indonesia
Kubu Juliari Sebut Kesaksian Pepen Soal Fee Rp10 Ribu Tak Miliki Bukti Kuat

Tim penasihat hukum mantan Menteri Sosial Juliari Peter Batubara, Maqdir Ismail menyebut kesaksian Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Pepen Nazaruddin tak memiliki bukti yang kuat.

Jakarta Tiadakan Isolasi Mandiri di Rumah
Indonesia
Jakarta Tiadakan Isolasi Mandiri di Rumah

Semua yang ditemukan positif diharuskan untuk isolasi secara terkendali di tempat-tempat yang telah ditetapkan.

Alasan Wakil Ketua DPR Azis Ingin Revisi UU Pemilu
Indonesia
Alasan Wakil Ketua DPR Azis Ingin Revisi UU Pemilu

UU nomor 7 tahun 2017 telah menyebabkan kondisi kompleksitas penyelenggaraan pemilu lima kotak yaitu Pemilihan Presiden, DPR, DPD RI, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota.

Habisi KKB dengan Mengesampingkan HAM Dinilai Tindakan Inkonstitusional
Indonesia
Habisi KKB dengan Mengesampingkan HAM Dinilai Tindakan Inkonstitusional

Cara itu hanya melanggengkan siklus kekerasan

Update COVID-19 Sabtu (3/10) 299.506 Positif, 225.052 Sembuh
Indonesia
Update COVID-19 Sabtu (3/10) 299.506 Positif, 225.052 Sembuh

Data pemerintah pada Sabtu pukul 12.00 WIB ini menunjukkan bahwa terdapat 4.007 kasus baru COVID-19 dalam 24 jam terakhir per Sabtu (3/10).

Soal Putusan Praperadilan Rizieq, Mabes Polri Pasrah
Indonesia
Soal Putusan Praperadilan Rizieq, Mabes Polri Pasrah

Mekanisme praperadilan merupakan hak tersangka