Lantik Enam Pejabat Kemenkumham, Yasonna Sampaikan Pesan New Normal Menkumham Yasonna Laoly (Foto: antaranews)

MerahPutih.Com - Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Laoly melantik enam pejabat eselon II di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham), di gedung Graha Pengayoman, Kamis (28/5).

“Saya telah melantik dan mengambil sumpah jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Pelantikan ini adalah suatu momen yang tidak biasa karena dilakukan pada masa pandemi Covid-19. Sehingga beberapa pejabat dilantik melalui video conference,” ujar Yasonna kepada pejabat yang dilantik.

Baca Juga:

Jawa Timur Jadi Provinsi Dengan Lonjakan Kasus Corona Terbanyak

Politikus PDI Perjuangan ini meminta para pejabat yang dilantik pada hari ini agar dapat segera menyesuaikan diri untuk langsung bekerja dengan segala kesungguhan hati.

Sebab pejabat dilantik diharapkan orang-orang yang mempunyai integritas, kompetensi, berkinerja tinggi, dan mempunyai moralitas yang bagus. Sehingga mampu mengabdi, berkomitmen menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik.

Menteri Yasonna saat melantik sejumlah pejabat di Kemenkumham
Menteri Yasonna saat melantik sejumlah pejabat di lingkungan Kemenkumham (Foto: antaranews)

“Khususnya dalam menyelesaikan persoalan dan tantangan di Kemenkumham dengan fungsi yang sangat heterogen,” ujar Yasonna.

Dalam pidatonya, Menkumham berharap pejabat dilantik membawa suatu perubahan paradigma birokrasi yang cukup signifikan. Sebab dalam kondisi pandemi Covid-19 ini, terjadi pola kerja work from office menjadi work from home dilakukan Aparatur Sipil Negara pada kementerian termasuk Kemenkumham.

“Saudara-Saudara harus segera menciptakan budaya kerja dan pola kerja birokrasi yang mengedepankan pemanfaatan teknologi informasi. Sehingga meminimalisir adanya kontak langsung antar-manusia untuk mencegah meluasnya penularan Covid-19,” ujarnya.

“Sukseskan seluruh kebijakan Presiden dan Wakil Presiden dengan sebaik-baiknya dan tentunya berdasarkan aturan yang berlaku,” tambahnya.

Pejabat eselon IIA yang dilantik Menkumham di antaranya adalah Sudjonggo kini menjabat Sekretaris Direktorat Jendral (Ditjen) Pemasyarakatan. Sebelumnya menjabat Kepala Biro Umum di Kemenkumham.

Ibnu Chuldun kini menjabat sebagai Kepala Kanwil Kemenkumham Riau. Sebelumnya menjabat Sekretaris Ditjen Pemasyarakatan. Mohamad Aliamsyah menjabat Sekertaris Ditjen Administrasi Hukum Umum. Sebelumnya Direktur Merek dan Indikasi Geografis Ditjen Kekayaan Intelektual Kemenkumham.

Lucky Agung Binarto kini menjabat Kepala Biro Umum Kemenkumham. Sebelumnya menjabat Kepala Kanwil Kemenkumham Riau. Kemudian ada Danan Purnomo kini menjabat Kepala Kanwil Kemenkumham Lampung. Sebelumnya menjabat Sekretaris Ditjen AHU.

Lalu pejabat baru di Direktur Merek dan Indikasi Geografis Ditjen Kekayaan Intelektual Kemenkumham dijabat Nofli. Sebelumnya menjabat Kepala Kanwil Kemenkumham Lampung.

Pesan New Normal

Menkumham menjelaskan juga kepada pejabat-pejabat dilantik dan jajaran Kemenkumham, bahwa Pemerintah saat ini sedang merancang satu era baru.

“Kita memasuki era baru yang kita sebut era new normal tatanan kehidupan baru akibat dari pandemi Covid-19,” jelasnya.

New normal adalah perubahan perilaku untuk tetap menjalankan tugas aktivitas normal dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Tidak berarti bahwa masuk dan mulai membuka beberapa tempat-tempat nantinya yang selama ini tertutup akan bebas, akan melakukan dengan cara-cara yang kembali ke kebiasaan lama.

“Kita sekarang ini perlu membudayakan hidup dalam kondisi masih adanya Covid-19. Maka protap dari protokol kesehatan mencegah Covid-19 harus tetap menjadi bagian dari kehidupan kita sehari-hari di kantor, di rumah, di tempat-tempat Saudara bepergian,” ujar Menkumham.

Menteri Yasonna Laoly berharap dan berdoa agar bangsa ini dan bangsa-bangsa lain di dunia mampu melewati pandemi ini. Juga mampu menangani pandemi Covid-19 ini.

Baca Juga:

Wahyu Setiawan Didakwa Terima Gratifikasi Rp500 Juta dari Gubernur Papua Barat

Sementara saat ini masih belum ditemukan obat maupun vaksin, mau tidak mau, suka tidak suka, tidak mungkin menutup diri selamanya.

“Persiapkan dengan sebaik-baiknya dari sisi aturan, sumber daya manusia, sarana-prasarana kerja, dan tentunya adalah membangun mental disiplin untuk menjalankan kehidupan pada tatanan kehidupan baru,” ujarnya.

“Diperlukan disiplin yang tinggi, diperlukan kerja sama yang baik, diperlukan kesadaran yang baik tentang adanya pandemi yang memaksa kita, yang mengharuskan kita untuk taat kepada protap protokol kesehatan tersebut,” pungkasnya.(Pon)

Baca Juga:

Soal 'New Normal', Muhammadiyah: Jangan Sampai Mall Dibuka Tapi Masjid Ditutup!

Kredit : ponco


Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH