Lapor LHKPN, Harta Kekayaan Wali Kota Bogor Naik Drastis Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto. Foto: Instagram/Bima Arya

MerahPutih.com - Calon Wali Kota Bogor Bima Arya menyerahkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (19/1). Pelaporan harta kekayaan tersebut merupakan salah satu syarat untuk mengikuti Pilkada.

Bima Arya datang ke lembaga antirasuah bersama pasangannya dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bogor Dedie A. Rachim. Dedie adalah mantan Direktur Pembinaan Jaringan dan Kerja Sama Antar Komisi dan Instansi KPK.

“Saya ditemani oleh Kang Dedi yang kebetulan hari ini juga perpisahan dengan pimpinan menemani saya dan saya melaporkan tadi jumlah harta kekayaan yang paling update,” kata Bima Arya yang kini masih menjabat sebagai Wali Kota Bogor di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (19/1).

Bima Arya mengaku sudah menyerahkan LKHPN lewat elektronik pada Kamis (18/1) kemarin. Namun, dengan menyambangi KPK, Ia ingin memastikan bahwa semua data tersebut diinput dengan benar.

“Karena saya ingin memastikan semua yang diinput benar tidak ada kesalahan teknis, udah saya masukan lewat elektronik dan saya cek lagi satu per satu supaya disesuaikan dengan yang paling mutakhir,” jelasnya.

Berdasarkan LKHPN, harta Bima Arya mengalami kenaikan sebesar Rp 2,3 miliar. Total kekayaannya pada 2014 sebesar Rp 3,2 miliar, sedangkan, saat ini total kekayaam Bima Arya mencapai Rp 5,5 miliar.

“Total nilai kekayaan saya terakhir 2014 Rp3,2 miliar, tapi kemudian sekarang ada sekitar Rp5,5 miliar,” ungkapnya.

Menurut Bima, kenaikan jumlah kekayaannya tersebut terjadi lantaran Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) pada asetnya yang berupa tanah dan rumah mengalami kenaikan dalam empat tahun terakhir.

“Yang pertama aset tanah rumah. Lokasinya sama tapi karena NJOP-nya naik selama empat taun terakhir maka naik,” terang dia.

Sementara, lanjut politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini, untuk harta bergerak yang dimilikinya mengalami penurunan. “Saat 2014 sebesar Rp438 juta, sekarang tinggal Rp135 juta. Kalau 2014 mobil saya dua, sekarang tinggal satu,” tandasnya.

Tak hanya itu, penurunan juga terjadi pada kas atau setara giro milik Bima. “Kas 2014, Rp 470 juta sekarang Rp 340 juta jadi berkurang sekitar 100 juta. Jadi aset naik karena NJOP tapi harta bergerak turun,” pungkasnya. (Pon)

Kredit : ponco


Zaimul Haq Elfan Habib

LAINNYA DARI MERAH PUTIH