Lansia Berbagi Tips Nyaman saat Melancong ke Luar Negeri (Foto: Pexels/Skitterphoto)

PERGI melancong ke luar negeri jadi salah satu rencana favorit bagi banyak lansia. Ketersediaan waktu memungkinkan untuk melakaukan perjalanan lebih lama. Para lansia ingin menjelajahi tempat-tempat baru, mengunjungi keluarga, sampai menghabiskan waktu bersama teman-teman.

Masalah saat berpergian jauh akan selalu muncul, bahkan pada pelancong berpengalaman sekali pun. Tentu bagi lansia kendala saat melancong bisa saja membuat liburan malah bencana, bila itu tidak dipersiapkan secara matang dan belajar dari pengalaman orang lain.

Dilansir laman T+L, para lansia di AS berbagi cerita tentang kesulitan mereka temui saat melakukan perjalanan ke luar negeri. Tujuannya untuk membantu mengingatkan orang lain agar tidak melakukan kesalahan serupa. Berikut beberapa pelajaran berharga saat bepergian jauh untuk lansia.

Baca juga:

Ngeri Tapi Seru, 5 Jalur Pendakian Paling Ekstrem di Dunia

1. Mempersiapkan kursi roda

1
Kebanyakan bandara belakang ini sangat besar (Foto: vietnamimmigration)

Begitu banyak yang harus dilalui oleh penumpang untuk bisa sampai masuk ke dalam kabin pesawat. Mulai dari antrian, berjalan menyusuri terminal bandara yang luas dan penuh tantangan. Alhasil, banyak lansia merasa kelelahan dan mencari kursi untuk beristirahat. Jika merasa tidak nyaman berjalan lebih dari 10 menit atau lebih, persiapkan kursi roda saat akan pergi ke bandara.

2. Persiapkan asuransi kesehatan

2
Bujet liburan bisa terganggu (Foto: schengenvisainfo)

Saat melancong, hal-hal buruk bisa saja menimpa siapa saja tanpa terduga. Salah satunya adalah mengalami kecelakaan yang memerlukan tindakan medis dengan cepat. Tindakan medis memerlukan biaya yang tidak bisa diprediksi. Kalau sudah begini, urusan bujet liburan dipastikan akan terdampak.

Sebagai antisipasi untuk hal-hal yang tidak diinginkan, sudah wajib hukumnya memastikan asuransi kesehatan menanggung biaya saat bepergian ke luar negeri. Umumnya asuransi tidak mencakup biayakesehatanyang dikeluarkan saat berpergian ke luar negeri, penting untuk mengatur kebijakan tambahan dengan penyedia jasa asuransi.

Baca juga:

Ski di Kutub Selatan untuk Petualangan Paling Epik dalam Hidup

3. Datang lebih awal ke bandara

3
Resiko ketinggalan pesawat sangat besar (Foto:Pexels/Chi Hou Ong)

Keadaan lalu lintas yang sangat dinamis dan sering tak terduga bisa menjadi ancaman tersendiri untuk pelancong. Sering kali urusan sepele ini dihiraukan. Belum lagi ditambah dengan ritual-ritual yang lumayan ribet dan memakan waktu saat sudah berada di terminal keberangkatan. Dampak terlambat tiba di bandara resikonya ketinggalan pesawat dan terpaksa reschedule, otomatis akan memerlukan sejumlah biaya tambahan.

Demi menghindari hal tersebut, solusinya sederhana sekali. Luangkan lebih banyak waktu untuk tiba di bandara. Ikuti saran maskapai untuk tiba dua hingga tiga jam lebih cepat. Habiskan waktu di restoran, toko-toko menarik, ruang tunggu yang super nyaman, kursi pijat, dan lainnya sembari menunggu keberangkatan.

4. Riset sebelum melakukan perjalanan

4
Waktu perlu dipergunakan sebaik-baiknya (Foto: Pexels/bongkharn thayakji)

Menunggu dalam antrean panjang dalam sebuah perjalanan untuk menyaksikan sebuah spot wisata favorit, jelas akan membuang waktu berharga. Dalam keadaan seperti demikian, rasa bosan dan lelah dijamin akan menemani. Penyebabnya hanya karena tidak merencanakan perjalanan terlebih dulu. Sangat bijak untuk mencari tahu tentang apa yang tersedia agar dapat memanfaatkan waktu dengan lebih baik.

Ada baiknya untuk memesan tiket paling awal atau memesan tur dengan jam khusus untuk menghindari membuang-buang waktu. Dengan mengeluarkan kocek ekstra, hasilnya jelas akan sepadan. (lgi)

Baca juga:
Serunya Perjalanan Kereta Winter Wonderland Selama 22 Hari
Kredit : leonard


Leonard G.I

LAINNYA DARI MERAH PUTIH