Laode M Syarif: Seharusnya KPK tak Sulit Tangkap Harun Masiku Mantan Wakil Ketua KPK Laode M Syarief. (MP/Ponco Sulaksono)

MerahPutih.Com - Mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode M Syarif mengkrik kinerja pimpinan lembaga antirasuah di bawah komando Firli Bahuri yang lambat dalam menangkap caleg PDIP Harun Masiku.

Seharusnya, kata Laode, KPK tidak sulit menangkap buronan atas kasus dugaan suap pengurusan pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR itu. Terlebih, Harun sudah terdeteksi berada di dalam negeri.

Baca Juga:

Kepala BIN Isyaratkan Dalam Waktu Dekat Harun Masiku Bakal Ditangkap

"Ada yang DPO tetapi pada saat itu selalu agak sering kita dapat. Bahkan KPK itu sering membantu kejaksaan untuk mendapatkan buron. Jadi seharusnya kalau dia ada di dalam Indonesia bisa didapat seharusnya," kata Laode di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (13/2).

Caleg PDIP Harun Masiku sampai kini masih buron
Pria yang diduga Harun Masiku di Bandara Soekarno-Hatta seusai pulang dari Singapura, 7 Januari 2020. Foto: Net/Ist

Dikatakan Laode, tindakan KPK saat ini amat lambat dalam mencari seorang buron. Menurutnya, langkah ini amat berbanding terbalik ketika dirinya masih menjabat pimpinan KPK.

"Jadi, (buronan) yang high profile seperti Harun Masiku ini kalau dia di Indonesia ya berdasarkan dulu-dulu tidak sulit sih," ujarnya.

Padahal, kata dia, KPK dilengkapi peralatan yang cukup canggih untuk mendeteksi keberadaan seorang buron. Laode merasa janggal dengan kinerja KPK di bawah kepemimpinan Firli.

Baca Juga:

Wahyu Eks KPU Akui Pernah Komunikasi dengan Advokat PDIP Donny

"Sebenarnya kita juga punya orang kita juga bisa bekerja sama dengan polisi. Kan di kepolisian ada intelijen jadi bahkan lari ke luar negeri pun jaringan KPK lumayan lengkap," tutup Laode.

Dalam perkara ini KPK menetapkan Wahyu Setiawan, Harun Masiku; mantan anggota Bawaslu Agustiani Tio Fridelina dan seorang swasta bernama Saeful sebagai tersangka. Wahyu dan Agustiani diduga menerima suap dari Harun dan Saeful dengan total sekitar Rp900 juta.(Pon)

Baca Juga:

KPK Buka Peluang Tetapkan Tersangka Baru Kasus Suap PAW Caleg PDIP

Kredit : ponco


Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH