Lapas Tangerang Terbakar, Komnas HAM: Ini Sebenarnya Tragedi Titik Kebakaran Lapas. (Foto: MP/Ismail)

Merahputih.com - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (menyebut peristiwa kebakaran Lapas Klas I Tangerang pada Rabu (8/9) adalah peristiwa yang menyedihkan.

"Ini sebenarnya adalah tragedi. Ada 41 orang yang meninggal dunia. Lalu, lapas di Indonesia itu overcapacity dan itu persoalan yang sistemik," ujar Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik di Tangerang, Kamis (9/9).

Baca Juga:

Keluarga Korban Meninggal Kebakaran Lapas Tangerang Akan Dapat Santunan Rp 30 Juta

Taufan meminta semua pihak terkait bisa mengusut tuntas kasus ini karena menyangkut masalah kemanusiaan. Penyidikan diharap bisa lebih mendalam, objektif, dan transparan agar semua masyarakat mengetahui apa yang sebetulnya terjadi.

Komnas HAM juga melakukan koordinasi dengan Kapolda Metro Jaya agar benar-benar melakukan satu penyidikan serius dan mendalam untuk mencari penyebab kebakaran tersebut.

Sementara itu, berdasarkan peninjauan yang dilakukan Komnas HAM, Taufan menyebut akar permasalahan yang terjadi di Lapas Kelas I Tangerang adalah kelebihan kapasitas narapidana.

Jenazah korban kebakaran Lapas Tangerang. (Foto: MP/Rizky)
Jenazah korban kebakaran Lapas Tangerang. (Foto: MP/Rizky)

Tak hanya itu, kondisi bangunan yang sudah berusia 49 tahun, menurutnya juga menjadi salah satu permasalahan yang dapat menyebabkan kebakaran terjadi.

"Ya tentu saja secara teknis kami melihat memang ada kondisi dari bangunan yang sudah dibangun itu satu persoalan yang kita lihat," ujarnya.

Baca Juga:

1 Napi Teroris Jadi Korban Tewas Kebakaran Lapas Tangerang

Kebakaran di Lapas Klas 1 Tangerang terjadi pada Rabu (8/9) pukul 01.45 WIB.

Adapun lokasi kebakaran di Lapas Tangerang berada di blok C. Diduga sementara penyebab kebakaran karena hubungan pendek arus listrik. Akibat peristiwa tersebut, 44 narapidana meninggal dunia, 8 luka berat dan 73 luka ringan. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
PPKM Level 3 Nataru Batal, Warga Jangan Paksakan Berlibur
Indonesia
PPKM Level 3 Nataru Batal, Warga Jangan Paksakan Berlibur

Jangan menjustifikasi bahwa kekebalan sudah kuat dan tahan terhadap COVID-19 karena sudah divaksin.

DPO Teroris Ditangkap di Pasar Minggu, Tiga Masih Buron
Indonesia
DPO Teroris Ditangkap di Pasar Minggu, Tiga Masih Buron

Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri kembali menangkap seorang terduga teroris di Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Wapres: Bencana Terjadi Karena Kerusakan Lingkungan
Indonesia
Wapres: Bencana Terjadi Karena Kerusakan Lingkungan

Tata kelola lingkungan dan perilaku masyarakat menjadi kunci pencegahan bencana hidrometeorologi basah, seperti banjir dan tanah longsor.

Partai Buruh Usung Visi Negara Sejahtera
Indonesia
Partai Buruh Usung Visi Negara Sejahtera

Partai Buruh menyatakan visi mewujudkan Indonesia sebagai negara yang sejahtera (welfare state).

Indonesia Punya Pusat Kendali Kereta Api Tercanggih di Asia Tenggara
Indonesia
Indonesia Punya Pusat Kendali Kereta Api Tercanggih di Asia Tenggara

OCC atau Pusat Kendali Operasi itu menjadi yang terbesar dan tercanggih di Asia Tenggara karena memiliki tingkat kompleksitas tinggi dan memadupadankan berbagai sistem interlocking yang ada saat ini di Jakarta.

Rektor UI Rangkap Jabatan Komisaris, Ombudsman: Malaadministrasi
Indonesia
Rektor UI Rangkap Jabatan Komisaris, Ombudsman: Malaadministrasi

Ombudsman Republik Indonesia menyatakan Rektor Universitas Indonesia (UI) Ari Kuncoro telah melakukan malaadministrasi.

Tas Gitar dan Kardus Air Mineral Jadi Media Suap Tersangka Bansos
Indonesia
Tas Gitar dan Kardus Air Mineral Jadi Media Suap Tersangka Bansos

"Kapannya saya lupa, cuma tugasnya ambil titipan saja. Saya ketemu Pak Harry ke parkiran dua, ketemu drivernya. Di Cawang Kencana Kemensos. Uangnya ditaro di dalam kardus Aqua," kata Sanjaya.

PKS Nilai PP Statuta UI Jadi Preseden Buruk bagi Independensi Akademik
Indonesia
PKS Nilai PP Statuta UI Jadi Preseden Buruk bagi Independensi Akademik

Ia menilai PP Statuta UI yang baru preseden buruk bagi independensi akademik.

Panglima TNI Beri Perhatian Khusus dalam Penerapan Prokes di DIY
Indonesia
Panglima TNI Beri Perhatian Khusus dalam Penerapan Prokes di DIY

anglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto memastikan jajarannya bakal membantu mengawasi kepatuhan penerapan protokol kesehatan secara ketat khususnya terhadap warga di 55 RT di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Bela Negara, Milenial Harus Paham Sejarah
Indonesia
Bela Negara, Milenial Harus Paham Sejarah

Sementara itu Asri Welas sebagai salah satu keturunan Pangeran Diponegoro menyatakan, menggunakan produk dan memperkenalkan budaya Indonesia, misalnya batik adalah salah satu bentuk bela negara.